Surga Itu Nyata
www.sorga.net

Yong-Doo Kim 3






Baptize by Blazing Fire
BOOK #3

by
Pastor Yong-Doo Kim

 

Chapter 1:
Melewati 12 pintu mutiara

 

===== February 9, 2005 (Wednesday): =====
“Accomplishing blessings in the New Year”

Sermon scriptures: Beginilah firman TUHAN, yang telah menjadikan bumi dengan membentuknya dan menegakkannya-TUHAN ialah nama-Nya; Berserulah kepadaKu, maka Aku akan menjawab engkau dan memberitahukan kepadamu hal-hal yang tidak kau ketahui..” (Yer 33:2-3)

 

1. Tuhan dan Hubungan kita

Ketika Tuhan berbicara, FirmanNya mempunyai muka dan belakang. Sama seperti telapak tangan dan punggung tangan juga seperti kepala dan ekor di mata uang, ada dua arti dari FirmanNya. Mereka yang menerima Firman Tuhan dengan iman akan menerima janji keselamatan dan diberkati dengan hidup kekal. Tetapi, jika engkau tidak percaya dan tidak mematuhiNya, engkau akan menghadapi banyak ujian dan cobaan. Sama seperti orang-orang Israel yang seringkali melupakan Tuhan dan ketika mereka menolak undanganNya untuk menjadi bangsa yang terpilih, mereka melalui banyak perang dan ditawan sebagai tawanan perang. Hidup mereka dipenuhi penderitaan dan mereka mengalami penderitaan yang menghancurkan. Karenanya, orang-orang percaya harus mempunyai hubungan intim dengan Tuhan terlebih diwaktu kesukaran dan kemalangan. Juga, dalam perjalanan kita dengan Kristus, kita harus sepenuh hati dengan kepastian dan sikap positif untuk membawa sukacita bagi Tuhan kita. Allah Bapa kita tidak pernah memarahi kelemahan anak-anakNya. Seakan-akan bermain dengan gasing, semakin gasing diputar, putarannya semakin benar dan stabil. Demikian juga, penting sekali kita harus tahu jika hubungan dengan Tuhan adalah keselamatan dan hidup kekal atau  kutuk dan penghakiman.

 

2. Tuhan menggenapi dan menyelesaikan PekerjaanNya

Tuhan adalah pembuat rencana dan desain dari rancangan ilahi. Dia perduli tentang kita manusia dan selalu berpikir dan bekerja untuk kebaikan kita. Karenanya, Alkitab menggambarkan Tuhan kita sebagai penjunan yang membuat berbagai macam bejana dari tanah liat kita (Yes 45:9).

Sebelum menciptakan bejana tanah liat, penjunan merangkai dan membentuk tanah liat dengan tangan telanjang dan sang penjunan tidak pernah membuat segala sesuatu tanpa persiapan. Seorang penjunan sangat tekun dan berfokus pada proyeknya sampai benar-benar selesai. Kemudian ketika proyek itu berubah menjadi mahakarya, semuanya sampai dipenuhi dengan kekaguman dan kegembiraan.

 “yang menjadikan terang dan menciptakan gelap, yang menjadikan nasib mujur dan menciptakan nasib malang, Akulah TUHAN yang membuat semuanya ini” (Yes 45:7).

Kita adalah maha karya berharga yang sudah Tuhan ciptakan secara pribadi. Berbagai penampilan wajah dan kepribadian kita berbeda dan kita dikirim ke dunia ini dengan keunikan masing-masing. Tidak satupun orang yang berani meniru ciptaan seperti ini dan kita adalah jiwa-jiwa yang sangat berharga di dunia ini. Konsekuensinya, salah kalau kit menempatkan diri di bawah tetapi juga salah jika kita mengangkat diri kita sendiri diatas pencipta kita dan menjadi sombong. Kita harus selalu bersyukur dan memberi kemuliaan bagi Tuhan.

3. Menjeritlah kepada Tuhan dan Berdoa

Dapat kita katakan bahwa aspek yang paling penting dalam kehidupan kita adalah pertukaran kata diantara orang-orang. Komunikasi adalah langkah penting untuk memahami pikiran terdalam dari orang lain. Tuhan mengatakan jika kita ingin mengenal pikiran-pikiranNya, Dia mendorong kita untuk membuka mulut, menjerit dan berdoa. Kemudian Dia berjanji untuk membagikan rahasia yang tidak diketahui orang lain.

Perjanjian lama dan baru dipenuhi dengan jeritan orang-orang dan doa dan Tuhan menjawab doa orang-orang yang sungguh hati itu. Baik sebagai kelompok, keluarga maupun pribadi, ketika kita berdoa dengan keras dan menjerit kepada Tuhan, kita akan selalu menerima jawaban yang pantas saat itu. Tuhan mengambil kesempatan untuk mengintervensi secara pribadi ketika kita bersungguh-sungguh menjeri kepadaNya. Alkitab menyatakan bahwa ketika kita berseru kepada Tuhan, Dia akan menjawab, “Ini Aku” (Yes 58:9)  dan Tuhan tidak pernah jauh, tetapi selalu dekat.

 

 

Yeremiah, sebagai seorang nabi, menghabiskan hidupnya dengan berseru untuk bangsa dan negaranya. Tetapi, jika bukan Yeremia yang berdoa kepada Tuhan, Tuhan akan memilih orang lain untuk menempati tempat Yeremia. Ketika kita mempelajari para nabi dan pekerjaannya di Alkitab, kita melihat bahwa mereka hidup eksklusif sebagai pelayan-pelayan Tuhan.

Tuhan selalu mencari orang yang cocok dalam bingkai waktu dimana kita hidup. Ketika Dia menemukan pelayan yang benar, Dia akan memberikan kuasa dan Roh Kudus akan dicurahkan minyak urapan secara pribadi. Bagaimana setiap kita dipakai tergantung dengan wadah rohani mereka, tetapi kit aharus bersyukur ahwa kita dipanggil Tuhan untuk dipakai, karenanya, kita harus setia pada panggilan itu.

Dalam hidup ini kita dapat dipakai Tuhan untuk waktu yang singkat atau hidup kita sepenuhnya sampai mati. Jika kita ingin dipakai untuk waktu yang loama, kita harus hidup seturut dengan rencanaNya tanpa ada perubahan. Dalam rumah yang besar bukan hanya terdapat perabot dari emas dan perak, melainkan juga dari kayu dan tanah, yang pertama dipakai untuk maksud yang mulia dan yang terakhir untuk maksud yang kurang mulia. Jika seorang menyucikan dirinya dair hal-hal yang jahat, ia akan menjadi perabot rumah untuk maksud yang mulia, ia dikuduskan, dipandang layak untuk dipakai tuannya dan disediakan untuk setiap pekerjaan yang mulia.” (2 Tim 2:20-21).

 

4. Aku akan menyatakan Rahasia-rahasiaKu

 “Sungguh Tuhan ALLAH tidak berbuat sesuatu tanpa menyatakan keputusanNya kepada hamba-hambaNya, para nabi. Singa telah mengaum, siapakah yang tidak takut? Tuhan ALLAH telah berfirman, siapakah yang tidak bernubuat?” (Amos 3:7-8)

Allah Bapa kita akan menyatakan rahasia-rahasiaNya kepada mereka yang dengan tekun mencari dan mengetok pintu. Rahasia-rahasia Tuhan dapat diambil mereka yang dengan setia dan tekun mencari, yang menggerakkan keingintahuan kami dan pada saat yang sama memotivasi kami. Iman sejalan degnan firman, doa dan dengan tekun menghasratkan hadirat Tuhan adalah saat rahasia itu akan dinyatakan kepadamu.

Kebenaran ini pasti menunjukkan kasih karunia Tuhan kita yang besar. Ada banyak interpretasi dari apa arti rahasia yang dinyatakan, tetapi melenceng dari arti aslinya. Ada juga “melewati ujian melalui doa kesedihan yang dalam,” menginterpretasikan misteri, yang “akan dinyatakan dengan banyak informasi,” dan itulah artinya. Sebenarnya Tuhan menunjukkan saya banyak kejadian yang belum terjadi. “Tetapi FirmanNya: “Aku akan melewatkan segenap kegemilanganKu dari depanmu dan menyerukan nama TUHAN didepanmu: Aku akan member kasih karunia kepada siapa yang Kuberi kasih karunia dan mengasihani siapa yang Kukasihani.” (Kel. 33:19).

Allah Bapa tidak begitu saja memberikan sejumlah besar rahasia-rahasia spiritual, tetapi melalui aneka macam besar dan kecil ujian dan pencobaan dinyatakan. Tuhan memeriksa kesiapan kita untuk mengalami setiap hari dalam hidup rohani dan jasmani kita. Apa yang lebih menyakitkan da n sulit adalah kenyataan bahwa Tuhan memperingatkan kita waktu yang akan datang dan kita benar-benar tidak mempunyai tanda-tanda akan kapan, dimana dan dengan metode apa ujian berkembang. Inilah mengapa kita tidak dapat bebas dari ketegangan dan kita harus selalu berdoa tanpa henti. Sejak tampilnya Yohanes Pembabtis hingga sekarang, kerajaan Sorga diserang dan orang yang menyerangnya mencoba menguasainya” (Mat 11:12).

Tuhan sedang mencari jiwa-jiwa yang akan mendekati kerajaan sorga dan membuka pintu rahasia-rahasia rohani. Kemudian di waktu akhir Dia akan menggunakan mereka sebagai pekerja-pekerja untuk menuai tuaian gandum-gandum. Karena pekerjaan ini harus ditahan sampai Tuhan menyetujui kesiapan kita dan mencari lebih dalam dan berdoa terus menerus, tanpa akhir, merendahkan diri dan iman yang penuh kuasa.

Cara Tuhan menghadapi gereja kita tidak sama dengan gereja-gereja lain. Alasannya karena ini ada hubungannya dengan jaman akhir; akan ada pandangan-pandangan pernyataan kuat dan mereka yang tidak pasti. Saat kita kembali melihat pengalaman mengejutkan bangsa kita dimasa lalu, hal ini seperti mayoritas opini yang negative. Inilah mengapa subyek yang berhubungan harus hati-hati dan serius.

Hari ini, kita buta rohani dan terlebih lagi semakin kita maju, dunia ini semakin tidak pasti. Inilah mengapa Tuhan membaptis kita dengan Roh Kudus dan api – menyertakan kuasa Tuhan untuk menyelamatkan jiwa-jiwa yang terhilang. “Aku membaptis kamu dengan air sebagai tanda pertobatan, tetapi Ia yang datang kemudian daripadaku lebih berkuasa daripadaku dan aku tidak layak melepaskan kasutNya. Ia akan membaptiskan kamu dengan Roh Kudus dan api. (Mat 3:11) .

Kita mengalami baptisan api dahsyat Roh Kudus setiap hati. Tidak masalah dimana lokasi kita, kuasa Tuhan atas kita saat dua orang atau lebih berkumpul bersama-sama. Dan inilah keberanian percaya kita kepadaNya, yaitu bahwa Ia mengabulkan doa kita, jikalau kita meminta sesuatu kepadaNya menurut kehendakNya.” (1 Yoh 5:14) dan inilah janjiNya. Kita pasti akan diperbarui setiap hari melalui doa. Halleluya!

 

*Menurut Malaikat-malaikat Penjaga

Dalam Alkitab tidak disebutkan malaikat-malaikat “penjaga”. Disamping itu, Rasul Petrus dengan singkat menyebutkan malaikat ini dalam Kis 12:15 . Konsep dari malaikat-malaikat penjaga ini seringkali membangkitkan keingintahuan kita akan Alkitab. “Dan karena kami menafsirkan hal-hal rohani kepada mereka yang mempunyai Roh, kami berkata-kata tentang karunia-karunia Allah dengan perkataan yang bukan diajarkan kepada kami oleh hikmat manusia, tetapi oleh Roh. (1 Kor 2:13).

Kami sebagai orang-orang Kristen ingin tahu apakah  malaikat-malaikat penjaga itu benar-benar ada. Secara umum, orang-orang dengan karunia roh yang berbeda yang melangkah masuk dalam alam rohani mengetahui kebenaran, dan kita membagikan pengalaman nyata dengan dunia. Kejadian-kejadian rohani hanya dapat dikenali secara rohani dan Yesus memerintahkan kita menginformasikan orang-orang Kristen yang tidak sadar secara rohani akan kepastian dan dengan tepat merekam apa yang dinyatakan.

 


Kim, Joo-Eun: * Kim, Joo-Eun Bertemu Malaikat Penjaga

Satu minggu setelah Tahun Baru saya pergi kerumah kakek. Dengan penuh sukacita kakek nenek menyambut saya dengan sukacita. Pendeta yang juga ayah saya berkata, “Joo-Eun, sekarang ini kakek nenekmu akan berdoa dalam doa pertobatan, jadi lihatlah dengan seksama melalui mata rohani,” dan kemudian dia mulai bersiap-siap berdoa. Ayah saya meminta kakek nenek untuk berlutut dan mengulangi doa yang diucapkannya.

Keduanya mengulangi, “Bapa kami di sorga, saya adalah orang berdosa. Saya tidak mengenalmu dan hidup sampai saat ini menyembah berhala kami. Ampunilah dosa-dosa kami! Mulai sekarang saya akan menerima dan menyembah anakMu Yesus Kristus sebagai juru selamat saya,” dan ketika mereka berdoa, Tuhan mengirimkan 2 malaikat turun dari sorga yang berdiri disamping kakek nenek saya. Dua malaikat itu adalah malaikat penjaga kakek nenek saya yang akan melindungi mereka sampai akhir.

Secepat malaikat itu turun dari sorga, mereka menghormat dengan membungkukkan kepalanya didepan Yesus, dan dengan mengangkat satu tangan yang terlihat seperti sedang berjanji. Pemandangan ini terlihat gagah berani namun rendah hati. Yesus berbicara kepada mereka dengan suara yang agung dan mulia. “Engkau sudah dipercaya dengan tugas melindungi saudara Kang, Soo-Yong dan saudari Haam, Oak Boon sampai mereka meninggalkan bumi. Apakah kau mengerti?” Secepat perintah diberikan, para malaikat itu menundukkan kepalanya dan berlutut dan dengan hormat menjawab, “YA Tuhan saya yang Kudus! Kami akan melakukan seperti yang Kau katakan”.

Tetapi yang aneh saat mereka menjawab, sayap –sayap para malaikat itu lenyap, jadi saya bertanya kepada Yesus. “Yesus! Saat para malaikat itu turun dari sorga mereka memiliki sayap, tetapi mengapa tiba-tiba sayap mereka lenyap?” Yesus menjelaskan, “AnakKu kekasih sesame, tidakkah engkau memiliki pikiran yang ingin tahu? Sayap-sayap para malaikat itu tidaklah menghilang.”

 

* Sayap-sayap malaikat dan Bulunya

 “Sayap-sayap dan bulu malaikat mempunyai kedekatan dengan iman orang percaya. Saat orang percaya itu hidupnya dicurahkan dan setia padaKu, sayap-sayap malaikat itu akan bertumbuh dan kemudian akan menjadi sayap yang besar. Juga, bulu-bulu pada sayap itu akan bertumbuh dengan indahnya. “Oh saya mengerti, Tuhan! Terima kasih sudah menjelaskan kepada saya.” Ketika saya memperlihatkan ucapan syukur saya kepada Yesus, Dia tersenyum dan sangat senang.

Yesus menceritakan bahwa di sorga ibu dan nenek saya bersama kami sekarang merayakan kakek nenek saya yang menerima keselamatan dan Tuhan berjanji untuk membawa ibu dari nenek saya ke ibadah di Gereja Tuhan.

 

Ketika saya menyampaikan informasi kepada bapak pendeta, dia sangat gembira dan berkata, “Joo-Eun! Ini adalah hal yang sensitive, jadi kita harus berhati-hati membicarakannya. Ini adapat memunculkan kritikan besar dari banyak gereja disekitar bangsa kita.” Begitu pendeta selesai berbicara, Yesus berdiri disamping saya dan berkata, “Apakah ada sesuatu yang tidak bisa Aku  lakukan? Pendeta Kim jangan mencemaskan dirimu! Aku sudah mengundang banyak jiwa dari sorga untuk bergabung dalam ibadah di Gereja Tuhan dan ini karena ibadahmu terfokus padaKu dan hidup secara rohani. Di masa mendatang Aku berencana untuk mengambil banyak dari hambaKu yang terkenal di Alkitab secara pribadi untuk menyaksikan khotbah di Gereja Tuhan dan jemaat yang mempunyai karunia penglihatan rohani akan jelas melihat dan berbicara dengan mereka.”

Dipenuhi dengan kegirangan saya melihat kepada Yesus, berseru, “Wow! Yesus! Tidakkah itu berarti bahwa iman pada leluhur kita, Abraham, Musa dan Elia akan menghadiri ibadah gereja kita?” Yesus menjawab, “Ya, ya. Tentu saja, ya! Sekarang ini mereka ingin mengunjungi Gereja Tuhan.”

Ketika tiba di rumah saya membagikan hal ini kepada Yosep dan dengan cepat dia meresponi, “Wow! Saya kan bertemua dan berbicara dengan anak-anak perempuan Ayub terlebih dahulu.” Ketika mendengar itu saya cemburu. Sekali lagi Yesus memberikan firmanNya untuk mengingatkan ayah saya untuk mencatat dengan tepat apa yang terjadi hari ini.

 

*  Proses Menerima Yesus

“Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan.” (Roma 10:9-10).

Yesus menjelaskan, “Sesame! Supaya seseorang diselamatkan, mereka harus percaya dan menerimaKu masuk dalam hati mereka, tetapi yang sangat penting adalah memiliki hati dan pikiran yang tulus. Banyak orang yang menerimaKu tetapi berakhir di neraka, karena selama doa pengakuan mereka hanya berdoa tanpa ketulusan!”

Yesus juga berkata, “Banyak orang mengaku bahwa mereka menerima dan memproklamirkan Aku dalam hati mereka dan dengan mulut percaya mereka diselamatkan, karena mereka sudah percaya kepadaKu untuk waktu yang lama, tetapi lamanya waktu tidaklah menentukan keselamatanmu. Ini adalah proses menghasilkan buah-buah dalam karaktermu yang menuntunmu lebih dekat meraih keselamatan. Banyak orang percaya secara buta pengajaran-pengajaran tidak benar yang menyatakan dengan mulut mereka menjamin keselamatan mereka – dan dibawah ilusi bahwa mereka akan pergi ke sorga. Keselamatan harus disadari melalui takut dan gentar dan setiap orang harus bertumbuh dalam iman yang sungguh-sungguh.” Hati Yesus patah dan frustasi karena begitu banyak jiwa yang berakhir di neraka karena mereka percaya dengan tidak menentu.

Saya bertanya kepada Yesus, “Yesus! Apa yang saya lakukan? Dapatkan saya menerima keselamatan?” Yesus dipenuhi dengan kasih karunia meresponi. “Ya, tentu saja. Mengapa SesameKu tidak bisa menerima keselamatan? Tetapi, engkau harus tekun taat dan hidup setia. Apakah kau mengerti?” Saya berjanji dan berkata, “Ya, Tuhan! Saya akan hidup seperti yang Kau katakan.”

 “Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat, karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar, bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu  ku tidak hadir” (Fil 2:12).

“karena kamu telah mencapai tujuan imanmu, yaitu keselamatan jiwamu.” (1 Pet 1:9).

 

Kim, Joseph: Akhirnya Yosep bertemu dengan Iblis Perempuan

Saya berkonsentrasi meminta Tuhan karunia penglihatan roh dan saya berapi-api berdoa dalam bahasa roh ketika 3 kaki didepan saya ada seseorang mengenakan pakaian putih duduk memunggungi saya. Selama berdoa saya berpikir ‘Siapakah orang ini yang duduk memunggungi saya?” Orang itu tidak seperti laki-laki karena rambut lurusnya diikat panjang dan sedikit berguncang. Saya menjadi benar-benar ingin tahu dan ketakutan saya mulai muncul.

Saya yakin bahwa itu adalah iblis, tetapi tanpa bergerak, dia duduk memunggungi saya. Ketakutan saya bertambah. Tiba-tiba waktu itu terdengar teriakan, “Ahhhh!” kepala iblis itu berpaling dan melihat saya dan jantung saya berhenti berdetak. Kepala iblis perempuan itu memutar dengan mulut terbuka dengan darah yang tercurah dari taring-taringnya dari atas sampai ke bawah mulutnya. Pinggir mata roh jahat itu berdarah saat dia menyipitkan matanya dan mengawasi saya, berkata. “Aku akan mengirimmu ke neraka!” Ketika saya mendengar ini saya ketakutan dan tidak tahu apa yang saya lakukan, jadi saya mulai berdoa perang. “Hey, kau roh jahat najis! dalam nama Yesus pergi dari saya! Tinggalkan saya!”

Tetapi Iblis ini tidak mudah diusir. Dia menyerang saya dengan kuku-kukunya yang tajam mencakar saya. Seringkali saya mengingat ayat-ayat Alkitab supaya selalu siap untuk serangan iblis, jadi saya berseru, , “Karena itu tunduklah kepada Allah dan lawanlah Iblis, maka ia akan lari daripadamu” (Yak 4:7). Bahkan dengan ayat ini iblis ini tetap tidak mau pergi karena dia sangat jahat. Saya mulai berkata dengan keras Mark 16:17 dengan penuh otoritas. “Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya;mereka akan mengusir setan-setan demi namaKu, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang barubagi mereka.” Pada waktu itu pertamakalinya iblis pergi dari saya.

Saya terus berdoa setelah kejadian ini dan iblis-iblis perempuan tidak terhitung jumlahnya terus menerus mendekati saya. Sampai sekarang, sebelum saya menerima karunia penglihatan roh ini, saya sering menangis dan cemas bahwa saya tidak akan pernah menerima karunia ini. Ketika pertama kalinya saya mendengar betapa cepat saudari Baek, Bong-Nyo, Haak-Sung dan Joo-Eun menerima karunia penglihatan roh mereka dan perang secara roh dengan iblis, saya tidak pernah mimpi bahwa saya akan mengalaminya sendiri. seperti yang dapat kita lihat dengan mata dan berbicara, iblis-iblis itu sangat jelas dan dapat dilihat dengan mata. Kita dapat melihat mereka dengan seluruh indra kita. Roh jahat tanpa mata dan beberapa kali hanya bola mata yang bergulingan didepan saya, sedangkan roh jahat biru dengan mata kucing dan banyak roh jahat perempuan terus menyerah saya, tetapi saya mencungkil mata mereka dan melemparkan sejauh mungkin.

Kemudian tiba-tiba sunyi dan saya tidak dapat melihat apapun, jadi saya terus berdoa dalam bahasa roh. Babi hutan raksasa dengan taring-taring yang tajam dari kedua sisinya terdengar sangat keras, “Honk!” Uap panas keluar dari hidung dan mulut babi hutan itu dan menghantam saya, bau menjijikkan membuat saya pusing. Tanpa peringatan, saya benar-benar tidak siap, babi itu mencoba menabrakkan kepalanya kepada saya, jadi Haak-Sung yang berdoa disebelah saya berteriak, “Yosep, perhatikan – ini bahaya! Berlindunglah dan bergeraklah!” dan dengan peringatan itu, dia mengkonfrontasi dan berdiri muka dengan muka dengan babi. Saudara Haa-Sung mencekik leher babi dan mendorongnya ke tanah, kemudian babi itu mengerang “Honk!” kemudian menghilang.

Saya mendesah, “Whew!” untuk melepaskan ketegangan dan mulai berdoa dalam roh secara terus menerus. Saat ini saya melihat batu besar, ada lubang gelap dimana-mana. Saya mulai melihat sesuatu yang tampak seperti serigala-serigala, dan satu demi satu mereka mengaum, menjerit “Aooooo! Aooooo! Aoooo!”.Kemudian ada angsa menabrak. Pada saat yang sama, tanpa sadar, seekor anaconda merayap disebelah saya dan mulai membelit dan mencekik saya – yang terjadi dalam sekejap mata.

Ketika kesulitan untuk bernafas, pada waktu itu saya berpikir hanya masalah waktu saya akan mati, jadi saya menendang dan melawan, tetapi tidak ada energy tertinggal untuk menjerit. Saya mengumpulkan semua kekuatan saya: “Tuhan, Tuhan! Kuatkan saya! Berikan saya kekuatan” dan dengan cepat saya dipenuhi kekuatan luarbiasa. Saya mencengkeram anaconda dengan tangan dan melemparkannya jauh.

Akhirnya, setelah mengalahkan serangan dari roh jahat, saya merasa seakan-akan doa saya tiba-tiba mendapatkan sayap-sayap dan terbang dengan kecepatan yang tidak bisa dipercaya ke sorga. Saya merasa berbeda. Atmosfer disekeliling bumi bersinar kuning kemerahan dan sangat indah.

 

Kim, Joo-Eun:*Roh Jahat berupa Babi hutan buas

Roh jahat berupa babi hutan muncul didepan saudara saya, Yosep, mulai menekan saya dan dia menunjukkan warna abu-abu. Saya ketakutan sehingga saya membuka mata saya dan babi hutan itu lenyap. Saya menutup mata lagi dan terus berdoa. Didepan saya ada hutan yang paling dalam dan saya berjalan sendirian. Kemudian babi hutan yang saya lihat sebelumnya muncul kembali secara tiba-tiba, mengejar saya dengan cepat dan mencoba menjatuhkan saya. Saya berlari tak keruan dari babi hutan yang mengejar saya itu, saat saya melihat didepan ada jalan lebar dan saya lari ke tengah-tengah jalan dan disana saya melihat Yesus berdiri.

Saya berseru kepada Yesus, “Yesus, Yesus! Tolong selamatkan saya. Babi hutan liar menyerang saya!” dan saya lari ke pelukan Tuhan. Tuhan menghibur saya dan berkata,”Joo-Eun sayang, jangan cemas.” Yesus kemudian menangkap babi hutan itu, mencabut semua bulunya, menjatuhkannya dan babi hutan menjerit kesakitan. Kemudian Yesus melemparkan babi hutan itu jauh dari saya.

 

* Rumah saya di Sorga

Saya berkata, “Yesus sayang! Saya ingin melihat rumah saya di sorga. Saya ingin sekali melihatnya. Tolong ijinkan saya sekali saja!” dan saya merayu Tuhan. Seketika itu, pemandangan berbeda dibuka didepan mata saya dengan pemandangan yang tidak bisa dipercaya dimana sinar terang luarbiasa terpancar, jadi saya tidak bisa membiarkan mata saya tetap terbuka. Rumah besar di kejauhan dibungkus dengan berbagai bayangan sinar pink cemerlang. Saya pikir ‘Saya menyukai warna pink….wow! Saya tidak tahu siapa pemilik rumah ini, tetapi saya sangat cemburu, sangat sangat cemburu.’ Yesus menggandeng tangan saya dan menuntun mendekat ke rumah itu dan berkata bahwa kami akan menemukan siapa pemilik rumah itu, jadi saya mengikuti Dia. Saya sungguh bahagia sampai mau pingsan.

Rumah itu tidak lain adalah rumah saya, dan ada sebuah tanda di samping tertulis  ‘Rumah Sesame’ – panggilan saya. Dari kejauhan rumah itu kelihatan berwarna pink, tetapi ketika saya mendekat ternyata ada banyak campuran warna cemerlang. Rumah saya di sorga sungguh luarbiasa, besar dan tinggi, ketika saya berdiri di depannya saya seperti debu. Lebarnya sangat lebar. Yesus sudah tahu kalau warna favorit saya adalah pink dan Dia menyiapkan rumah saya dengan warna pink cemerlang. Didepan pintu masuk berdiri dua malaikat tinggi memegang pedang dan ketika mereka melihat saya, dengan hormat mereka membungkuk, “Selamat datang, saudari Joo-Eun!” Saya tidak masuk rumah itu, hanya menikmati tampak luarnya.

Ada banyak permata dan berlian yang tidak pernah saya lihat sebelumnya terganjal di pintu masuk dan dinding dan ketika sinarnya berkilauan saya tidak bisa berpikir jernih. Beberapa area di rumah dibentuk seperti mainan lego dan semakin tinggi rumah itu, semakin mekar seperti bunga morning glory. Saya tidak tahu mengapa, tetapi mungkin karena itu rumah saya dan semua rumah lain tampak lebih kecil dari rumah saya. Saya mengucap syukur kepada Yesus, lagi dan lagi. “Yesus, Yesus sayangku! Terimakasih banyak. Ini luarbiasa dan indah!” Kemudian Yesus menjawab, “Sama-sama Joo-Eun! Lain kali Aku akan mengajak ke dalam rumahmu, jadi berdoalah dengan tekun.” Juga, Yesus berjanji bahwa jika saya melakukan sesuatu dengan iman, apapun itu, Dia akan membangun rumah saya lebih besar dan lebih tinggi.

 

Lee, Haak-Sung:* Doa yang membumbung tinggi sampai ke sorga

Selagi saya berdoa, Yesus mendatangi saya dan Dia melewati antara semua doa pribadi dan tersenyum, bergumam dibawah nafasNya. “Aku ingin melihat doa siapa yang membubung tinggi sampai ke sorga,” dan secepat Dia mengatakannya, setiap kami mulai berdoa, mencoba memenuhi dengan api dahsyat Roh Kudus. Saya merasakan seperti kami sedang menembakkan pistol doa.

Yesus berkata dengan lantang, “Lihat. Betul, baiklah! Seperti yang diharapkan, Pastor Kim melakukan dengan sangat baik! Ya, ya, kau melakukan dengan baik. Lebih keras, lebih berapi-api, lebih sungguh-sungguh! Oh ya, kau melakukan dengan baik. Luarbiasa… Sister Kang, Hyun-Ja, dan apakah mempelaiKu harus berdoa nyaring? Ya, betul!” Kemudian Yesus berkonsentrasi mendengarkan Yosep, Joo-Eun, saya, Yoo-Kyung, ibu saya dan Diakones Shin. Yesus maju dan mundur diantara kami untuk memeriksa setinggi apa doa kami menjelajah. Secara visual saya dapat melihat bahwa doa kami seperti sebuah pertandingan dan ditunjukkan seperti grafik.

 

===== February 10, 2005 (Thursday) =====

Sermon Passage: Sebab didalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperto ada tertulis: “Orang benar akan hidup oleh iman” (Roma 1:17).

 

Kim, Joo-Eun:* Joo-Eun melihat Pintu masuk Neraka

Saya sedang berdoa dengan kencang ketika bayangan Yesus yang bersinar mendekati saya. Yesus memegang tangan saya dan berkata, “SesameKu! Engkau harus datang denganKu, jadi ikutilah Aku.” Saya menjawab, “Ya, Yesus.” Secepat saya memegang tangan Tuhan, tiba-tiba saya sedang berjalan disepanjang terowongan gelap dan panjang dan saya melihat tiba-tiba saya ada di neraka.

Seperti biasanya, jalan di neraka selalu gelap dan membuat saya merinding. Kami berjalan sesaat dan saat kami berjalan, di sebelah kiri jalan saya melihat ada panah besar jelas didepan saya. Awalnya seperti panah yang menunjuk kepada arah tertentu, tetapi kemudian saya menyadari bahwa tidak ada jalan lain kea rah yang dituju. Ketika kami berjalan semakin dalam, tanda bersih tertulis, ‘Pintu masuk Neraka’ tertangkap mata saya dan saat itu tubuh saya mengerut. Tuhan membaca pikiran saya dan berkata, “Joo-Eun, jangan cemas, Aku akan melindungimu” dan Dia meyakinkan saya.

Semakin berjalan masuk, jalannya merah membara dan saya tidak tahan dengan panasnya yang menyengat. Tampaknya segala sesuatu dibuat panas dari panas yang luar biasa. saya bertahan selama mungkin, tetapi kemudian saya menjadi semakin ketakutan dan ngeri, jadi saya menjerit,  “Yesus, Yesus! sangat panas dan saya takut” Tuhan menenangkan saya dan mengingatkan supaya tidak kuatir.

Akhirnya, ketika pintu neraka terbuka dengan api panas yang menyengat, jeritan banyak orang yang tidak terhitung dapat terdengar. Banyak jalan kecil yang melebar, terbagi dan berhubungan dengan banyak jalan lain dan di kedua sisisnya adalah jalan berjurang tanpa dasar. Nyala api baik kecil maupun besar tampak hidup dan naik ke jurang. Di sebelah kiri ada banyak penggorengan raksasa yang panas dengan pegangan dikedua sisinya. Saya sudah lihat banyak orang dimasak hidup-hidup sebelumnya, tetapi sekali ini luarbiasa perbedaan ukurannya. Penggorengan itu sepuluh kali lebih besar dari lapangan atletik.

Wajan itu dipenuhi dengan tubuh-tubuh telanjang dan ada banyak asap rokok. Iblis-iblis mulai menuangkan minyak ke tubuh-tubuh itu yang mulai menjerit dan lari tak keruan mencoba menghindari minyak itu. Dibawah kaki mereka, wajan terlihat merah menyala karena api dan diatasnya setan-setan menggodok mereka dan mencurahkan minyak panas diatas mereka. Orang-orang tampak seperti  lap kotor, tetapi daging mereka terkuliti saat mereka menggertakkan gigi.

Di sisi lain, ada dinding gunung dan setiap dinding ditutupi dengan lubang-lubang tak terhitung. Lubang ini berhubungan dengan dasar neraka dan didalam lubang gelap terdengar suara jeritan orang-orang terus menerus. Baunya sangat menyengat jadi saya berkata, “Yesus! Perut saya sakit dan ini tidak tertahankan,” Tuhan menjawab, “Tentu saja, Joo-Eun! Aku yakinkan kau tidak bisa membau apapun.” Kemudian Dia menyentuh hidung saya, mengijinkan saya hanya untuk melihat dan merasakan sesuatu disekitar saya.

Disamping wajan panas itu, saya dapat melihat banyak aneka macam roh jahat mengelilinginya. Mereka berwujud wanita tua, berambut pendek, tengkorak berambut putih, bermacam-macam spesies ular, iblis berkepala binatang, mereka dengan sayap kelelawar yang terbang, masih ada banyak yang lain yang tak terhitung. Setiap iblis ini membawa senjata mematikan.

Ada juga banyak roh jahat dengan pandangan asing memegang pisau besar. Saat orang-orang yang kesakitan menunjukkan penolakan dengan berteriak dan mencoba memanjat, roh-roh jahat ini mempunyai tugas menusuk mereka berulang-ulang dengan pisau besar, menghancurkan tubuh mereka dan melemparkan kembali kedalam api.

* Sate Manusia di Neraka seperti Sate Ayam

Yesus menuntun saya ke tempat lain dimana saya hampir pingsan melihatnya. Sepulang sekolah, saya sering membeli tusuk daging, telur masak dan sate ayam yang saya makan ditoko itu. Tettapi saat saya melihat gambar yang serupa sate ayam di neraka, saya merinding ketakutan. Pemandangan itu sangat menakutkan yang membuat saya tidak memperhatikan bahwa Yesus berdiri disebelah saya.

Seorang laki-laki, kemudian perempuan, kemudian laki-laki lain dan disusun teratur sampai tinggi dan sama sekali tidak berserakan, mungkin karena roh jahat raksasa memegang mereka dari sisinya. Semua orang itu telanjang dan ditumpuk dalam banyak ketinggian. Beberapa ketinggian 130 kaki, 328 kaki dan ada juga 492 kaki.

Teror pada orang-orang itu tampak nyata dan sepertinya tidak ada jalan bertahan dari apa yang terjadi. Saat tumpukan manusia itu siap, roh-roh jahat mengambil tusukan yang panjang dan tajam seperti alat, yang lebih panjang dari tumpukan manusia dan menusuknya lewat dada. Sekejap saja tusuak itu masuk melalui dada orang terakhir di dasar tumpukan manusia. Saat itu jeritan menyedihkan terdengar seperti merobek langit: “Ahhh! Tolong bantu saya! Tolong, tolong! Berhenti!”

Roh-roh jahat raksasa itu mengatur dan mengambil tusukan lain yang panjang dan kali ini, menusuk area abdomen bawah dan kemudian menusuk sate manusia sekaligus. Orang-orang menjerit, meminta belas kasihan. Roh jahat lain mendekat, meringis, memegang tusuk daging panjang dan mulai menusuk mencentil orang-orang. “Selamatkan saya! Tolong, jangan lakukan ini! Berhenti, berhenti saja! Kau iblis  terkutuk!”

dan orang-orang itu mulai mengutuk—tetapi tidak ada gunanya. DArah mulai tercurah keluar dari manusia. Tampak seperti ketika ibu saya memasak kentang manis. Dia akan menggunakan sumpit logam untuk mencungkil melihat apakah benar-benar sudah masak.

Yang membingungkan adalah sekalipun orang-orang berjuang dengan segala tenaga, menendang dan menjerit, mereka tidak terjatuh. Iblis-iblis  itu besar seperti raksasa hampir setinggi langit dan rambut mereka keriting, alis mata dan bulu mata  melingkar seperti cacing yang menjijikkan. “Ya! Ini menakutkan, oh, mengerikan!” Begitu saja saya ekspresikan kejijikan saya. Iblis-iblis  itu terus berteriak dan tertawa keras, “Wow! Ini luar biasa, luar biasa” dan mereka berteriak terus dan terus.

Tusukan daging yang panjang ditusukkan ke tumpukan orang dengan pegangan yang besar dan setan-setan lain mendatangi dan mengangkat orang-orang itu ke api yang membara. Kemudian mereka meletakkan mereka ke nyala api dan memutarnya. Waktu itu orang-orang dalam tusukan menjerit dan mereka dipanggang hidup-hidup dalam api. Manusia ini merasakan baik kesakitan karena tusukan daging maupun karena dipanggang hidup-hidup.

Saya bertanya kepada Yesus: “Yesus, bagaimana bisa mereka merasakan sakit yang luarbiasa ini?” dan kemudian Tuhan menjawab, “Joo-Eun! Tidak perduli penghukuman menyakitkan disini di neraka, semua indra mereka hidup – seperti mereka yang ada di bumi. Marilah mendengarkan apa yang dikatakan iblis-iblis itu.”

Setan-setan itu mengambil tusukan dari api dan berkata, “Sepertinya lezat. Yang manakah yang harus aku makan dulu orang-orang bodoh ini, yang pertama, sesuai urutan atau dari tengah?” Panggangan manusia itu tidak mati, mereka hanya hangus dan masih hidup tapi benar-benar kelelahan.

Setiap iblis mengambil setiap tusuk, “Oh, tidak mengapa. Aku akan makan mereka sesuai urutan!” dan kemudian mulai merobek daging seperti daging barbeque, mereka patahkan tulang rawan dan tulang-tulang mereka. Suara retakan setiap saat setan itu menghancurkan tulang-tulang manusia dan masuk ke mulutnya. Orang-orang menjerit kesakitan dan secepat itu lenyap dari mulut setan itu.

Orang berikutnya di tusukkan menunggu, ketakutan dan mulai menendang dan menjerit tetapi tidak ada gunanya. Semuanya hangus menghitam dan dalam terror. Satu demi satu saya menyaksikan manusia dimakan hidup-hidup oleh iblis-iblis dan saya dipenuhi dengan kesedihan dan airmata mengalir turun. “Yesus, Yesus! saya menyesali orang-orang ini. Apa yang dapat saya perbuat? Saya tidak tahan melihat mereka lagi.” dan saya terisak.

Mereka yang hangus dalam api dan dimakan roh-roh jahat mulai regenerasi kembali daging dan tulangnya. Kemudian mereka dituntun ke kelompok dan beberapa secara individu oleh bermacam-macam setan dipindahkan ke tempat lain di neraka. roh-roh jahat itu tidak mengatakan kemana mereka dibawa, tetapi ketika penderitaan seseorang berakhir, tanpa pertimbangan mereka semua dipindahkan kembali ke tempat lain.

Orang-orang berteriak, “Kemanah kau membawa kami sekarang? Tolong, tinggalkan kami sendiri. Punya belas kasihan kan kamu,? dan ketika mereka bertanya, roh-roh jahat menjawab,” Tutup mulutmu bodoh! Tidak dapatkan engkau hanya dian dan ikut?” dan mereka mulai menusuki orang-orang itu dengan arit kebiru-biruan dan mencabik mereka. Kemudian Yesus menuntun saya ke tempat lain.

 

* Tumpukan besar Alat Penyiksaan

 “Yesus! Kemanakah Engkau membawa saya sekarang?” Ketika saya bertanya kepada Tuhan, Dia menjawab dan saya mengetahui ketika sampai tempat itu dan sekali lagi dibawa ketempat raja iblis, Setan. Setan sedang duduk di atas tahtanya. Tetapi ada yang  ganjil karena di meja besar yang diatur didepan seta nada banyak alat penyiksaan dan senjata yang menakutkan tajam dan menakutkan ditumpuk. Kemudian parade orang tanpa akhir datang. Mereka sejumlah besar manusia, saya tidak mengerti sebanyak apa mereka.

Dengan melihat dari dekat perlengkapan diatas meja, ada banyak peralatan yang saya kenali karena saya dapat melihatnya setiap hari di bumi. Ada sabit-sabit kebiruan, kapak, beraneka macam bentuk dan ukuran pisau, kail yang lebih besar manusia, cambuk, garpu pisau cukur yang tajam, cangkul, obeng-obeng, gurdi, bor-bor. tombak, senjata api dan banyak alat lainnya yang digunakan untuk memukul dan menusuk. Wajah dari orang-orang itu  memucat melihat apa yang didepan mereka.

Selagi Yesus dan saya mengamati raja roh jahat, Setan, di lubang besar, Yesus berkata “Marilah kita pergi sedikit jauh” dan kemudian Dia menarik tangan saya. Satu sisi saya ketakutan tetapi saya merasa aman karena Yesus ada disebelah saya. Belum begitu lama kami berjalan ke tempat raja roh jahat berada dan disekitar setan dan para pengikutnya, kami mulai melihat banyak jiwa secara dekat.

 

* Joo-Eun Menghadapi Setan lagi

Di neraka, setan mengutut semua jiwa-jiwa sambil bersiap-siap menyiksa mereka. Mata kami bertemu. Ketika mata kami bertemu, dia menatap saya ketakutan dan tiba-tiba berteriak keras. “Kamu! Mengapa kamu disini lagi? Pergi sekarang! Mengapa, mengapa lagi? Huh, mengapa kamu tetap kesini! Apakah kau mencoba mencungkil mataku keluar dan merobek sayap-sayapku seperti waktu yang lalu? Hey, tidak ada sayap kali ini. Aku tidak membuatnya. Hey kamu babi! Hey kamu anak bangsat! Mengapa kamu selalu menggangguku?” ada banyak sumpah serapah yang keluar ditujukan pada saya. Raja iblis dengan kemarahan yang dalam tertuju kepada saya, tetapi dia menggunakan pengawalnya untuk melawan saya karena dia takut saya akan menggunakan otoritas Yesus.

Setan tidak melihat saya sebagai anak muda, dia terus mengutuk saya tanpa henti seperti pertengkaran orang dewasa. Selama itu dia melihat ekspresi Yesus, dia mulai berbicara lagi tanpa mengutuk, karena dia takut Yesus yang berdiri disebelah saya dan dia berteriak dari dalam dadanya “Ahhhh, manusia, ahhhh, manusia!” Saat itu Yesus memandang dia dengan tajam dan Setan menjadi tunduk dan menunddukkan kepalanya, terjatuh, tidak bisa bicara dan tertelungkup.

Saya tidak ingin kehilangan kesempatan dan saya berteriak kepada raja iblis “Hey! Kamu setan terkutuk! Kamu mau aku? Terkutuklah kamu!” Ketika saya meresponi tanpa takut Yesus tertawa meledak. Seperti sebelumnya, saya ingin menunggangi setan dan merobek-robeknya, tetapi Yesus membujuk saya,  “Joo-Eun! Cukup.” Dia meneruskan “Sayangku Sesame! Jika kamu terus memprovokasi iblis-iblis najis itu, mereka akan berpura-pura dan menyerangmu dan menyebabkanmu kesakitan, jadi kali ini biarkan pergi.”

setelah raja roh jahat terus mengutuki saya dan saya tidak pernah dikutuk sebanyak itu sebelumnya. Saya sangat marah dan mulai membalas mengutuk dia, tetapi kemudian saya sadar saya tidak ingin memenuhi mulut saya dengan kekotoran, jadi saya berhenti. Kemudia saya membujuk Yesus: “Yesus! Setan kotor itu mengutuki saya begitu banyak. Saya marah dan itu membunuh saya dari dalam.” Dan kemudian Yesus memerintah dengan keras, “Kamu pikir kamu itu siapa mengutuki orang sekarang? Kamu hanyalah roh jahat kotor dan kamu berani mengutuki anakKu, Joo-Eun?” setan dengan suara gemetar dan berjanji, “Ya, tentu saja. Aku tidak akan melakukannya lagi. Maaf. Aku tidak akan pernah melakukannya lagi.”

Hati saya mulai besar dan saya mulai menyerang Setan dengan memborbadirnya dengan penghinaan. Setan memandang saya tanpa bisa apa-apa, tetapi pandangannya menyatakan bahwa dia akan membalas saya kemudian hati. Kemudian dengna suara kecil dia berkata, “Kamu mati. aku akan mendapatkanmu kemudian!” Sambil menangkap ekspresi Yesus, saya memprovokasi Setan dengan berkata, “Kamu gila? Ha-ha!” dan saya terus menganggunya. Roh jahat itu hampir meledak kemarahannya. Saya berkata kepada Yesus, “Yesus! Saya pikir saya ingin pergi sekarang, karena saya tidak ingin melihat wajah najisnya lagi!” Dengan jengkel raja roh jahat berkata, “Buset, apa yang kamu katakan?”

Yesus berkata kepada saya, “Joo-Eun, neraka adalah tempat dimana kau menderita untuk selamanya. Juga semua jiwa ada di neraka karena mereka menolakKu di bumi –dan ini adalah dosa tak terampunkan. Aku ingin mengampuni mereka, tetapi mereka sudah menebus kesempatan itu. Mereaka adalah pendosa, karenanya mereka harus bertahan dan menderita apapun penghukumannya adalah kekal. Di neraka beberapa penghukuman ditujukan untuk pribadi dan untuk beberapa yang lain tidak tetapi setiap dari mereka akan menderita berbagai malapetaka dan hidup kekal didalam kutuk.” Setelah itu Yesus membawa saya ke tempat lain, jadi saya mengikuti Yesus.

 

* Ruangan dengan Serangan Beracun

Yesus dan saya memasuki ruangan yang dipenuhi dengan serangga merayap dan mematikan ketika tiba-tiba saya sadar bahwa saya sendirian. “Tuhan, Tuhan! Dimana Engkau?” dan tidak perduli betapaun saya memanggil, Tuhan tidak ada disana. Sekarang saya mengerti bagaimana perasaan saudari Baek, Bong-Nyo. Skenario yang mengejutkan, menjijikkan dan membuat merinding harus saya hadapi. Saya terjebak dalam ruangan kecil dan gelap, udara lembab masuk lubang hidung saya. Beberapa saat kemudian beberapa serangga aneh mengerumuni saya dan saya tidak sadar darimana mereka datang, mereka tampak seperti ulat pinus, larva, cacing, kelabang dan banyak spesies lain yang saya tidak tahu mulai merayapi saya. Saya berpikir saya akan pingsan dan saya berseru dengan putus asa, “Tuhan, dimanakah Engkau? Hei kamu serangga menjijikkan!! Api Roh Kudus! Dengan Api Roh Kudus bakar mereka!” dan saya mulai mengambili serangga dari tubuh saya. Api Roh Kudus mulai keluar dari tubuh saya dan sekejap saja membakar serangga-serangga yang  merayapi tubuh saya.

Tetapi serangga-serangga dilantai terus merayapi tubuh saya. “Yesus, Yesus! Selamatkan saya! Dimanakah Engkau?” dan saya berseru-seru memanggil Yesus, tetapi Dia tidak tampak dimanapun. “Oh, Yesus! Mengapa Engkau membawa saya ke tempat ini?” saya menangis dan menjerit. Akhirnya Yesus muncul dan menuntun tangan saya kembali ke gereja.

Yesus bertanya bagaimana keadaan saya dan saya menjawab bahwa saya tidak ingin kembali ke ruangan itu lagi. Setelah itu Tuhan meresponi, “Engkau akan baik-baik saja! Engkau adalah anak kecil dengan iman yang kuat, karenanya engkau dapat menahan segala sesuatu. Aku akan menggunakan engkau luar biasa.” Tuhan berjanji untuk membawa saya ke neraka lebih sering lagi, karena ini adalah cara yang terbaik untuk membuka karunia penglihatan roh dan menjadi pasti dalam keperbedaan dan melalui kunjungan ke neraka, hal-hal akan menjadi lebih jelas.

 

===== February 11, 2005 (Friday) =====

Sermon scripture: “Aku menulis kepada kamu, hai anak-anak, karena kamu mengenal Bapa. Aku menulis kepada kamu, hai bapa-bapa, karena kamu mengenal Dia, yang ada dari mulanya. Aku menulis kepada kamu, hai orang-orang muda, karena kamu kuat dan firman Allah diam di dalam kamu dan kamu telah mengalahkan yang jahat.  Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu.  Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia..” (1 Yoh 2:14-16)

 

Pendeta Kim, Yong-Doo:      *Pasukan iblis Militer masuk ke  Saudari Baek, Bong-Nyo

Selama doa sepanjang malam, untuk sesaat saudari Baek, Bong-Nyo terlihat kosong dan saat itu roh-roh jahat masuk kedalam dia seperti serombongan lebah. Setelah memuji selama 3 jam dan berkhotbah, saya ke toilet dan ketika kembali saya dapat melihat roh-roh jahat terus masuk kedalam tubuh saudari Baek, Bong-Nyo. Dia berguling-guling di lantai menderita kesakitan parah dan saya tidak tahan melihatnya. Saya mengumpulkan tim untuk doa darurat dan kami mulai berdoa seolah-olah hidup kami tergantung padanya.

Mengapa? Saya mempunyai pikiran mengapa roh-roh jahat memasuki saudari Baek, Bong-Nyo, tetapi saya tidak tahu dengan pasti alasan-alasannya. Itu dimulai malam  ini. Kami berperang cukup hebat mengusir roh-roh jahat keluar dari tubuhnya sampai pagi hari. Sekalipun dengan kemampuan roh yang penuh kuasa, juga kekuatan jasmani, saya mulai merasa lelah dan anggota yang lainnpun keluar cukup banyak energy dan satu demi satu jatuh kelelahan.

Seperti yang Dia lakukan sebelumnya, Yesus berdiri tanpa berkata apapun dan mengawasi kami dalam diam. Bagi kami, kami tergesa dan sangat membutuhkan pertolonganNya dan solusi-solusinya, tetapi Yesus yang mengendalikan. Dia meyakinkan bahwa kami bertahan dalam setiap langkah mulai dari awal. Ketika saya melihat melalui mata roh, konfirmasi bahwa ini hanyalah proses.

Sepanjang malam kami menjerit dan terus berperang melawan roh-roh jahat mengejar dan dikejar. Kami berada dalam keadaan menyerang dan mundur dan selagi kami berperang dan bertahan, Yesus mengawasi. Yesus sedang memberikan kami iman dan Dia ingin kami melakukan pekerjaan kami sendiri dengan iman. Tetapi, ketika kami mencapai batas, Dia masuk dan campur tangan. Hanya menyimpulkan, Yesus sedang menguji keterbatasan kami. Kemudian saya menemukan bahwa Yesus juga sedang mengijinkan 2 malaikat mengusir keluar roh-roh jahat sampai waktu yang ditentukan.

Ketika menghadapi roh-roh jahat, apa yang digunakan Pastor Kim dan jemaat Gereja Tuhan untuk menyerang dan bertahan dan juga saat kekuatan fisik dan rohani kelelahan, apa yang terjadi jika kau berperang sampai akhir dalam iman, tanpa menyerah…? Tuhan sangat mengharapkan kita, kareannya, kita harus mencoba berusaha keras memenuhi harapan Tuhan sepanjang waktu.

Khususnya dalam peperangan roh, satu-satunya rencana untuk menyerang dan menang dapat diraih melalui doa dan percaya pada Yesus. Tidak ada jalan lain. Sebagai tambahan, kemanusiaan kita, pikiran untuk istirahat atau mundur dari medan perang jangan sampai masuk. Saat kita memikirkannya, maka anggota keluarga gereja Tuhan semua akan terlibat dalam doa dan terlihat gila.

Untuk membebaskan roh jahat yang memasuki tubuh saudari Baek, Bong-Nyo membutuhkan waktu sepanjang malam, dan kami hampir bisa mengusir mereka keluar satu demi satu. Saya hrus berteriak, “Di dalam nama Yesus!” dan “Api Roh Kudus!” ribuan kali. Kekuatan roh jahat bertahan sampai akhir, sekalipun mereka dibakar api Roh Kudus tetapi pada akhirnya tinggal abunya saja.

Jadi saya pikir, mereka semua sudah dibakar api dan kembali menjadi abu, jadi selesai sudah,” sesuatu yang benar-benar tidak diharapkan dan tidak dapat dimengerti terjadi. Abu itu kembali hidup dan berubah menjadi roh jahat yang berbeda. Kami tidak berhasil mengusir abu sejauh mungkin dan berfokus pada kemenangan, situasi berubah menjadi memburuk.

Ini terjadi berulang kali. Sekalipun kekuatan roh jahat didalam sudah dibakar menjadi abu oleh api Roh Kudus, kami harus menarik keluar semua abunya sebagai jaminan. Suara – suara roh jahat yang diusir keluar sama seperti suara dalam film “The Exorcist”, jadi saya merekam suaranya itu sebagai bukti.

 

* Tuhan menggunting roh-roh jahat dengan Gunting Besar

Sejumlah kekuatan jahat yang memasuki saudari Baek, Bong-Nyo melewati segala sesuatu yang dapat saya bayangkan. Sesuatu yang tidak bisa dipikirkan. Kami terjatuh di lantai benar-benar kelelahan dan saya sedikit terganggu oleh Yesus. Roh-roh jahat menyebar dalam tubuh sister Baek seperti bola karet. “Yesus! Maukah Engkau menolong kami! Kami tidak dapat melakukannya lebih lama lagi! Jenis apakah roh jahat ini, begitu kuat, bandel dan melekat sehingga kami tidak bisa melepasnya? Oh Tuhan, tolong keluarkan kami dari situasi ini! Bagaimanapun jam berapa sekarang?” Saya mengeluh pada Yesus, mendesak Tuhan menolong kami dan selama beberapa waktu Yesus akhirnya campur tangan – karena saya kira saya tampak membutuhkan pertolongan.

Yesus memegang gunting sangat tajam di satu tangan dan dengan gunting itu Dia mulai mengguntingi roh-roh jahat yang membungkus tubuh Saudari Baek seperti karet tanpa ampun. Waktu itu, roh-roh jahat menjerti, meminta ampun dan berubah menjadi abu dan kemudian mereka menjadi asap dan kemudian lenyap.

Dengan ekspresi keras, Yesus memarahi kami. “Kalian harus menyelesaikan peperangan dengan imanmu sampai akhir, tetapi mengapa imanmu melemah? Ketika kau berdoa dalam iman, tidak ada satupun yang tidak dapat kau lakukan. Mengapa engkau takut pada roh-roh jahat?” Kami mengumpulkan tubuh dan pikiran kami bersama-sama untuk kembali berkelompok dan dengan sungguh-sungguh bertobat didepan Yesus. Kemudian setelah Yesus menerima semua doa-doa kami, Dia membuat permintaan, “Marilah kita menari dan merayakan sukacita bersamaKu,” jadi kami bangun dari tempat kami dan menari dengan sepenuh hati kami.

Kemudian Yesus mengubah atmosfer dan menenangkan kami dan Dia berbicara sepenuh perasaan dengan suara hangat. “Untuk domba-domba yang mengasihi Gereja Tuhan: mulai sekarang juga ketika roh-roh jahat dan kekuatan iblis memasuki tubuhmu, jangan takut! Kalahkan mereka dengan kuasa dan otoritas karena tidak ada yang mustahil didalam iman, jadilah kuat dan berani!” Yesus menghasratkan kami untuk mencapai kejayaan dan bertahan berperang dalam iman-tidak perduli seberapa sulitnya—tanpa mengekspresikan kesedihan atau kekahalahn. Disamping itu, Dia ingin kita bersukacita dan menang.

Allah Tritunggal secara pribadi sudah menciptakan kita dan Dia memperlengkapi kita dengan keunikan dan kepenuhan. Mengesampingkan keadaan, seorang anak kecil tanpa pertahan atau malu reputasi mereka atau penampilan luar mereka; sebaliknya kami sebagai jemaat menari dan bergembira selama kebaktian. Yesus mengingingkan kita murni seperti anak kecil.

Banyak orang beriman sekarang ini menyadari keadaan ini, tetapi kenyataannya sikap mereka selama kebaktian sangat berbeda dari jenis pelayanan yang Yesus inginkan. Ada banyak area-area dimana kita harus murni seperti anak kecil tetapi juga matang seperti orang dewasa. “Lalu berkata: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk kedalam Kerajaan Sorga” (Mat 18:3). Ketika aku kanak-kanak, aku berkata-kata seperti kanak-kanak. Sekarang sesudah aku menjadi dewasa, aku meninggalkan sifat kanak-kanak itu“(1 Kor 13:11).

Tuhan bukanlah seseorang yang langsung menjawab doa-doa kita saat kita inginkan, tidak perduli kapan atau apa itu. Bahkan ketika roh-roh jahat masuk dalam tubuh kami tanpa peringatan, Yesus tidaklah segera menyelesaikan masalah: disamping itu, Dia melatih kami untuk berperang melawan roh-roh jahat dengan iman kami. Tuhan ijinkan beberapa situasi yang akan member pertumbuhan iman kami kepada kedewasaan.

 

 

Saudari Baek, Bong-Nyo: *Roh Singa Neraka

Setiba saya di gereja roh-roh jahat membebani tubuh saya selagi pikiran saya terganggu. Saat Pendeta Kim ke toilet dan kembali setelah khotbah, sekejap mata saja roh jahat masuk melalui lengan dan kaki saya. Tanpa sadar, saya biarkan penjagaan saya jatuh dan terganggu, dan hasilnya ada kesalahan yang serius. Saya berteriak kepada diri saya sendiri, “Oh, tidak Tuhan! Sekali lagi, pendeta dan jemaat tidak akan bisa berdoa karena saya. Apa yang harus saya perbuat?”

Pendeta Kim menggunakan semua kekuatannya untuk mengusir keluar roh-roh jahat dari saya dan itu bukan hanya 1-2 hari saja, tetapi dia mengusir roh-roh jahat setiap hari. Saya merasakan buruk dan saya tidak tahu bagaimana mengungkapkan penghargaan saya untuk dia. Saya tidak pernah membayangkan bagaimana sulitnya proses membuka penglihatan roh dan sangat mengerikan berhubungan dengan campur tangan dan serangan oleh roh-roh jahat. Saat saya menerima satu, dua dan karunia-karunia roh lebih lagi, saya menjadi pucat, penuh dengan keterkejutan. Roh-roh jahat yang diusir satu demi satu oleh Pastor melihat saya dengan mengejek. Roh-roh jahat najis itu menyebar ke seluruh tubuh kemudian lumpuh bersama-sama menjadi kesatuan besar yang menyebabkan nyeri fisik dan mengulangi proses lagi.

Saya tidak lagi dapat mentolerir nyeri di punggung saya dan segera berguling-guling di lantai gereja. Saya dapat melihat dengan jelas roh-roh jahat didalam saya dan bajingan-bajingan itu tertawa-tawa dan kembali mengulangi perubahan ke berbagai wujud. Di tengah-tengah kegilaan, satu wajah asing terlihat seperti singa dari neraka, menggunakan mantel tradisional Korea warna hitan dan topi bundar Korea (dari bamboo atau rambut kuda), muncul didepan saya. saya ketakutan dan benjolan-benjolan muncul di seluruh tubuh saya.

Roh jahat najis ini memandang saya dengan wajahnya yang sepucat kertas dan mulai berbicara. Di tangannya ada foto saya dan dengan suara kuat dan mengancam berkata, “Kamu! Aku akan menarikmu ke neraka mala mini, jadi disinilah aku. Aku akan menyelesaikan ini denganmu mala mini, jadi menyerahlah.” Pengganggu ini mau membawa saya ke neraka dan berdiri disisi saya dan tidak perduli betapa besar saya berdoa, saya tidak dapat melepaskan diri darinya. Waktu itu saya berpikir, “Oh! Singa dari neraka ini datang untuk mereka yang berada dalam ranjang kematian dan tidak percaya pada Yesus Kristus. Saya tidak mengerti apa yang dipikirkan orang kenyataan yang ada di alam roh.

Sebaliknya, saya dengan kuasa Roh Kudus yang diberikan saya oleh Yesus berseru, “Hei, roh-roh jahat najis! Aku perintahkan kau dalam nama Allah Tritunggal untuk jatuh ke neraka tempat kamu berasal!” dan saya menarik roh-roh jahat melalui tenggorakan dan melemparkannya sejauh mungkin dari saya.

 

===== February 14, 2005 (Monday) =====

Sermon Scripture: “Sungguh Tuhan ALLAH tidak berbuat sesuatu tanpa menyatakan keputusanNya kepada hamba-hambaNya, para nabi. Singa telah mengaum, siapakah yang tidak takut? Tuhan ALLAH telah berfirman, siapakah yang tidak bernubuat?(Amos 3:7-8)

 

Joseph Kim: *YosepAkhirnya Menerima Karunia Penglihatan Roh

Saya baru mulai berdoa di gereja saat saya melihat bintang-bintang di langit malam dan alam semesta didepan mata saya dan ditengah-tengah luas tanpa batas, terbuka ruang angkasa. Alam roh yang saya dengar sekarang jelas terlihat bagi saya dan saya dapat melihat bahwa saya masih berlutut dan berdoa dalam bahasa roh tanpa terjatuh.

tubuh jasmani saya yang berdoa juga merasakan alam roh dan jiwa saya jelas mengalami setiap sensasi saat saya mulai menghisap dunia roh. Bahkan selagi saya memasuki alam roh, ketika melihat ke belakang, dengan jelas saya melihat  jemaat gereja sedang berdoa.

 

*Malaikat-malaikat dan Sayap mereka

Untuk pertama kali selama hidup saya melihat para malaikat dengan jelas dan ini sangat mengejutkan dan nyata. Tubuh Pendeta berdiri di belakang altar berdoa dalam bahasa roh dan di sebelah kirinya seorang malaikat dengan 3 sayap berdiri tegas. Sayap-sayap itu berbentuk segitiga dan panjang. Saya juga melihat malaiakt-malaikat lain suram.

Malaikat yang berdiri disebelah kanan pendeta  memegang bejana emas dan dengan bejana itu dia mengumpulkan doa-doa Pendeta seperti mengumpulkan hujan yang jatuh. “Maka datanglah seorang malaikat lain, dan ia pergi berdiri dekat mezbah dengan sbuah pedupaan emas. Dan kepadanya diberikan banyak kemenyan untuk dipersembahkannya bersama-sama dengan doa semua orang kudus di atas mezbah emas dihadapan tahta itu. Maka naiklah asap kemenyan bersama-sama dengan doa orang-orang kudus itu dari tangan malaikat ke hadapan Allah” (Wahyu 8:3-4) .

 

* Galaksi Bintang

Saya melihat ke belakang dan pergi semakin jauh dan semakin dalam masuk ke ruang angkasa seakan-akan saya pergi dengan mesin waktu. Saat saya pergi semakin dalam saya merasakan kecepatan. Bintang-bintang yang tak terhitung di galaksi bintang yang saya lewati di kiri dan kanan saya dengan suara “swoosh!” dan dengan suara swoosh yang keras, banyak bintang mulai bergerak, memberikan ilusi bintang-bintang itu melingkari saya.

Saya pikir hanya ada langit gelap dan bintang-bintang di galaksi, tetapi ketika saya pergi agak jauh, warna langit berubah menjadi biru kepurcatan dan kemudian menjadi berkelip-kelip, bersinar, warna-warna pelangi yang cemerlang. Sinar dari pelangi sangat luarbiasa, seperti sebuah fantasi.

 

===== February 2, 2005 (Tuesday) =====

Ayat khotbah:Lihat, Aku hendak membuat sesuatu yang baru, yang sekarang sudah tumbuh, belumkan kamu mengetahuinya? Ya, Aku hendak membuat jalan di padang gurun dan sungai-sungai di padang belantara. Binatang hutan akan memuliakan Aku, serigala dan burung unta, sebab Aku telah membuat air memancar di padang gurun dan sungai-sungai di padang belantara, untuk member minum umat pilihanKu; umat yang telah Kubentuk bagiKu akan memberitakan kemasyuranKu.(Yes 43:19-21) .

 

Joseph Kim: * Masuk Melalui 12 Pintu Gerbang Mutiara

Pendeta menyarankan untuk kami berdoa dulu. Kami memutuskan untuk khotbah setelah doa, karena itu hanya untuk keluarga kami, dia akan melakukan hal-hal yang agak mudah dan bebas dari struktur. Saya setuju dan berseru kegirangan, “Ya, saya ingin itu. MArilah kita mulai dengan doa.” Kemarin, doa saya diinterupsi dan saya tidak puas. Saya mulai berdoa dengan kepastian untuk masuk ke sorga lagi.

Hanya Pendeta  yang berdoa dibelakang mimbar, selagi ibu, Joe-Eun dan saya berlutut dibawah mimbar, berkonsentrasi. Setelah saya berseru-seru dengan doa yang sungguh-sungguh, sama seperti kemarin, penglihatan roh saya dibuka dan dari kejauhan saya melihat sorga bersinar terang. Semakin saya mendekat, jantung saya berdetak keras dan saya penuh dengan kegirangan. Saya tidak tahu mengapa hati dan tubuh saya gemetar tak karuan.

Akhirnya, saya berdiri didepan pintu gerbang surga 12 mutiara. Itu adalah sebuah pintu yang sangat besar, bundar dan di setiap sisinya ada malaikat-malaikat tinggi menjaga pintu. malaikat-malaikat itu member salam seperti mereka tahu apa yang saya katakan, “Selamat datang, saudara! Saudara, kau butuh tiket masuk untuk melewati ini. Saya ingin melihat tiketmu terlebih dulu!” dan saat itu tanpa saya ketahui bagaimana, di tangan saya ada sebuah kartu kecil dan saya sangat terkejut.

 

* Tiket Masuk ke Surga dan gambarannya

Saya tidak tahu kapan, siapa atau bagaimana kartu indah ini mewakili tiket masuk ke sorga, tetapi bagaimanapun tiket itu ada di tangan saya. Dengan bangga saya menunjukkan kartu itu ke malaikat-malaikat penjaga.

Tampak luar tiket masuk itu dihiasi dengan emas, berlian dan permata-permata. Ditengah-tengahnya ada salib dengan darah merah dan itu melekat seakan-akan baru ternoda beberapa saat yang lalu. Dikanan bawah ada tempat kosong, tercetak symbol Alfa dan Omega dalam bahasa Hellenistic dan nama saya tertulis dalam bahasa sorga. Juga, di ruang kosong diatas salib ada gambar 2 malaikat, yang berhadapan muka dan dibalik kartu ditutupi dengan emas dan kata-kata “Yesus Kristus” yang jelas tertulis.

Yesus menjelaskan biasanya tiket ke sorga itu tidak tampak dan hanya saat engkau mencapai pintu gerbang sorga tiket itu akan muncul ditanganmu. Melalui kasih karunia Yesus saya mampu mengalami pandangan unik didepan pintu gerbang sorga. Yesus berkata, “Sayangku, Piggy! Kita akan masuk melalui pintu-pintu gerbang dank au tidak akan melewatkan apapun juga, tetapi sekarang juga perhatikan sesuatu istimewa yang aku bukakan didepan matamu.” Jadi, Yesus dan saya berdiri di depan pintu gerbang sorga, menunggu.

Disana berdiri seorang jiwa dimana hati saya berbelas kasih karena dia terlihat menyedihkan. Saya ingin meraih dan menolongnya, tetapi Yesus berkata, “Tunggu, dan lihatlah saka,” jadi saya tidak berbuat apapun hanya mengawasi saja. Pribadi ini terlihat benar-benar kelelahan dan hampir tidak bisa mengatakan apa-apa karena kehabisan nafas. “Oh astaga, akhirnya saya mencapai pintu gerbang sorga. Wow, saya baik-baik saja sekarang.” Setelah dia menyelesaikan kata-katanya, malaikat luarbiasa yang menjaga 12 pintu gerbang sorga mutiara memandang tajam dan berteriak. “Hei, kamu! Siapakah kamu dan beraninya kamu berdiri di depan pintu gerbang sorga? Lebih baik kau pergi sekarang juga!” Sikap malaikat itu tegas dan penuh dengan ketegasan tetapi juga menakutkan.

Pribadi ini mengenakan pakaian gelap dan mulai berbicara: “Tolong, tuan malaikat! Apakah ini pintu gerbang sorga? Kau tidak mengerti betapa sulitnya mencapai sini, jadi tolonglah! Saya harus masuk melalui pintu gerbang. Mohon belas kasihmu atas saya” dan malaikat itu meresponi. “Begitukah? Lalu manakah tiket masukmu!” “Ha? Tiket masuk apa? Apa yang harus saya lakukan karena saya tidak memilikinya?” Lalu jawab malaikat itu, “Sudah saya kira! Beraninya kau datang kesini tanpa tiket masuk dan bersikap sembrono! Pergilah dari hadapanku!” Dengan kata-kata itu, malaikat menyentil pribadi itu dengan jari jemarinya seakan-akan bermain kelereng. Dengan jeritan, pribadi itu terbang dengan sangat cepat lebih dari rudal dan jatuh ke neraka. Pribadi itu jatuh tepat ke tengah-tengah lobang berapi neraka dan terdengar jeritan minta belas kasih.

Saat saya memperhatikan hal itu, Yesus mengatakan: “Yosep! apakah kau mengerti sekarang? Engkau tidak dapat masuk melalui pintu gerbang sorga jika engkau tidak memiliki tiket. Engkau juga harus hidup dengan berjaga-jaga dan setia. Apakah kau mengerti?” Saya menjawab, :Ya, Yesus! Saya mengerti.” Ekspresi malaikat-malaikat ini kembali dari penuh terror ke kelmbutan dan kehangatan dan mereka menundukkan kepalanya.

Yesus berkata, “Baiklah, marilah masuk ke pintu gerbang. Ini sudah agak terlambat,” jadi saya berjalan didepan Yesus. Seakan-akan pintu gerbang bundar itu memutar, ketika tiba-tiba saya sar bahwa saya sudah berada didalam dunia yang bersinar. Mata dan mulut saya terbuka lebar terkagum-kagum dan saya sampai tidak bisa menutup mulut saya. “Wow! Ini luarbiasa! Wow!” Tiba-tiba saya berdiri didepan raksasa…seseorang.

 

*Yospe Melihat Tahta Allah

Raksasa….raksasa? mengenakan pakaian yang lebih putih dari salju. Dia duduk diatas tahta. Ada pelangi disekeliling dan bersinar dan tidak ada kata-kata yang dapat menggambarkan apa yang saya lihat. Area diatas peti diselimuti dengan kabut seperti mendung. Saat saya mencoba mengangkat wajah, otomatis wajah saya menununduk dan kemuliaan, keagungan dan terang memberati saya.

Saya pikir, ‘Inilah Yehova Allah,’ dan saya mengangkat wajah untuk melihat. Bentuk Tuhan seperti kita manusia dan saat duduk tingginya mencapai langit. Dia sangat amat besar dan tampak tidak dapat diduga.

 “Segera aku dikuasai oleh Roh dan lihatlah, sebuah tahkta terdiri di sorga, dan di tahkta itu duduk Seorang. Dan Dia yang duduk di tahkta itu nampaknya bagaikan permata yaspis dan permata sardis; dan suatu pelangi melingkungi tahkta itu gilang gemilang bagaikan zamrud rupanya.” (Wahyu 4:2-3)

Sinar sangat terang tercurah dari wajah Allah Bapa dan kepala saya otomatis tertunduk lagi. Dengan suara kuat seperti guntur Tuhan berbicara, “Oh, Yosep, anakKu kecil sudah datang. Kau sudah melalui banyak hal untuk mencapai sini. Aku akan memberikanmu kemampuan-kemampuan luarbiasa, jadi teruslah berdoa dengan tekun!” Setelah mendengar suara Allah Bapa, tubuh saya membeku seperti baru kesetrum listrik dan saya sama sekali tidak bisa bergerak.

Setelah itu, saya mengikuti Yesus berkeliling sorga, mengunjungi banyak tempat seperti Taman Eden. Itu adalah tempat yang mengagumkan. Adalah banyak kolom-kolom dengan permata yang tidak dikenal dan saya lihat sebelumnya dan sinar yang menimpa membuatnya lebih cemerlang. Saya dapat melihat Malaikat Pemimpin Michael mengendarai kuda putih di kejauhan.

 

*Yosep Menerima Sebuah Gulungan

Hari itu saya mulai dengan doa terlebih dahulu dan kemudian pendeta mengikuti dengan pujian dan renungan. Selagi saya menyembah, saya dapat melihat dengan jelas tahkta Allah. Saya dapat melihatnya dengan mata tertutup dan terbuka. Saya melihat sebuah gulungan besar dan Allah Bapa memegannya dengan tanganNya yang perkasa. Tiba-tiba sisi lain gulungan itu mulai terbuka, berputas dan berputar sampai mencapai tempat saya menyembah. Saya merentangkan kedua tangan saya dan dengan hormat menerima gulungan itu. Besar dan beratnya membuatnya jatuh.

Saat saya mengamati gulungan itu, saya tidak bisa mengenali ataupun mengerti karena tertulis dalam bahasa asing, bahasa sorga dan bagi saya terlihat seperti huruf hieroglif atau cuneiform. Pikiran saya tertuju pada gulungan yang penuh dengan tulisan sorgawi besar dan kecil. Gulungan itu tidak berakhir tetapi terhubung dari sorga dan saat itu Allah Bapa berbicara jelas di telinga saya. “Yosep! Engkau akan menjadi pendeta besar dan inilah karuniaKu untukmu!” Saya meloncat-loncat dari tempat saya duduk.

Allah Bapa terus berjanji dalam suara yang dalam dan jelas mencurahkan kuasa dan kekuatan dan banyak kemampuan untuk saya. Ayah saya juga seorang pendeta dan melihat kepada saya dengan iri. Untuk beberapa lama saya bertahan dalam kesulitan karena saya tidak menerima karunia penglihatan roh. Ketika jemaat lain menerima karunia penglihatan roh juga berbagai-bagai karunia roh, saya sendirian dan merasakan hati saya sakit, tetapi akhirnya mimpi menerima karunia membangunkan penglihatan roh saya menjadi kenyataan. Saya tidak tahu bagaimana menyatakan syukur saya kepada Allah Tri Tunggal. Saya berdoa dalam bahasa roh dan segera saya dibawa ke tahkta Allah Bapa. Saya merasakan tidak lebih dari sebutir debu dihadapan Allah.

Selagi saya berada didepan tahkta Allah Bapa, saya melihat dengan jelas 4 binatang: satu adalah singa, lembu, binatang berwajah manusia, dan seekor rajawali dengan sayapnya yang terentang—seperti yang disebutkan dalam Wahyu 4:7. Ada 6 sayap yang melekat dan mata yang tidak terhitung banyaknya didepan dan dibelakang dan dari dekat seperti saya sedang mengawasi apa yang terjadi di bumi tempat kita tinggal. Saat malaikat-malaikat membuka buku kehidupan didepan tahkta Allah Bapa, Tuhan membuka halaman satu demi satu mencari sesuatu.

 

*Sebuah Botol Berisi Airmata

Sesaat kemudian tangan Tuhan yang luarbiasa menemukan dan mengkonfirmasi apa yang menjadi pikiranNya dalam buku kehidupan. Jadi, setelah Dia menemukannya, Dia menunjuk saya dan berkata, “Joseph Kim!” dan memerintahkan, “Bawa kemari botol berisi airmata Yosep dan botol berisi airmata sister Shin, Sung-Kyung.” “Sengsaraku Engkaulah yang menghitung-hitung, airmataku Kau taruh kedalam kirbatMu. Bukankah semuanya telah Kaudaftarkan?” (Maz 56:8).

SEecepat perintah diberikan dengan sekejap mata, seorang malaikat membawa botol-botol, beberapa besar dan ebberapa kecil. Saya tidak tahu alasan mengapa Tuhan meminta botol diakones Shin dan botol airmata saya, tetapi akhir-akhir ini dia sering menangis saat berdoa, jadi saya pikir Tuhan ingin membuktikan dengan mata saya. SEtelah melihat botol-botol itu, saya mampu menikmati melihat banyak pemandangan rumah di sorga, tetapi engkau hanya akan terkagum-kagum dengan ukuran yang luarbiasa bisar dan rancangannya. Seperti bambu tumbuh setelah hujan turun, rumah-rumah itu tumbuh dimana-mana dan berbagai variasi bentuk dan ukuran. Tuhan memmberikan sebuah mahkota di kepala saya dan mahkota itu bersinar terang dan pas di kepala saya. SEtelah menerima mahkota ini, sukacita mengalir didalam saya dan terus.


 

Chapter 2:
Duri Beracun Roh Kudus

===== February 17, 2005 (Kamis)  =====

Ayat Renungan:Bumi dengan sendirinya mengeluarkan buah, mula-mula tangkainya, lalu bulirnya, kemudian butir-butir yang penuh isinya dalam bulir itu. Apabila buah itu sudah cukup masak, orang itu segera menyabit, sebab musim menuai sudah tiba.” (Mark 4:28-29) .

Kim, Joo-Eun:     * Tertidur didalam Pelukan Yesus

Selagi saya berdoa, Yesus datang dan berdiri didepan saya. “Yesus, Yesus! Akhirnya saya lulus dari sekolah dasar hari ini. Yesus, sebagai hadiah kelulusan, tolong bawa saya mengunjungi sorga,” dan Tuhan menjawab: “Benarkah? Ketika kamu berdoa dengan tekun saya pasti membawamu ke sorga. Jadi berdoalah tanpa henti.” Saya mulai memanggil Tuhan dalam doa dan Dia memberikan sorakan dengan berkata, “SesameKu, kau sudah berdoa keras hari ini. Kamu melakukan dengan baik!”

Saya mulai menyesali semua dosa-dosa saya dan saya menjerti kepadaNya sampai saya benar-benar kelelahan. Saat itu Yesus duduk didepan saya dan ebrkata, “Sesame! Apakah kau lelah? Marilah kepadaKu” dan kemudian Dia memeluk saya. Dia meletakkan kepala saya dilututNya dan berkata “sesame! Karena kau begitu lelah hari ini, mari kita tunda kunjunganmu ke sorga, tapi istirahatlah dalam pelukanKu” dan Dia mulai menepuk-menepuk punggung saya. Saya bertanya, “Yesus! Jika saya tertidur selagi berdoa, roh-roh jahat akan menyerang saya. Apakah saya akan baik-baik saja?” Tuhan menjawab, “Aku akan melindungimu, jadi jangan kuatir. Sekarang, SesameKu sayang, tidurlah. Tidurlah…”

Saya lelap tertidur dalam kehangatan pelukan Yesus.

 

Joseph Kim: * Iblis dari Film “Hantu di SMA”

Ketika music memainkan lagu pujian  “Receive the Holy Spirit,” tubuh saya menjadi bola apu dan ketika music perlahan-lahan lambat menjadi  lagu mellow, doa saya melemah. Saya merasa saya sedang berdiri di jalan gelap di sekolah seperti dalam film “The Ghost of a High School.” Tiba-tiba, dari kejauhan, satu iblis bergaun putih berdiri diam dengan rambut panjangnya yang melambai-lambai terkena angin. Melihat itu, rasa dingin menjalar di tubuh saya dan mulai menekan saya dengan gerakan zig zag dengan suara nyaring: “Bang, bang, bang, dan bang,” dan kemudian dia menekan saya kebawah. Wajah iblis wanita itu ditutupi dengan rambut panjang dan saya benar-benar ketakutan dan berpikir akan pingsan, tetapi saya mencoba dengan  keras menyembunyikan ketakutan itu dari wajah saja. Iblis itu menggosokkan wajahnya ke puncak hidung saya dan dia membuka mulutnya seperti Drakula dengan taringnya yang tajam dan mata serta mulutnya berdarah. Dia mengintimidasi saya. Saya berteriak keras, “Dalam nama Yesus pergi dariku! Kamu bilis najis!” dan setelah itu iblis itu menciut dan lenyap.

Saya terus berdoa dalam bahasa orh ketika tahta Tuhan mulai tampak didepan mata saya dan sepertinya Tuhan sedang menyiapkan untuk memberikan saya sesuatu. Saya pikir, ‘Apakah yang akan Dia berikan kali ini?” dan saya dipenuhi keingintahuan, jadi saya semakin sungguh-sungguh berdoa.

 

* Gulungan besar turun dari Sorga

Saya dapat melihat gulungan-gulungan tak terhitung banyaknya disusun dalam tumpukan besar dan tinggi setinggi gunung didepan tahta Tuhan, dan diantaranya ada gulungan paling besar yang tergulung-gulung turun ketempat saya berada. Ketebatalan gulungan itu sekitar 3 kaki dan lebarnya 6 kaki dan terlikat sangat besar dan berat. Saya tidak tahu bagaimana cara menangkap gulungan yang menuju kearah saya dengan kecepatan  luarbiasa. Empat binatan didepan tahta Tuhan mengamati dengan seksama akan apa yang terjadi.

Akhirnya, saya merentangkan tangan untuk menerima gulungan besar ini tetapi tidak perduli betapi besarnya itu, saya hampir jatuh kebelakang karena beratnya. Gulungan itu berwarna putih, bersinar keemasan dan masuk kedalam tubuh saya. Tulisan yang ada diatasnya hampir sama dengan bahasa ibrani. Selagi saya memuji dan mendengarkan khotbah, gulungan-gulungan banyak tak terhitung dengan berbagai ukuran terus turun. Kemudian gulungan-gulungan itu menindih bertumpuk menjadi tumpukan besar, jadi saya tidak tahu apa yang dilakukan kali ini. Gulungan-gulungan itu masuk kedalam kepala, dada, mulut juga tangan-tangan saya. “wow! Oh! Apa yang sedang terjadi?” dan saya berkata nyaring tanpa menyadarinya. “Pendeta! Pendeta! Ada banyak gulungan-gulungan tak terhitung jumlahnya turun dari tahta Tuhan  masuk ke tubuh saya sekarang juga!”

Ketika mendengar suara saya,  bapak pendeta mendekati saya dan seperti keingintahuan seorang anak kecil, dia berkata, “Benarkah Hei! Jangan menerimanya semua untuk dirimu sendiri—bagilah denganku.” Kemudian dia berdidi didepan saya dan mulai menerima gulungan-gulungan yang dimaksudkan untuk saya. Tetapi anehnya, gulungan-gulungan itu menolak dan mereka masuk kedalam tubuh saya. Saya berkata “Pendeta! Tidak perduli engkau berdiri didepan saya..gulungan-gulungan ini diberikan Tuhan kepada saya,” dan saya tertawa, tetapi pendeta kecewa.

Saat itu Yesus berkata, “Pendeta sudah menerimanya semua.”

 

Lee, Yoo-Kyung: * Nenek dipenjara dalam botol gelas di neraka

Hanya pendeta dan keluarganya yang ada digereja bersekutu dan berdoa sendiri, tetapi saya memiliki keinginan kuat untuk pergi dan berdoa. Jadi saya pergi ke gereja untuk menyembah dan selagi saya berdoa, Yesus mendekati saya dan tiba-tiba membawa say a ke neraka.

Yesus menuntun saya ke sebuah tempat dimana terdapat banyak botol gelas dan didalamnya ada banyak orang yang berlari kesana kemari. Saya dapat mendengar mereka menjerit meminta pertolongan. Dibawah botol itu nyala api panas dan dengan cepat botol itu berubah berwana merah dan orang-orang didalamnya tampak gila.

Saya mendengar suara yang saya kenal diantara mereka, dan  itu seperti suara nenek dan  saya pikir saya akan pingsan. “Yoo-Kyung? Yoo-Kyung sayang! Sangat panas disini! Oh aku kepanasan disini! Tolong selamatkan aku. Tidakkah kau mau membantu nenekmu dari tempat ini? Cepatlah minta tolong pada Yesus, cepat!” Nenek berteriak dari dalam botol. Saya melihat kepadanya dan menjawab “Nenek, nek! Apa yang dapat saya lakukan? Oh hatiku! Kamu  iblis-iblis najis! Mengapa kamu menyiksa nenekku dengan api? Nenek!” saya membujuk Yesus: “Yesus! Tolong selamatkan nenek saya, tolong?” dan kataNya: “Yoo Kyung! Ini berbahaya, jangan mendekati botol itu. Jangan terlalu dekat. Ini sangat berbahaya, bahkan untukmu sekalipun!” Yesus memegang tangan saya sangat erat sehingga sata tidak dapat berjalan mendekat botol itu.

Betapapun saya memohon, Yesus tidak melakukan apa yang saya minta, jadi saya mulai berteriak kepada Tuhan. “Allah Bapa! Oh, Allah Bapaku! Tolong selamatkan nenek, tolong!” tetapi Allah Bapa tidak mengatakan sepatah katapun. Nenek saya mulai berlari tidak karuan ketika botol itu semakin panas dan dengan cepat kakinya meleleh kedasa botol. perlahan nenek saya menghitam karena dia sekarat. Suaranya tenggelam dalam  kegelapan.  Tiba-tiba dia berteriak keras karena panasnya yang meningkat dan kemudian dia jatuh lagi. Nenek saya berlari memutar sampai kaki-kakinya meleleh dan dia terlihat sangat gila.

Didalam botol itu ada roh jahat bertanduk menjaga dan berkata, “Hahahaha! Hari ini kami punya daging lezat untuk dimakan sekali lagi. Aku sangat bahagia.. Hahahhaha!” dan dia terus tertawa. Roh jahat yang sama menanduk orang-orang yang berbaris masuk kedalam botol dan mereka terjatuh dan menjerit keras.

Roh jahat  itu mulai menjilati darah yang terpercik di tubuhnya, “Lezat, sangat lezat!” dan terus menjilati darah itu. Roh-roh jahat itu mulai memotong dan menghisap darahnya dan ketika darah itu habis, mereka akan mengiris-iris lebih banyak luka, sehingga darah tercurah lebih banyak dan sekali lagi mereka menghisapnya. Sebuah pemandangan yang mengerikan dan saya tidak ingin melihatnya, tetapi saya tidak dapat bersembunyi darinya. Saya terus menerus menangis karena nenek saya. Saya diliputi kesedihan, jadi Yesus mencoba menghibur saya dan berkata, “Shsss, sekarang, disana,disana!” dan Dia mencoba menenangkan saya selama 4 kali. . “Yoo-Kyung! Mari sekarang, berhentilah menangis. Berhentilah menangis!”

Roh-roh jahat berdiri didepan botol dan dan  menari kegirangan didepan orang-orang yang menderita. Kata Yesus, “Yoo-Kyung! Marilah kita ke sorga sekarang,” dan saya mengikuti Yesus ke sorga dan meninggalkan gambaran  mengerikan tentang penderitaaan dan jeritan kesakitan nenek saya. Ketika tiba di sorga, saya makan semua buah yang berbeda-beda yang diberikan Yesus sampai perut saya kenyang dan kemudian kembali ke gereja.

 

===== February 18, 2005 (Friday) =====

Sermon Scripture: Kiranya TUHAN menjawab engkau pada waktu kesesakan! Kiranya nama Allah Yakub membentengi engkau! Kiranya dikirimkanNya bantuan kepadamu dari tempat kudus dan disokongNya engkau daru Sion; Kiranya diingatNya segala korban persembahanmu dan disukaiNya korban bakaranmu; Sela(Maz 20:1-3) .

 

Joseph Kim: * Turunnya Perlengkapan Senjata Tuhan

Saat penyembahan dimulai, saya mulai memuji ketika tiba-tiba mata roh saya dibuka dan awalnya saya melihat samar-sama thata Tuhan, tetapi dengan cepat menjadi jernih seperti Kristal. Saya mendengar suara Allah Bapa , “Engkau akan menjadi hambaKu dan melakukan pekerjaanKu, karenanya Aku akan memampukanmu untuk melihat selalu dengan jelas alam roh dengan matamu. Jangan sombong, tetapi rendah hatilah sampai akhir.”

Bapa sorgawi kita mempunyai sesuatu di tanganNya yang perkasa dan itu adalah mahkota emas dengan berbagai permata yang menghiasinya- kemudian ditaruh tuhan diatas kepala saya. Saat mahkota itu menyentuh  kepala saya, saya merasakan arus listrik dan karena mahkota itu sangat terang cemerlang, saya tidak dapat melihatnya dengan jelas.

Sinar sangat terang keluar dari tahta Tuhan ketika pedang Roh Kudus bersinar keemasan mulai turun perlahan dan saya berpikir, ‘Oh! Ini pasti pedang Roh yang pernah saya dengar.’ Saya teringat membaca Efesus 6 beberapa waktu lalu dan ingin menerima pedang Roh, jadi saya berdoa bersungguh-sungguh untuk menerimanya. Dan sekarang pedang Roh itu turun menuju saya! Pemandangan yang saya bayangkan terjadi didepan mata saya.

Jika ini mungkin, saya ingin memiliki perlengkapan senjataTuhan. “Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblisl” (Ef  6:11) . Pedang Roh bersinar keemasan terus turun menuju saya dan tiba-tiba suatu pikiran muncul supaya saya menelan pedang itu, jadi saya membuka mulut lebar-lebar. Pedang itu masuk melewati mulut saya dan tinggal dalam perut. Namun, saya tidak sakit atau tertusuk.

Sesuatu yang lain mulai turun dan sebuah perisai luarbiasa yang tampak seperti terbuat dari emas dan bersinar terang juga masuk dalam  tubuh saya. Beberapa pedang lain juga turun dari atas yang saya telan sekali lagi. Saya juga melihat ketopong yang saya lihat dalam perang di sejarah. Saya pikir , ‘Oh! Ini pasti ketopong keselamatan. Ketopong keselamatan masuk dalam tubuh saya. Mengikuti hal ini, perisai iman yang bersinar warna-warni juga turun-begitu banyak sinar keemasan terpancar. Perisai ini juga masuk dalam tubuh saya. Kasut kerelaan memberitakan Injil damai sejahtera seperti kasut bot dari emas, demikian juga dengan baju zirah keadilan dan berikatpinggangkan kebenaran kebenaran terbuat dari emas. Sesaat kemudian sebuah benda hidup berlari dan mengejar saya dan saya menyadari bahwa itu adalah kuda putih yang sangat besar. Tanpa takut atau segan, seketika saya menunggangi kuda putih itu dan kuda itu mulai terbang ke angkasa. Saya merasakan kegirangan total dan saya tidak dapat menggambarkannya dalam kata-kata. Selagi saya masih terbang diatas kuada, sesuatu  terus turun dari tahta Tuhan kepada saya. Saya melihat karung emas yang didalamnya penuh dengan makanan dan minuman. Juga, sesosok karakter China pelan-pelan turun dan saya meraih serta mendekapnya erat.

 “Dalam segala keadaan pergunakanlah perisai iman, sebab dengan perisai itu kamu akan dapat memadamkan semua panah api dari si jahat” (Ef  6:16) . Seperti yang saya sebutkan, saya sedang disiapkan untuk masa depan, perang besar dengan roh-roh jahat. Ada banyak panji-panji kemenangan yang turun dari sorga masuk kedalam tubuh saya, adajuga peta dunia. Terompet menunjukkan Injil kabar baik terbuat dari emas juga masuk dalam tubuh saya. Selanjutnya untuk menyerang roh-roh jahat semua jenis senjata perang mulai turun dari sorga, pedang dan tombak berbagai ukuran, panah dan anak panah, kampak, pedang bermata dua, palu besi, tongkat komando jendral, piagam penghargaan, tombak bermata 3, gunting, senapan angin, peralatan kejut listrik, panah dan anak panah, kipas angin tangan, rajawali-rajawali, teropong, roket, meriam, lemparan api, pesawat terbang, kapal perang, bintang-bintang, kuris, pelangi, sendok, sumpit, kelereng dan masih banyak yang lainnya lagi – terus menerus turun dari sorga.

Saya ingin tahu dan mengkonfrimasi alasan dengan Bapa Sorgawi mengapa saya diberikan senjata-senjatan ini, seingga saya bertanya sekali lagi: “Bapa Sorgawi! Mengapa Engkau memberikan saya begitu banyak senjata-senjata yang berbeda?”

Jawab Tuhan, “Engkau akan pergi keseluruh dunia untuk menyelamatkan banyak jiwa. Inilah alasan mengapa Aku memberikanmu senjata-senjata ini. Juga dalam waktu singkat, engkau akan bertarung melawan raja roh jahat, Setan dan saat engkau bertarung, engkau akan membutuhkan senjata-senjata ini dan Aku akan memmberikanmu senjata yang lebih berkuasa. Engkau akan menerima nyala api Roh Kudus dan arus listrik. Tetapi, jika engkau sombong dan jahat, Aku akan menarik semua kemampuan yang sudah Aku berikan padamu. Dan engkau akan kehilangan karunia-karuniamu, jadi tetaplah rendah hati sampai akhir dan jangan sombong! Apa kamu mengerti?” Saya menunduk dengan hormat didepan Allah Bapa dan menjawab, “Ya Tuhan”. Sebagai tambahan, Tuhan menjanjikan nuntuk mencurahkan semua karunia-karunia sorgawi yang akan saya perlukan dalam pelayanan saya di masa depan sebagai seorang pendeta. Setelah itu 12 malaikat turun dari sorga membawa kereta yang ditarik kuda putih dan mereka menyatakan bahwa hadiah khusus untuk dibawa langsung dari Tuhan dan kemudian karunia itu juga masuk dalam tubuh saya. Karunia-karunia ini melambangkan Firman Tuhan lebhi dari karunia-karunia lain yang saya terima dan banyak lagi, berbagai ukuran dari pedang Roh khusus masuk ke tubuh saya kali ini.

Juga sebuah karpet tergulung bersinar kemerahan turun didepan saya, kemudian terbuka lebar dan didalamnya ada berton-ton permata yang mulai dicurahkan pada saya. Saya meraa seperti tokoh utama buku cerita. Ada kotak permata berharga yang menarik mata saya, ketika saya membukanya, sinar menyilakukan keluar dan saya pikir saya akan pingsan. Semua hal ini  jelas bagi saya dan saya merasa mengkhayal karena apa yang saya lihat sangat indah sampai saya akan hilang kesadaran.

 

Sister Baek, Bong-Nyo: Peringatan Yesus akan Penderitaan yang akan kita tahan di Neraka

Kata Yesus, “Untuk mengubah Pendeta Kim, sebelum lainnya, Aku akan membawa dia keneraka dan memenjarakan dia selama 3,5 tahun dan dia akan mengalami neraka itu sendiri. “ Pendeta Kim menjawab terkejut: “Tidak Tuhan, tolong jangan!” Engkau tahu kalau aku adalah pengecut didalam hati! Tidak seperti gambaran luar saya, saya lembut, lembut didalam dan mudah ditakuti!” Hanya kemudian Yesus meledak tertawa, berkata, “Engkau  lebih kuat dari yang kau pikir dan engkau tahu itu.” Pendeta Kim dan keluarganya seringkali menghibur. Dia tidak pernah memperlihatkan betapa lelahnya ia, dan ketika saya menyaksikan kebahagiaan yang mengalir,saya menjadi iri kepadanya untuk beberapa waktu.

Akhir-akhir ini saya memperhatikan bahwa Yesus menjadi tamu terus menerus di rumah pendeta. Ketika saya bertanya kepada Tuhan tentang hal ini, Dia seringkali mengatakan bahwa Dia sedang berada di rumah pendeta dan saya hanya dapat mendengarNya berbicara.

 

Isteri Pendeta, Kang, Hyun-Ja: * Permohonan Pendeta Kim

Yesus berkata kepada Pendeta Kim, “Engkau  adalah seorang pendeta, tetapi engkau  juga bertanggung jawab menulis buku untuk dibaca dunia, karenanya engkau secara pribadi harus mengalami neraka itu sendiri. Ini akan mengijinkanmu untuk memperhatikan dan menyadari hal-hal yang harus kau koreksi, dari sekarang bersiap-siaplah. Engkau  secara khusus mengunjungi tempat dimana para hambaKu yang jatuh berada dan engkau akan sangat menderita di berbagai tempat di neraka, mulai dari dasarnya.” Dengan perkataan itu, Pendeta Kim gemetar ketakutan.

Yesus mengijinkan kami untuk menyadari dan mengetahui mengapa Dia menunda Pendeta Kim dan menunda karunia-karunia penglihatan rohani saya dan itu kami kami berdosa membuka rahasia.

Pendeta  Kim berbicara dengan nada membela, “Yesus! Tidak tolong. Mengapa saya harus menderita lagi karena kenyataan saya adalah seorang pendeta? Itu tidak adil. Yesus, jika Engkau benar memperlakukan saya seperti ini, saya akan berhenti menulis buku. Saya tidak ingin pergi ke neraka!” Kemudian Yesus menjawab dengan kata-kata tegas, “Pendeta Kim! Kuatlah. Mengapa engkau begitu ketakutan?” dan Yesus meyakinkan dia.

Yoseph dan Joo-Eun mendengarkan disebelah saya dan menanggapi. “Ayah! Apakah engkau benar-benar seorang pendeta? Mengapa engkau katakan hal-hal yang melemahkan seperti ini? Benar….” Ketika anak-anak saya memberikan opini mereka, kebanggaan seorang pendeta terluka dan wajahnya terlihat tidak bahagia. Yesus mengekspresikan perhatian dan kasih dan menghiburnya. “Pendeta Kim! Aku akan memberikanmu kekuatan, jadi jangan mencemaskan dirimu! Aku akan mengurangi rasa sakit yang harus kau tanggung.”

Untuk sesaat kau tidak akan melihat dan merasa hanya akan merasa tersengat, dan Dia meyakinkan bahwa pendeta dan saya akan mengalami sensasi yang sama. Kami berdua sangat lega dan menghela nafas lega.

 

* Sifat Kemanusiaan Yesue

Yesus yang kami alami menunjukkan begitu banyak sifat manusianya lebih dari yang kami harapkan, menunjukkan kehangatan walaupun Dia Roh, Dia sangat sentimental. Bahkan ketika kami tidak memegang teguh Alkitab dan pergi memberitakannya, dan setiap kali kami menghadapi kesulitan dan menderita kelelahan, Dia merasakan kasih perhatiannya atas kami dan dengan limpahnya menghibur kami. Sebagai Anak Allah, Dia memerintah atas semua ciptaan dengan otoritas, tetapi setiap kata yang Dia ucapkan meleleh kedalam hati kami. Bahkan tidak seorangpun yang tidak akan tidak digerakkan oleh kasihNya yang dapat dirasakan jauh di kedalaman hati. Yesus memiliki emosi yang sangat peka dan kemanusiaanNya mengalir keluar. Kami seringkali cenderung melihat Yesus hanya sebagai hakim dan mengenalNya sebagai Allah yang Kudus. Ini tidak berarti saya mendorongmu menganggap Allah Kudus kita dengan sembrono dan ringan.

Bagi sebagian besar kami, orang Kristen biasa atau gereja tidak tahu bahwa Yesus memiliki rasa humor yang tinggi. Juga, saat kita bingung dan menangis, Dia akan menangis dan berduka bersama kita dan ketika kita bahagia Dia bersukacita bersama kita. Dia kudus, tetapi saya ingin menyatakan bahwa Tuhan kita sangat cemburu jika kita menggantikan Dia dengan terlalu asyik dengna hal-hal dunia.

Karena itulah, keluarga kami setiap hati dan terutamanya berhati-hati sehingga kami tidak mengecewakan atau melukai Allah Tritunggal kita. Ketika kita berbicara, kami pastikan bahwa kami tidka meninggalkan topic pembicaraan tentang Bapa Sorgawi, Yesus ataupun Roh Kudus – melihat keputusan kami—selalu ada disamping kami dan mengijinkan kami untuk melihat  Mereka dan Mereka mencurahkan semua api dan energy keatas badan kami. Sebagai tambahan, setelah kami menerima karunia roh kami mulai mengalami banyak hal yang mengejutkan, mengagetkan dan tidak terbayangkan setiap harinya.

 

*Humor Yesus

Keluarga kami sedang duduk melingkar dan berbicara tentang sorga dan juga opini kami tentang Yesus dan Roh Kudus, ketika kami menyadari bahwa ruangan kami dipenuhi dengan Yesus, Roh Kudus dan para malaikatNya yang menikmati pembicaraan kami.  

Yesus khususnya tampak dalam mood bercanda dengan suami saya, Pendeta Kim dan mulai berbicara, “Pendeta Kim! Engkau adalah seorang pendeta dan memiliki iman besar, , karenanya engkau harus menanggung sakit yang luarbiasa sehingga penglihatan rohmu akan cepat dibuka – jadi bagaimana pikirmu sekarang? Apakah engkau siap untuk pergi sekarang  juga?” Yesus meminta Joo-Eun menyampaikan pertanyaan ini kepadanya.

Kali ini, suami saya meloncat kaget dan berteriak, “Oh, Tuhan! Engkau mulai lagi? Mengapa Engkau terus menakuti saya?” dan kami semua tertawa melihat responnya. Bahkan apa yang diminta Yesus terlihat seperti lelucon, sedangkan ada kebenaran yang tersembunyi dibalik apa yang Dia katakana.

Yesus menjelaskan bahwa ada perbedaan besar hanya dengan mengunjungi neraka dan benar-benar mengalami neraka dan satu-satunya cara untuk menulis buku tanpa mengkompromikan adalah merasakan sakit dan secara pribadi mengalami realitas penderitaan. Ini adalah satu-satunya cara untuk menulis isi buku dengan otentik dan kemudian Pendeta Kim akan siap diperlengkapi kuasa untuk masa yang akan datang. Setelah penjelasan ini, pendeta mulai ketakutan. Tuhan melanjutkan dan kali ini ditujukan kepada saya, “Karena engkau adalah isteri pendeta dan berada di dalam perahu yang sama, maka bukan hal yang tidak masuk akal jika engkau juga bersama-sama dengannya mengalami neraka?” Saya sangat terkejut dan berteriak, “Yesus! Saya adalah orang yang sangat mudah ditakuti. Saya sangat takut akan neraka. Saya hamba yang lemah dan saya tidak akan dapat bertahan 1 atau 2 detikpun,” dan kemudian Yesus meledak tertawa, berkata  “Oh tidak, tidak – Aku tidak pikir demikian! Engkau sangat kuat.” Dengan cepat Pendeta Kim berada disamping saya dan tertawa kegirangan setuju akan Tuhan yang menggoda saya. “Hahahaha! Tuhan Engkau sangat benar. Kang, Hyun-Ja lebih tangguh dari yang tampak. Lihat saja pada lengannya. Tidahkkah dia terlihat kalau dia bisa membahayakan iblis-iblis itu?”

Saya mencoba menggunakan kata-kata kekanakan dan simpati dan membujuk, “Oh Yesus! Ini tidak benar. Karena saya begitu ketakutan, saya hanya ingin melihat saja, bolehkah?!” Jawab Yesus, “Okay, okay, seperti maumum! Aku akan ijinkan engkau hanya melihatnya saja.” Saya berteriak penuh sukacita.

Pendeta duduk disebelah saya dan dengan matanya yang kecil memandang saja tajam dan berkata, “Hey, dimana loyalitasmu? Selagi suamimu tersayang menderita di neraka, semua tahun-tahun penuh kasih dan loyalitas seharusnya engkau berkata, “Sayang! Aku akan ada disampingmu, jadi jangan cemas! Kita akan hidup dan mata bersaa,’ tetapi apa? Kau begitu bahagia karena tidak akan menderita kesakitan di neraka? ..apa yang dapat saya katakana,” dan dia tertawa.

 “Pendeta Kim! Jangan kuatir. Yesus bersama denganmu dan melindungimu, semoga sukses di neraka!” dan setelah saya mengatakan ini, Yesus meledak tertawa terbahak-bahak, “Hahahaha!” Anak-anak berkata-kata bersama, “Ayah! Engkau dalam masalah besar!” dan mulai tertawa.

Tiba-tiba, tampak jelas kalau pendeta sangat kuatir akan apa yang akan dia alami dan tanggung di neraka. Yesus melangkah satu langkah kedepan dan berkata,”Dari sekarang, Pendeta Kmi harus mempersiapkan ingatannya dan masuk doa lebih dalam lagi.” Tanya Pendeta: “Yesus! Ketika saya dipenjara di neraka dan menderita kesakitan, apakah upah saya di sorga menjadi lebih besar?” Yesus menjelaskan alasan-alasan penderitaan bukanlah untuk upah, tetapi untuk menuliskan pengalaman di buku dengan benar. Peperangan fisik pendeta yang harus ditanggung selagi bertarung dengan iblis-iblis adalah porsi iman yang harus dia selesaikan. Ketika ini sudah selesai, maka dia akan menerima upahnya.

Yesus mendorong  semangat Pendeta Kim untuk penderitaan fisik yang harus dia tanggung di neraka dan Dia menunjukkan rumah pendeta Joo-Eun di sorga. Joo-Eun melaporkan bahwa rumah Pendeta Kim sudah berlantai 900 dan rumah saya 700 lantai dan banyak malaikat tak terhitung sedang sibuk membangun rumah.

 

* Telepon Selular Roh dan Pesan Teks

Pendeta Kim merayu, “Yesus! Tolong bangkitkan gereja kami,” dan tiba-tiba telepon selular roh pendeta bordering. Telepon itu tercantum pesan teks dari Yesus mengenai permintaannya dan berkata bahwa hanya dengan menyaksikan ke orang lain tidaklah mudah, karenanya kita harus keluar dengan memperlengkapi diri sendiri dengan banyak doa dan kuasa yang diberikan kepada kita dari atas. Anak-anak juga memverifikasikan dengan mata roh mereka. Yesus berteriak dengan keras bahwa Gereja Tuhan akan dibangkitkan dan bertumbuh, karenanya kami harus berdoa dan tekun mengabarkan injil.

 

===== February 19, 2005 (Saturday) =====

Sermon Scripture:Aku membaptis kamu dengan air sebagai tanda pertobatan, tetapi Ia yang datang kemudian dari padaku lebih berkuasa dari padaku dan aku tidak layak melepaskan kasutNya. Ia akan membaptiskan kamu dengan Roh Kudus dan dengan api. Alat penampi sudah ditanganNya. Ia akan membersihkan tempat pengirikanNya dan mengumpulkan gandumNya kedalam lumbung, tetapi debu jerami itu akan dibakarNya dalam api yang tidak terpadamkan.(Mat 3:11-12)

 

Kim, Joseph:

Ketika saya menutup mata atau sedang berdoa, saya dapat melihat tahta Allah begitu jelas didepan saya. Hanya beberapa haru sebelum saya frustasi ketika saya mendengar pengalaman-pengalaman mereka yang memiliki karunia roh, karena sya belum menerima karunia penglihatan roh dan dengan iri dan sedih saya sering duduk sendiri di sudut gereja dengan menangis. Sekarang saya mampu melihat tahta Allah yang dilingkupi dengan sinar terang luarbiasa didepan mata saya. Sangat menyilaukan lebih dari sinar matahari, 10 ribu kali lebih terang.

Saya mencoba keras untuk melihat tahta Allah dengan mata saya, tetapi setiap kali yang mengangkat kepala untuk melihat sinar iluminasi dan kedahsyatannya, seketika saya tertunduk dan tidak mampu melihatnya dengan jelas. Saya dapat melihat sedikit lutut yang sangat besar dan kakiNya. Tuhan itu Maha Kuasa dan amat sangat besar tidak terbayangkan. Didepan tahta Allah, empat binatan dengan pandangan tajam ada disana mengasi tempat saya berada dan mata mereka memutar (Wahyu 4:6). Juga ada sinar warna warni keluar dari tahta, sinar-sinar itu tidak jelas, tetapi tampak seperti bayangan pelangi yang tidak biasa.

 

*Jalan Emas yang Menghubungkan Sorga

Sebuah sinar khusus emas tidak biasa mulai bersinar terang didepan saya, jadi saya memperhatikan apa yang akan dinyatakan. Tanpa berpikir, saya berteriak, “Wow, itu jalan ke sorga!” Dari tempat dimana saya berdiri, saya tidak pernah melihat seperti jalan tak berujung menuju ke sorga. Bahkan mereka di gereja yang memiliki penglihatan roh pun, tidak melihat jalan menuju sorga ini, tetpai Tuhan menunjukkannya kepada saya dengan jelas dan dengan tepat.

Jalan itu tidak terlalu lebar, tetapi tepat menuju ke tahta Allah dan jalan emas itu dimulai tepat dibawah hidung saya. Sinar-sinar emas terus berkilauan dan dari kejauhan beberapa benda menuju kea rah saya.

 

*Harta Kekayaan Sorgawi Yang Diperlukan dalam Pelayanan

Apapun yang turun dari sorga, apapun itu juga, berkilauan trang dan ketika saya mencoba melihat dengan mata jasmani saya, saya tidak dapat membuka mata saya karena begitu berkilau dan saya menduga itu akan merusakkan mata saya. Benda-benda yang saya lihat dari kejauhan masih memburu saya dan semakin mendekat, identitas mereka semakin jelas dinyatakan. Ada tiga atau empat malaikat sorga menarik kereta emas, dan kepalanya adalah kuda yang seputih salju, para malaikat memegang tali leher seperti seorang pelatih dan menuntun kereta itu turun.

Didalam kereta emas itu ada banyak warna merah, bungkusan-bungkusan kain dan saya sangat ingin melihat apa yang ada didalam bungkusan-bungkusan itu. Ketika bungkusan-bungkusan itu sampai, para malaikat membawa paket-paket dari kereta dan dengan sopan berkata. “Salam, Saudara Joseph! Tuhan memerintahkan kami untuk mengirimkan ini kepadamu, maka disinilah kami. Saudara Joseph engkau akan masuk dalam pelayanan sebagai pendeta dan Tuhan mengatakan bahwa semua hal-hal yang penting ini untukmu untuk pelayananmu disini. Tolong pakai dengan tepat.”

Saya mulai membuka setiap paket satu demi satu dan didalamnya, ada semua jenis permata dan harta karun berharga dengan jumlah tak terpikirkan dan masing-masing barang itu bersinar berkilauan. Bahkan setelah para malaikat itu kembali naik ke sorga, paket-paket itu terus terbuka dan tercurah. Tuhan terus menerus mencurahkannya kepada saya tanpa henti.

Saya bertanya kepada Bapa Sorgawi: “Bapa Sorgawi! Mengapa Engkau memberikan saya hadiah-hadiah yang sangat berharga ini? Saya tidak tahu apa yang harus saya katakan.” Yesus berdiri disebelah saya dan dengan lembut meminta, “Yoseph! Engkau akan berdiri didepan dunia sebagai hamba Tuhan dan engkau akan dipakai dengan capa luar biasa! Karena itu, janganlah sombong, tetapi rendah hatilah sampai akhir.  Jangan menjadi jahat dan sirna. Ini semua diberikan kepadamu sehingga engkau dapat menggunakannya dengan bijaksana demi namaKu. Engkau akan menjadi tokoh penting dan berpengaruh besar pada dunia!”

Setelahitu, paket-paket lain yang berisi hadiah-hadiah tak diketahui terus menerus turun kearah saya. Saya mulai membuka mulut seperti sedang makan dan menelan semua hadiah-hadian itu yang kemudian masuk perut saya satu demi satu. Ketika saya melihat diri saya sendiri dalam mata roh, saya membengkak dan gemuk karena menelan begitu banyak hal.

 

Sister Kang, Hyun-Ja: *Disentuh Yesus

Hari ini tiba-tiba saya diserang kesedihan, jadi saya mulai menangis dalam doa dan seakan-akan lampu kamera menyorot, sebuah sinar mulai menyorot mati dan nyala selama beberapa waktu. Tiba-tiba saya terkejut, saya memutuskan untuk bertanya pada anak perempuan saya, siapakah yang berdoa disebelah saya.

Sesaat kemudian saya merasakan seseorang berkonsentrasi dan terus menerus menyentuh kepala saya, punggung dan tangan-tangan saya. Dengan kasar Yoseph dan Joo Eun berkata, “Bu! Apakah kau mencoba menggoda seseorang? Saat ini Yesuslah satu-satunya yang menyentuhmu. Tidakkah kau tahu?” dan mereka membalas saya. Jadi saya bertanya kepada Yesus dan Tuhan mengatakan supaya saya tidak cemas dan terus berdoa.

 

Lee, Haak-Sung: *Haak-Sung Bertemu  Musa

Selagi berdoa, Yesus datang dan membawa saya ke sorga. akhirnya saya bertemu dengan Musa yang sudah lama saya rindukan. Ketika saya bertemu Musa, saya berteriak: “Musa, tuan! Tuan Musa! Saya sangat ingin bertemu denganmu!” Musa menjawab, “Ah-ha, Saudara Haak-Sung! Senang bertemu denganmu,” dan dia menjabat tangan saya.

Lanjut Musa, “Akhir-akhir ini di sorga pembicaraan dimana-mana tentang Gereja Tuhan. Saya sangat ingin bertemu dengan Pendeta Kim, Yong-Doo, tetapi mengapa dia tidak disini? Tetapi mengapakah engkau ingin berjumpa denganku, Saudara Lee?” saya merasa terhina dengan komentarnya dan tidak tahu apa yang harus dilakukan. Musa berkata bahwa banyak hamba Tuhan yang terkenal dan setia di Alkitab menunggu untuk bertemu Pendeta Kim dan saya diminta untuk menyampaikan pesan untuk mendorong dia cepat menerima karunia penglihatan roh, sehingga mereka dapat bertemu di sorga.

Saat itu, Yesus mendengarkan pembicaraan kami dan tiba-tiba berkata dengan suara keras, “Aku yang paling besar!” seketika kami berdua (Musa dan saya) menundukkan kepala.

Saya kembali ke gereja dan setelah selesai berdoa, saya menyampaikan apa yang dikatakan Musa dan kata Pendeta: “Haak-Sung! Aku adalah seorang pendeta dari gereja kecil dan tidak dikenal, jadi mengapakah hamba-hamba besar ingin bertemu denganku? Aku tidak dapat memahaminya.” Saat itu Yesus berdiai disamping saya dan sekali lagi mengulangi apa yang Dia katakana di sorga: “Akulah yang terbesar  dari hamba-hamba penting apapun di Alkitab!”

 

===== February 21st, 2005 (Monday) =====

Scripture sermon:Saudara-saudara yang kekasih, janganlah kamu heran akan nyala api siksaanyang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luarbiasa terjadi atas kamu: Sebaliknya, bersukacitalah sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan kemuliaanNya.(1 Pet 4:12-13)

 

Pendeta Kim, Yong Doo: * Mrs. Kang, Hyun-Ja And Sister Baek, Bong-Nyu ,Serangan roh jahat

Isteri saya dan Sister Baek, Bong-Nyu berdoa supaya karunia roh mereka dibuka. Mereka mulai berdoa tadi malam dan selesai pagi ini jam 9. Pikiran untuk pulang ke rumah, terselip dipikiran mereka, jadi mereka terus berbincang-bincang. Mereka sudah berdoa semalam-malaman. Mereka seharus tidur dan istirahat, tetapi mereka tidak terlihat kelelahan. Mereka terus berbincang-bincang.

Saya menyarankan mereka bahwa Tuhan akan menganugerahi karunia penglihatan roh dan karunia-karunia yang lain tepat pada waktunya. Saya minta mereka berhenti berbicara tentang hal itu. Semakin sering berbicara, maka kesempatan serangan roh jahat semakin besar. Karenanya, saya menyarankan mereka berhenti dan pulang. Namun, mereka terus duduk dan berbincang-bincang tanpa terkendali. Dengan enggan saya meninggalkan mereka dan pulang tidur. Isteri saya pulang lama setelah itu. Kemudian kejadian itu terjadi.

 dan janganlah beri kesempatan kepada Iblisl. (Ephesians 4:27)
Tetapi segala sesuatu harus berlangsung dengan sopan dan teratur.” (
1 Cor 14:40)
“.mendengarkan lebih baik daripada korban sembelihan, dan memperhatikan lebih baik dari pada lemak domba-domba jantan.” (
1 Sam 15:22)

Setelah Sister Baek, Bong-Nyu meninggalkan isteri saya, sekitar tengah hari dia pulang. Sekitar waktu itu, saat dia naik tangga, kelompok roh jahat tanpa identitas menyerangnya. Mereka membungkus tubuhnya dan menjatuhkannya. Awalnya, roh-roh jahat itu menunggu dan mengitarinya. Ketika mereka menemukan celah, dengan cepat mereka memutarnya seperti angin tornado dengan sangat cepat. Mereka membuatnya pusing. Sekalipun dia sangat pusing dan harus duduk di kursi, dia mencoba mencari pegangan dan menggeretakkan giginya. Dengan kekuatan penuh, roh-roh jahat itu mendorongnya dan dia terguling-guling di tangga. Hasilnya, punggungnya patah dan harus dibawa ke rumah sakit. Dia harus dioperasi dan tulang punggungnya disangga dengan baja. Peristiwa ini terjadi karena ketidaktaatan dan sedikit kepuasan diri sendiri.

Secara pribadi Yesus tidak menyembuhkan dia, tetpai Dia memerintahkan untuk operasi. Ketika kami menanyakan mengapa Tuhan tidak menyembuhkannya dan harus pergi ke rumah sakit. Dia katakana bahwa itu tergantung pada iman seseorang. Kadangkala Tuhan secara pribada menyembuhkan orang, tetpai Dia juga akan menggunakan dokter untuk perhatian medisnya. Dokter-dokter yang digunakan oleh Dia dimaksudkan untuk merawat dan menyembuhkan orang. “Orang kudus Bong-Nyu mempunyai beberapa area yang harus dievaluasi. Ada beberapa area ketidaktaatan yang menjadikannya masalah. Kali ini kekuatan jahat menemukan dan menangkap banyak celah. Ketika pendeta berbicar akepada jemaat, mereka harus patuh. Pendeta Kaim, jangan takut, tetapi kunjungi dia dan sampaikan pesanJu. PesanKu adalah kehendakKu baginya. Terlebih lagi, katakan dia supaya lebih rendah hati.”

Tuhan mendekati isteri say akembali. “Ketika saat itu tiba, penglihatan rohmu pasti dibuka. Mengapa engkau begitu tidak sabar? Penglihatan rohmu belum dibuka karena masih ada hal-hal rohani yang tidak kau sadari. Sesudah itu, secara alami engkau akan tahu jawaban yang kumasudkan.”

Sister Baek, Bong-Nyu benar-benar orang yang tidak bisa dihentikan. Umumnya, orang percaya yang berhadapan dengan Setan menjadi kaku dan malu-malu. Mereka ketakutan dan tidak berani mempermalukan musuh mereka. Namun, Sister Baek Bong sangat berani dan tidak sekejappun dia mengejapkan matanya di tempat manapun di neraka. Dia sangat kuat dan berani. Dia sudah mempengaruhi jemaat lain untuk menjadi berani sebagai prajurit Yesus. Semua jemaat menjadi prajurit-prajurit pemberani. Saya pergi ke rumah sakit mengunjungi Sister Baek, Bong-Nyu. Ketika sampai disana, dengan cepat dia berkata, “Pendeta, maafkan saya karena tidak mematuhimu.” Kemudian dia mengatakan bahwa operasinya berlangsung dengan baik. Ketika terjatuh, urat saraf tulang belakangnya patah. Dua dari ruas-ruas tulang belakangnya patah dan robek menembus tulang. Dia baru saja operasi yang mengencangkan punggungnya dengan baja. Enam batang baja dimasukkan kedalam punggungnya, 3 baja untuk setiap vertebratanya. Saya sangat ingin tahu mengapa ini diijinkan hanya untuk satu ketidakpatuhan saja. Dia hidup dalam kemiskinan dan saya merasakan belas kasih untuknya. Bagaimana dia akan menutupi semua biaya tagihan rumah sakit dan operasinya? Dia sangat menyedihkan.

Tuhan mengawasi kami dengan diam. Setelah waktu yang lama, Dia mulai menjelaskan, Dengan teliti, Dia mulai menjelaskan setiap kejadian yang terjadi pada seseorang dan alasan tertentu dan penyebabnya.

 

 

Mrs. Kang, Hyun-Ja: *Jalan Tuhan, Bagaimana Yesus bergerak

Hati saya tersiksa untuk waktu yang lama setelah Sister Baek, Bong-Nyu terluka berat karena serangan kekuatan jahat. Kesedihan tak tertanggungkan atas saya. saya merasakan tanggung jawab atas kejadian itu. Saya tidak sabar dan sayalah yang mendorong kami terburu-buru. Saya begitu ingin mata rohani saya dibukakan. Saya terus menerus bertobat dan bertobat. Yesus sudah tahu bagaimana hati saya tersiksa. Dia menghibur saya dengan mengelus kepala dan punggung saya.

Waktu sore, saya berdoa di ruangan kecil dan melalui jendela, sebuah sinar terang terpancar turun. Di tengah-tengah sinar itu, Yesus tiba. Kapanpun Yesus membuat pintu masukNya, sinar terang memancar. Seperti sinar laser. Tampaknya seperti Dia secara instan bepergian dengan kecepatan tak terbayangkan. Tidak ada satupun yang dapat pergi kemanapun seperti Yesus. Yesus lebih cepat dari sinar apapun, seperti sinar matahari ataupun sinar lampu senter. Dia tidak hanya cepat tetapi Dia pergi kemanapun dengan cermat.

Selama hidup saya, Yesus selama berada bersama saya. Ketika Dia menyentuh saya, saya dapat jelas merasakan sentuhanNya melalui pikiran sehat. Hari ini, Dia menunjukkan suatu kejadian sangat istimewa. Akhirnya saya menyadari bagaimana Tuhan berkeliling dunia begitu cepat. Tuhan bepergian seperti cahaya. Sebelumnya, saya memiliki pikiran yang kabur tentang hal itu. Tetapi sekarang, saya benar-benar mengerti dengan pasti dan saya percaya dengan hati saya. Saya mengerti bagaimana Dia mengetahui kejadian-kejadian di seluruh dunia. Yesus mengawasi dan mengamati para orang kudus di seluruh dunia. Dia tidak perlu pergi mengelilingi dunia untuk mengetahui apa yang terjadi atas orang-orang kudus. Bahkan tidak membutuhkan sedetikpun bagi YEsus untuk mengetahui informasi tentang orang-orang kudusNya.

Tuhan berkata, “Aku tunjukkan ini karena Aku mengasihimu.” Saya berharap bahwa Yesus akan menunjukkan para orang percaya lainnya rahasia-rahasia khusus atau berbagai kejadian karena Dia mengasihi setiap orang. “Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku dan Akupun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya..” (Yoh 14:21)

Kapanpun Yesus muncul disebelah saya, keadaan di sekitar saya menjadi bercahaya dan terang. Sepertinya akan-akan pilar cahaya ada didepan saya. Saya selalu merasa bahwa Yesus bersama saya dan selalu menyertai saya. Bapak Pendeta sangat menyukakan Tuhan. “Oh Yesus! Aku cinta Engkau!.” kata Tuhan, “Pendeta Kim! Karena engkau sudha berdoa sepanjang malam, pergi dan tidurlah.” Pendeta menjawab dengan ekspresi wajah yang unik dan lucu. “Saya cinta Engkau.” Semua anggota keluarga tertawa keras.

Dari Alkitab, kami mengerti karakteristik Yesus yang kudus, serius dan murah hati. Sepertinya Dia selalu berhati-hati dan tidak bisa bergurau ataupun bermain-main. Banyak orang berpikir bahwa Tuhan sangat jauh dari lucu, girang atau suka bermain. Namun,. ketika mata rohani kami terbuka, kami menemukan bahwa Dia sangat jauh diluar bayangan kami. Semakin kami dekat denganNya dan semakin jauh mata rohani kami terbuka, kami menemukan bahwa Dia lucu. Tetapi kapanpun kami berdosa, Dia berduka dan meratap.

 

* Pendeta Kim, Kaulah MempelaiKu yang sejati

Hari ini, ketika suami saya tertidur, Tuhan muncul dengan karung. Joseph, Joo Eun dan saya sangat terkejut meliha tTuhan muncul membaw akarung. ‘Apakah itu? Apa yang akan dilakukan Yesus?’ Kami melihat dengan seksama. Biasanya Pendetalah yang menghibur Tuhan. Sekarang, Tuhan ingin perjamuan kawin di sorga. Kata Tuhan, “Tiba-tiba Aku ingin membaw aPendeta dan mengadakan perjamuan kawin.” Kemudian Tuhan meletakkan roh Pendeta kedalam karung dan kembali ke sorga, Saya tidak tahu apakah Pendeta sadar akan apa yang terjadi. Dia sedang tertidur lelap. Kami mulai tertawa kecil.

Tuhan memiliki ekspresi wajah yang sangat unik dan lucu saat Dia membawa roh Pendeta didalam karung. Kami tidak dapat tidak tertawa. Di sorga, orang-orang kudus dari gereja sorga datang berkelompok untuk mengamati dan tertawa melihat Tuhan membawa Pendeta dengan cara yang unik. Sepertinya seakan-akan Tuhan menculiknya. Yesus memerintahkan para malaikatNya untuk memakaikan baju dan mendandani Pendeta. Kemudian para malaikat itu membawa pendeta ke ruang lain, Mereka mendandaninya dengan asesori dan batu-batu berharga. Dia terlihat luarbiasa. Perjamuan kawin megah akhirnya dimulai. Resepsi kawin ini dimulai saatYesus dan Pendeta berdansa dengan cara lucu. Dengan menggunakan pinggul dan bergerak bersisian. Semua orang kudus terhibur. Dan mereka gembira bahwa Allah Bapa tertawa keras dalam suaraNya yang dalam.

Pendeta dan Yesus berdansa cukup lama. Tuahan menyatakan, “Mulai hari ini, Pendeta Kim, Yong Doo adalah mempelaiKu yang sejati!” Ketika Tuhan menyatakan ini, semua orang kudus bersorak dan bertepuk tangan. Para malaikat meniup terompert mereka dan menambakan kegirangan pad aperayaan ini. Saat Tuhan berdansa pinggul dengan pinggul dengan Pendeta, sepertinya seakan-akan mereka bersaing siapa yang lebih bagus. Gerakan pendeta mejadi aneh dan janggal. Dengan lucu Tuhan berkata bahwa sangat sulit mengikuti gerakan dansa pendeta dan Dia akan berlatih lagi.

Kemudian Tuhan kembali ke rumah kami. Saya bertanya kepada Tuhan: “Tuhan! Apakah Engkau menikmati perjamuan kawin dengan Pendeta Kim?” Jawab Tuhan, “Tentu saja, Aku sangat senang! Aku sudah mengungkapkan semua bagian terdalam hatiKu kepada Gereja Tuhan! Namun, Aku ingin gereja-gereja lain menyembahKu dengan bebas, dengan lebih menarik dan mengucap syukur.” Yesus berkata bahwa Dia senang melihat semua gereja menyembah dan melayani didalam Roh dengan lebih bebas. Selain menjadi kaku dan formal, Dia ingin melihat mereka lebih fleksibel, menghibur dan memberkati.

 

Kim Joseph: * Hujan Bola Api Roh Kudus

Saat saya berdoa, bola-bola api besar dan kecil mulai bergerak mengelilingi tahta Allah Bapa. Bola-bola api itu mulai menghujani saya. Bola-bola api kecil menghujani saya, tetapi dengan waktu yang berlalu, ukuran bola-bola api menjadi lebih besar. Dan ukuran bola-bola api menjadi seukuran rumah dan menembus tubuh saya tanpa henti. Saat bola-bola api memasuki tubuh saya, sangat panas sampai saya tidak dapat menanggungnya. “Oh, Panas,  Oh! Panas!” saya terus menerus berteriak.

Saya dapat melihat pintu sorga terbuka lebar, khususnya hari ini, Yesus berkata bahwa hari ini adalah hari khusus para orang kudus di sorga untuk menyaksikan kejadian-kejadian di Gereja Tuhan. Para orang kudus sorga menyaksikan penyembahan, pelayanan dan reli doa. Mereka mengamati kami dengan keingin tahuan yang besar.

 

* Orang-orang Kudus Sorga Turun Mengunjungi

Yesus memegang PerkataanNya. Selama pelayanan, kejadian tidak biasa yang mengejutkan terjadi. Saya mampu melihat beberapa orang kudus sorga turun dari sorga. Dengan perintah Tuhan, mereka mampu mengunjungi kami. Saya berteriak dengan keras kepada pendeta: “Pendeta! Pendeta! Nabi Elia turun dari sorga mengendarai kertera mereka dengan kuda-kuda berapi. Wow! Menakjubkan! Lihatlah peristiawa itu! Mereka mengelilingi atap gereja. Setelah Elia disusul Daniel dan tiga temannya. Saya melihat Nuh dan Abraham juga datang!” Pendeta menarik diri dan terkejut.

Kata Pendeta, “Yoseph! Kejadian ini sangat mengejutkan dan tidak biasa. Ini dapat menciptakan kontroversi. Peristiwa ini sangat besar dan tidak ada di Alkitab. Ada kasus yang sama, tetpai tidak seperti ini. Ini tidak meliputi banyak jiwa-jiwa sorgawi.” Kemudian pendeta meminta saya untuk melihat kesamaan kejadian didalam Alkitab.

Pendeta menemukan dalam  Luk 9:28-31. Mengenai Yesus yang berdoa di gunung dan PenampilanNya berubah. Kemudian Elia dan Musa muncul. Mereka berbincang-bincang mengenai keberangkatanNya. PEndeta sedikit ragu. Namun, adik saya  Joo-Eun pasti menyaksikan kejadian ini. Sister Baek, Bong-Nyu and Brother Haak Sung sibuk menyaksikan orang-orang kudus sorgawi ini.

Kemudian Yesus berteriak dalam suara yang audible, “apakah ada yang tidak dapat Aku lakukan? Ini hanya permulaan saja. Mulai sekarang dan selanjutnya, Aku akan ijinkankan orang-orang kudus sorgwai untuk datang dan berkunjung sebanyak yang Aku inginkan. Pendeta Kim, kau harus percaya padaKu!” Selama penyembahan, kami semua menari, menyanyi dan menyembah berdiri dari kursi kami sebanyak yang kami inginkan. Tuhan juga meniru tarian kami.

 

*Pewujudan Allah Bapa  Saat Dia Menerima Penyembahan Kami

Allah Bapa, Yesus dan Roh Kudus sangat terkesan dengan penyembahan dan pelayanan kami, Ketika gereja kami menyembah, kami tampak seperti merayakan dan menghibur, Tuhan sangat senang dengan penyembahan kami. Tuhan selalu menerima penyembahan kami dengan senang. Saat Tuhan melihat penyembahan kami, Dia sangat puas.

 “Dan Daud menari-nari di hadapan TUHAN dengan sekuat tenaga; ia berbaju efod dari kain lenan. Daud dan seluruh orang Israel mengangkut tabut TUHAN itu dengan diiringi sorak dan bunyi sangkakala. Ketia Tabut TUHAN itu masuk ke kota Daud, maka Mikhal, anak perempuan Saul, menjenguk dari jendela, lalu melihar raja Daud meloncat-loncat serta menari-nari di hadapan TUHAN. Sebab itu ia memandang rendah Daud dalam hatinya..” (2 Sam 6:14-16)

Tuhan menyuruh Joo Eun menari. Dia meminta Joo Eun bergerak tetapt saat Dia bergerak dan memberikan instruksi. Kami mengikuti tarian Yesus dan bergerak dalam irama music penyembahan yang dimainkan dari piano mekanis. Tuhan memimpin kami menari dan kami bebas menyembah. Rombongan banyak malaikat tiba dari sorga dan duduk di bangku-bangku gereja dan mereka memenuhi gereja. Para malaikat juga terbang, menempati udara saat mereka mengawasi. Umumnya, di hari lain, rombongan iblis akan bersembunyi di sudut-sudut gelap di gereja, tetapi hari ini tidak ada satupun juga.

Tiba-tiba saya sangat ingin tahu apakah Allah Bapa mengawasi kami. Saya ingin tahu bagaimana Dia bereaksi. Saat menari, saya mendongak kea rah sorga. Allah Bapa melambungkan kakiNya dan dengan cepat bergerak dari samping ke samping. Saat Allah Bapa bergerak, sinar luas biasa terpancar turun. Saya dapat merasakan dan memahami bahwa Allah Bapa sangat senang.

Allah Bapa bergerak dengan cara yang unik dan khusus. Dengan tanganNya yang luarbiasa, Dia melambai dari kiri ke kanan. Kemudian Dia mengangkat tanganNya yang lain dan bergerak dengan perlahan dari kanan ke kiri. Allah Bapa terus melambaikan tangan-tanganNya yang besar dan perkasa di udara. Kemudian Dia duduk di atas tahtaNya. Kemudian Dia menghentak-hentakkan kaki kananNya mengikuti lagu yang dimainkan di gereja kami.

Dia tertawa dengan suara yang dalam dan nyaring. Sebuah bola besar yang lebih besar dari rumah mulai bergulung kearah saya. Bola itu tiba-tiba menjadi sebuah bola api dan memasuki tubuh saya. Sangat panas hingga saya hampir pingsan.

Bola-bola api menyala memasuki semua anggota gereja. Saat bola-bola api itu memasuki tubuh mereka, jemaat  menjerit dan berteriak, “Panas!”

 

* Melihat Alam Roh dengan Mata Jasmani

Setelah ibadah gereja, saya pulang ke rumah dan menyaksikan roh-roh jahat didalam rumah kami. Saat saya membuka pintu masuk depan, beberapa kelompok iblis yang tampak seperti tikus berlarian dari tempat tidur besar ke ruangan lain yang lebih kecil. Saat keluarga saya masuk, roh-roh itu bergerak dan bersembunyi di sudut-sudut. Ketika saya meyaksikan kejadian ini, saya melihat dengan mata jasmani dan itu sangat nyata. saya juga dengan jelas melihat Yesus dengan mata saya yang dibukakan di gereja. Tuhan menyertai kami saat pulang. Dia bersama dengan kami. Tuhan menyhinarkan warna emas. Dia memiliki rambut coklat dan berpakain linen yang berkilau dan wajahNya sangat fantastis. Kami merasa sangat nyaman dan penuh damai sejahtera saat kami melihat Tuhan kami yang tampak sangat baik dan murah hati. PenampilanNya membuat kami merasa aman.

Dengan mata baik terbuka maupun tertutup, saya dapat melihat Yesus dan Allah Bapa di tahta. Dengan mata tertutup, penglihatan itu sedikit buram, tetapi sekarang dengan mata terbuka, itu sangat jelas dan nyata. Kata Yesus, “Yoseph, Aku memilihmu sebagai laki-laki yang akan melakukan pekerjaan-pekerjaan besar untukKu di masa mendatang. Karenanya, Aku karuniakan kepadamu kemampuan untuk melihat alam roh dengan mata jasmanimu seakan-akan itu mata rohmu.” Kadangkala saya berbincang-bincang dengan Tuhan saat saya melihat Dia dengan jelas dengan mata jasmani saya. Kadangkala Yesus tampak seperti laki-laki jasmani, tetpai Dia dapat datang sebagai sinar untuk berbicara kepada saya. Kata Yesus, “Aku akan pergi ke rumah doa di kota Hwa Sung utnuk mengatmati para hambaKu berdoa. Para hambaKu berkumpul disana untuk berdoa bersama-sama.” Kemudian sekettika Dia menghilang dan kemudian kembali kepada saya.

 

Menginjili Satu Jiwa yang Hilang

Sore hari, saya berdoa dengan singkat di gereja dan pergi menginjil. Saya bertemu seorang laki-laki dan mulai menginjili dia. Dia terlihat sangat terkesan saat saya menginjili dia. Dia mendengarkan pesan saya dengan seksana saat dia memegang traktat di tangannya. Dia tampak lebih tua dari saya. Kemudian dia berkata, “Kau tahu apa? Secara mental saya sudah mengembara saat kejadian-kejadian berbeda menekan hidup saya. Semuanya itu buruk. Terima kasih sudah membagi pesanmu.” Dia memastikan akan menghadiri gereja kami. Pasti, dia memegang kata-katanya dan baik-baik saja dalam imannya.

Kata Yesus bahwa upah mengabarkan injil adalah paling tinggi. Saat Dia berbicara, Dia menambahkan 150 tingkat untuk rumah saya di sorga. Saya sangat ingin tahu apakah rumah saya bertambah tinggi saat saya menerima upah. Saya dikonfirmasikan bahwa rumah saya menjadi semakin tinggi di sorga.

 

 ===== February 25th, 2005 (Friday) =====

Sermon scripture: “Tuhan Allahmu ada diantaramu sebagai pahlawan yang member kemenangan. Ia bergirang karena engkau dengan sukacita, Ia membaharui engkau dalam kasihNya, Ia bersorak-sorak karena engkau dengan sorak sorai.” (Zefanya 3:17)

 

Mrs. Kang, Hyun Ja: * Kebaktiannya Hancur dan Tuhan pergi

Bahkan sebelum ibadah dimulai, anak perempuan saya, Joo Eun dalam suasana hati yang sangat buruk dan mengganggu damai sejahtera. Dia memiliki sifat panas. Roh jahat bersifat panas ada didalam tubuhnya. Akhirnya, ibadah rusak karena Joo Eun. Bahkan setelah menghancurkan ibadah, Joo Eun tidak berhenti tetpai terus menjengkelkan sampai akhir. Ibadha itu menjadi dingin dalam waktu singkat dan sedikit demi sedikit sumbang. Penyembahan menjadi ganjil. Pendeta yang juga memiliki sifat cepat panas, akhirnya meledak. Dia kehilangan kesabarannya. SEbelum Pendeta meledak, saya memberikan dia tanda untuk bersabar sampai akhir. Tetapi sifat panas dan cepat marah memberikan iblis keuntungan. Khotbah ditinggalkan sebelum selesai dan dia hanya berbicara selama 5 menit.

Sepertinya tidak ada akhir bagi sifat histeris Joo Eun. Dia sangat keras kepala. Akhirnya, dengan kasar pendeta memarahinya.

Saya tidak tahu mengapa anggota keluarga saya dan saya amat sangat keras kepala. saya memiliki waktu yang sulit dengan sifat panas dan cepat marah keluarga saya ini.

Jemaat gereja kaku dan wajah mereka tegang. Saat ini terjadi, anak laki-laki saya, Yoseph dan beberapa jemaat lain melihat tahta Tuhan. Allah Bapa menhentakkan kakiNya dan berjalan tanpa henti dari samping ke samping. Kata Yesus, “Pelayanan yang kau berikan sekarang ini tidak diterima. Tidak perduli berapa banyak, apakah 100 atau 1000 kali – Aku tidak akan menerimanya.” Setelah berbicara, Tuhan seketika menghilang.

Para jemaat yang terbuka mata rohnya tidak dapat menemukan Yesus ataupun Roh Kudus. Mereka mencari ke sekeliling, tetapi tidak melihat Tuhan kami. Namun, kekuatan iblis mengalir memenuhi tempat ini. Mereka berteriak kegirangan dan bersukacita saat bertepuk tangan. “wow! Bagus! Pekerjaan bagus! Wos, aku rasakan enak! Ini sangat luarbiasa sehingga aku tidak tahu apa yang harus dilakukan!” Mereka menari dan berpesta bersukacita. Pendeta dan semua jemaat serta saya sendiri mereka seperti mata roh kami tertutup. Kami tidak mampu melihat. Seketika, kesedihan tak tertanggungkan atas kami. Tuhan tidak menerima atau senang akan pelayanan dan khotbah. Pelayanan dan khotbah dengan sifat panas dari jemaat. Ini yang paling menembak Tuhan.

*Murka Allah Bapa

Saat Brother Haak-Sung melihat ke tahta, Allah Bapa bangkit dari tahtaNya dan tampak sangat murka. Terlebih lagi, suara luarbiasa yang dalam dan menakutkan menggema. Suara Tuhan dengan jelas dan nyaring menggema di telinga Haak Sung. Suara Allah Bapa seperti kilat dan Guntur. Allah Bapa menyatakan, “Setelah Aku membuka mata rohanimu, sekarang engkau menjadi sombong dan angkuh, sekarang engkau membawa pelayananmu dengan sembrono! Jika engkau pernah memimpin pelayanan seperti ini lagi, Aku akan menarik semua karuniaKu darimu!” Brother Haak- Sung berkata bahwa dia tidak pernah merasa begitu takut kepada Tuhan. Ini pertama kali dia merasakan ketakutan yang sebenarnya.

Dengan jelas saya dapat merasakan murka Tuhan. Karena kami sudah masuk alam roh yang dalam, kami harus lebih berhati-hati akan apa yang Tuhan pikirkan.

Kasih karunia kekal terlebih lagi diberikan kepada kami dan kami perlu merendahkan hati terlebih lagi. Kami perlu hidup kudus. Sedikit keluhan dan kesembronoan dapat memberikan iblis kekuatan untuk memanifestasikan ledakan-ledakan mereka. IBlis akan meledakkan situasi dimana mereka dapat terus menaikkan masalah atau isu.

Saya berpikir ragu, ‘pasti tidak…satu orang menghancurkan ibadah tidak akan menghasilkan kehilangan semua karunia Roh Kudus kami bukan?’ Saya merasakan Tuhan mencoba mengajar kami betapa pentingnya penyembahan dan ibadah.

Semua gereja memiliki penyembahan dan ibadah yang sedikit berbeda. Namun, kebanyakan sama. Ibadahnya apatis dan bercampur antara Firman Tuhan dan tradisi. Terlebih lagi, tradisi mereka dibawa dari generasi ke generasi. Namun, dengan pelatihan memadai, pengajaran dan pemahaman Alkitab, orang-orang Kristen tahu betapa pentingnya penyembahan dan ibadah. Mereka harus menyadari dan mengenali inti dari pelayanan.

 

* Bertobat dengan Menampar Pipi

Saat jemaat Gereja Tuhan bertobat dengan satu suara nyaring, saya mendengar seseorang terus menerus menampar dirinya sendiri. Karenanya saya membuka mata untuk mencari. Itu adalah Pendeta yang bertobat dengan penuh airmata dan menampar pipi-pipinya sendiri. “Tuhan! Saya sudah salah mendidik anak saya! saya tidak mengajar atau mendisiplinkan mereka dengan benar. Hasilnya, saya berdosa didepanMu.”

Siapa tidak menggunakan tongkat, benci kepada anaknya, tetapi siapa mengasihi anaknya, menghajar dia pada waktunya.” (Ams 13:24)

Kata Pendeta, “Tolong ampuni saya, Tuhan” dan dia terus menerus menampar pipi-pipinya sendiri. Saya berpikit, ‘apa? Bagaimana dia biasa menampar pipi-pipinya sendiri begitu kerask?’ Saat saya sedang berpikir, anak perempuan saya, Joo Eun lari ke altar dan berlutut disebelah Pendeta. Dialah orang yang telah menciptakan kekacauan ini. Kemudian Joo eun mulai bertobat dan menangis. Dia juga mulai menampari pipi-pipinya sendiri.

Joo-Eun memiliki kepribadian yang sulit dan tidak mudah. Dalam beberapa hal, dia sangat keras kepala dan jika dia menentukan berbuat sesuatu, dia pasti melakukannya dengan harga berapapun. Dia sangat keras kepala. Sekarang saya tidak mampu mengerti bagaimana ayah dan anak perempuannya dapat bertobat dengan cara sama yang sangat tidak biasa. Saat Joo Eun bertobat dan menampari dirinya sendiri, dia menjerit: “Tuhan! Yesus! Saya sudah bersalah. Tolong ampuni saya! Kesalahan sayalah yang membuat ayah menampari pipinya sendiri. Tolong hentikan dia!” Pendeta terus menerus menampai pipi-pipinya sendiri tanpa ampun saat dia berteriak: “Tuhan! Tolong ampuni saya! Ini juga kesalahan saya. Saya memiliki sifat panas.” Saya menjadi khawatir saat melihat Pendeta terus menampari pipinya sendiri. Para jemaat melihat Pendeta dan Joo eun bertobat dan menampari pipi mereka sendiri. Hasilnya, jemaat berdoa lebih kuat lagi.

Yesus pergi selama beberapa waktu tetapi Dia sudah kembali lagi. Dengan diam Dia berdiri dari jauh dan mengawasi kami bertobat. Dia mengawasi Pendeta dan Joo Eun dan perhatian yang seksama. Beberapa hari kemudian, dengan lembut Tuhan berbicara kepada kami. Tuhan berkata bahwa Allah Bapa sangat murka. Kemudian tuhan memperingatkan kami dengna pesan bahwa jika kami pernah memberikan ibadah penyembahan lain dengan sembrono ataupun sikap jelek, Bapa akan menghadapi kami dengan keras.

Saat Joo Eun mendengarkan kata-kata Yesus langsung, dia mengaku. “Yesus! Yesus! Saya menyesal. Saya melakukan kesalahan! Tolong ampuni saya.” Tuhan berbicara kepadanya dan memeluknya erat. “Baiklah, jangan berlaku seperti itu lagi.” Yesus juga memeluk Pendeta dan menasehati Pendeta untuk tidak membentak anaknya bagaimanapun tetapi mendidik mereka dengan cinta. Yesus berkata bahwa untuk melepaskan kemarahan Allah Bapa dan hatiNya penuh, kami harus berdoa pertobatan lagi.

Setelah beberapa waktu, dengan mendekatnya pagi, Tuhan memerintahkan kami istirahat dan makan kue. Dia memerintahkan kami untuk menyembah dengan sukacita lagi.

 

Kim, Joseph: * Sebuah Ruangan yang penuh dengan senjata mematikan

Selagi berdoa, Yesus kembali. Tidak seperti hari-hari yang lain, ekspresi wajah Yesus marah. Saya sedikit takut. Saya kuatir dan takut. Saya tidak pernah melihat dengan ekspresi wajah seperti itu sebelumnya. Saya pikir ini mungkin karena Joo Eun dan sifat PEndeta yang menghancurkan ibadah.

Kata YEsus, “Yoseph, marilah ke neraka!” Secepat Yesus menggandeng tangan saya, saya sudah berada di neraka. Tuhan beberapa kali akan membawa saya kesana langsung ke pusat neraka atapun Dia akan membawa saya melalui perjalanan pengalaman yang teliti sepanjang perjalanan. Ketika kami mencapai pusat neraka, saya memandang tetap ke tempat dimana Setan duduk. Saya berkonsetrasi untuk mengamati kejadian-kejadian dan sekitarnya. Saat mengamati, saya tidak lagi melihat dengan mata saya. Kejadian itu sangat kejam dan menakutkan.

Raja iblis, Setan, duduk di tahtanya dan memerintahkan langsung bawahannya. Bawahan-bawahan Setan sibuk bergerak, menyelesaikan perintah-perintahnya. Beberapa dari mereka berjaland an beberapa lagi terbang di udara. Jumlah mereka tidak terhitung dan operasi mereka luarbiasa. Saya tidak mampu memamahami apa yang sedang terjadi. Roh-roh jahat diorganisasi oleh system hirarki. Satu memberikan perintah dan yang lain akan menerima dan melaksanakannya. Semua tingkatan rangking bersatu.

Ada sebuah meja didepan Setan. Meja itu dipenuhi dengan berbagai senjata yang mematikan. Ada begitu banyak senjata yang tampak seperti gunung. Senjata-senjata itu baik senjata lama, perlengkapan pertanian, senjata-senjata konvensional, dan alat-alat perang. Berbagai macam senjata juga ada. Bawahan-bawahan setan akan mengambil satu buah senjata untuk menusuk, mengoyak atapun menombak korban-korbannya. Namun, roh-roh jahat itu tidak puas. Mereka akan pergi ke tempat lain di neraka untuk membara senjata lebih banyak dan berbagai tipe senjata mematikan.

Saya berada dalam sebuah ruangan sangat besar dengan banyak dinding pembatas. Ada banyak berbagai macam senjata kekerasan tergantung di dinding. Senjata-senjata itu hanya dapat dilihat di film-film, buku-buku, Sci-Fi dan cerita-cerita fiksi. Itu adalah senjata fantasia dari bumi. Saat saya mengamati berbagai macam senjata yang tergantung di dinding, say amerasa seakan-akan saya melihat alat-alat pameran. Saat roh-roh itu meraih senjata mematikan untuk memotongmotong kaki orang, itu mengingatkan saya ketika teman saya dan saya menyiksa serangga dan semut. Roh-roh jahat itu bergembira dan terhibur melihat orang-orang yang mereka potong kakinya tersiksa.

Saat Yesus menunjuk kepada orang-orang yang berbaris untuk disiksa, Dia berkata, “Diantara jiwa-jiwa ini, beberapa orang melakukan pemujaan, pecandu alcohol dan beberapa orang memperlakukan hari Sabat atau hari Minggu dengan sembrono. Pada hari Minggu mereka menghabiskan uang untuk kenikmatan. Paling banyak dari orang-orang ini tidak menjaga kekudusan Minggu. Ada beberapa orang yang menajalankan bisnis dan menyimpulkan bahwa Tuhan akan mengampuni mereka. Mereka ditipu”.

Tuhan terus menjelaskan bahwa diantara kelompok itu ada penatua dan diakones. Nyatanya ada banyak jumlah diaken, diakones dan pendeta. Dia memperlihatkan kepada saya dengan jelas. ADa banyak kelompok suku yang berbeda, semua ras yang berbeda. Ada yang hitam, putih dan orang-orang dari Negara saya. Saya sangat terkejut melihat banyak orang yang tampak seperti saya. Mayoritas besar adalah orang-prang Asia. Saya terkejut memperhatikan bagaimana saya mampu membedakan kelompok etnis yang berbeda ini.

Tiba-tiba, saya menjadi takut dan terkejut. Saya menjerit dengan kuat, “Yesus! Yesus! Saya sangat membenci neraka. Tolong jangan biarkan iblis-iblis itu datang mendekati saya! Kemudian Yesus meraih tangan saya. Saya kembali ke gereja dan meneruskan berdoa.

Karena kami tidak menyenangkan Tuhan pada penyembahan pertama kami, kami mulai penyembahan kedua. Sebelum penyembahan kedua, kami bertobat dan mulai menyembah. Dengna pertobatan, penyembahan kedua kami sangat kuat dan harmonis. Kami memulihkan penyembahan dan pelayanan kami. Allah Tritunggal sangat senang.

 

*Surat Kabar dan Sebuah Lukisan di Sorga

Berpikir tentang Yesus, saya menari dan menyembah. Saya menari dengan bebas. Semua jemaat yang sudah terbuka mata rohaninya bersorak. Sesuatu turun dari sorga.

 “Wow! Apakah ini? Apakah ini surat kabar? Apa! Sorga memiliki Surat Kabar? Wow! Surat kabar turun dari sorga.” Sayalah yang pertama kali berteriak. Sinar emas turun dari tepian surat kabar. Pinggirannya juga dihiasi dengan batu-batu permata. Kata-kata dicetak dengan mutiara. Ditengah-tengah suratkabar itu ada gambar sangat jelas tentang jemaat Gereja Tuhan menyembah, melayani dan menari dalam roh.

Saat melihat peristiwa ini, saya tercengang dengan apa yang terjadi. Itu sangat nyata. Para jemaat yang tidak terbuka mata rohaninya bingung. Mereka sulit memahami apa yang kami gambarkan. Kejadian itu sangat luarbiasa dan terlalu bagus  untuk dilewatkan. Saya sedikit sedih karena orang-orang yang belum terbuka mata rohaninya kehilangan sesuatu yang besar.

Saat melihat gambar-gambar itu, saya memperhatikan bahwa setiap jemaat memiliki penampilan dan eskpresi yang unik. Headlina dari surat kabar sorgawi berbunyi, “Gereja Tuhan berdoa.” Ukuran huruf dari headlinenya sangat besar. Salah satu gambar itu menunjukkan wajah Pendeta di tengah-tengahnya. Gambar-gambar itu tampak sangat sama dengan yang kita ambil di bumi ini. Kami tersenyum dan berkata, “cheese.”

 

*Yesus Mempromosikan Gereja Tuhan

Kata Yesus, “Yoseph! Apa yang kau pikirkan? Engkau tidak pernah lihat seperti ini kan?” Secara pribadi Yesus memerintahkan para malaikatnya untuk mencetak surat kabar dan membagikannya ke orang-orang kudus di sorga untuk membacanya. Yesus berkata bahwa jika Dia memerintahkan para orang kudus di sorga membaca, maka mereka tidak ada pilihan lain kecuali membaca. Dia juga mengatakan bahwa sangat jarang gereja dari bumi ada dalam berita di surat kabar sorgawi. Namun, Gereja Tuhan seringkali muncul di surat kabar sorgawi.

Sekali lagi Yesus meminta saya, “Amatilah lebih dekat. Apakah kau pikir gambar-gambar itu sudah bagus?” Saat saya melihat lebih dekat lagi, saya tertawa dalam waktu yang lama. Saya melihat ekspresi wajah para jemaat yang terbuka mata rohaninya, mereka sangatlah unik. Gambar-gambar itu sangat menakjubkan. Para jemaat yang terbuka mata rohaninya sibuk menjelaskan dengan kegirangan besar kepada mereka yang belum terbuka mata rohaninya.

Tuhan menjelaskan bagaimana Dia pergi berkeliling di sorga untuk memberitakan dan mengiklankan ayah saya, Pendeta. Yesus menjelaskan bagaimana Dia akan memeberitakan pendeta. “Ada sebuah gereja baru yang kecil di kota Suh, Incheon. Nama gereja itu adalah Gereja Tuhan. Gereja itu dipimpin oleh seorang pendeta. Kapanpun dia berkhotbah atau menyembah, dia membuat ekspresi wajah ataupun gerakan yang lucu..” Saya, sendiripun setuju. Seringkali ayah saya membuat ekspresi wajah ataupun gerakan yang lucu.

 

Pastor Kim, Yong-Doo: * Api Roh Kudus

SElagi saya berdoa, saya berfokus pada Tuhan untuk lebih dalam. Saya berteriak dan menjerit kepada Tuhan. Awalnya, beberapa waktu lalu, saya bertobat dengan menampari pipi saya. Hasilnya, pipi-pipi saya bengkak dan panas, seperti api.

Tanpa Api Kudus, pipi-pipi saya sudah panas. Tetapi ketika Api Kudus memasuki tubuh saya, pipi-pipi saya mulai seperti dimasak. Seakan-akan tubuh saya berada diatas kompor dengan panas luarbiasa. Sikap tangan penyembuhan saya semakin lama semakin kuat dan cepat. Tangan-tangan saya menciptakan berbagai gerakan. Setelah 2 jam, bola api sangat panas memauki tubuh say amelalui ujung jari-jemari saya. Saya tidak dapat menanggungnya. Api itu semakin menyebar keseluruh tubuh saya.

Tubuh saya sangat panas sampai saya berteriak. Kaki-kaki saya menendang dan mengobas-ngibaskan karena panas yang luarbiasa. Sampai pada batas saya, saya terbakar dengan kehausan. “Air! Air! Apakah ada yang memiliki air?” Kemudian saya minum seperti seseorang yang tidak minum selama beberapa hari.

 

Kim, Joseph: * Tanduk Beracun dari Roh Kudus

Sekali mata roh saya terbuka dan saya terus pergi kedalam, roh-roh jahat akan menemapatkan halangan-halangan didepan saya. Halangan-halangan itu tidak umum dan banyak sampai saya tidak bisa menghitungnya. Dibandingkan dengan anggota jemaat gereja lain, sangatlah lama untuk dapat pergi lebih dalam. Tuhan menjelaskan bahwa saya dipanggil untuk menjadi gembala. Saya menyadari bahwa harga luarbiasa yang harus dibayar jika mata roh seseorang dibuka. Kapanpun saya rindu dan ingin pergi lebih dalam, tanpa ampun saya diserang. Roh-roh jahat akan mencari kelemahan atau sela untuk menyerang, Dan melalui kelemahan dan sela, kadangkala saya dikalahkan melalui serangan-serangan mereka.

Roh-roh jahat seringkali masuk tubuh saya. Jemaat lain dari gereja kami juga menjadi target terus menerus roh jahat. Sekali kekuatan roh itu masuk tubuh kami, sakit dan siksaan tak tertanggungkan akan dimulai.

Saya bertanya kepada Tuhan, “Yesus! Kapanpun roh jahat masuk tubuh kami, kami disiksa dan sakit. Apakah jemaat lain dari gereja lain juga mengalami hal yang sama?” Jawab Tuhan, “beberapa orang mungkin mengalami kesakitan dan siksaan, tetapi mereka tidak berada dalam tingkatan yang sama dengan jemaat di Gereja Tuhan.” Umumnya, paling banyak orang tidak merasakan sakit dan siksaan. Roh-roh jahat dengan diam-diam bersembunyi didalam tubuh mereka dan merencanakan rahasia.”

Sekali lagi saya bertanya kepada Tuhan: “Tuhan! Karuniakanlah kepada kami duri kudus beracun sehingga roh-roh jahat tidak memasuki tubuh kami. Kami dapat menggunakannnya utnuk mencegah mereka memasuki tubuh kami?? Kemudian Yesus berteriak dalam kesatuan: “Duri beracun dari Roh Kudus! Tolong berikan duri-duri beracun Roh Kudus!”

Ketika saya meminta duri beracun Roh Kudus kepada Tuhan, saya hanya bermain-main saja dan tidak serius memintanya. Tetpai saya temukan bahwa ada suatu karunia dan kuasa seperti it yang tidak pernah saya bayangkan sekalipun dalam mimpi. “Pendeta! Pendeta! Apakah adalah kata-kata ‘duri beracun Roh Kudus’ disebutkan dalam Alkitab? Jawab Pendeta, “Yoseph! Tidak ada kata-kata seperti itu di Alkitab.” Namun, Tuhan tidak hanya menunjukkannya kepada kami, tetpai Dia menyatakan bahwa sekalipun tidak disebutkan dalam Alkitab, duri beracun Roh Kudus benar-benar ada.

Yesus memberikan kepada kami duri beracun Roh Kudus. Duri-duri itu ditempatkan dalam tubuh kami dengan duri-duri yang tajam. Kata Pendeta, “Yoseph! Mengapa tubuhku geli?” Saat saya memeriksa tubuh pendeta, tubuhnya ditutupi dengan banyak duri. Dia mengingatkan saya seperti landak. Saya jelaskan kepad aPendeta bahwa duri-durinya lebih besar dan kuat. Nyatanya, duri-durinya lebih beracun daripada jemaat lain’. Tuhan selalu memberikan kepada Pendeta karunia dan kuasa yang lebih besar.

Jemaat lain di gereja kami juga memiliki duri beracun Roh Kudus yang ada di dalam tubuh kami. Kapanpun kami berteriak “Duri beracun Roh Kudus” sejumlah duri dari dalam tubuh kami akan muncul.

 

Pendeta Kim, Yong Doo: * Tertusuk Duri Beracun

Tanpa mata roh yang terbuka, saya tidak akan mampu melihat duri beracun Roh Kudus. Namun, say aingin menyelidiki dan melihat tentang duri beracur dalam tubuh saya. Tidak ada kata “Duri beracun Roh Kudus” di 66 kitab dalam Alkitab. Saya ingin memverifikasikan kata-kata Yoseph dan jemaat lain. Perasaan fisik saya mengatakan bahwa saya sedang mengalami sensasi geli. Tetapi saya adalah karakter yang perlu melihat, merasakan dan mengalami untuk memastikannnya. Pikiran saya dipenuhi dengan kepastian untuk memnverifikasikan kejadian ini.

Saat roh-roh jahat menyerang, kami setiap hari akan mengalami kuasa duri beracun Roh Kudus dalam tubuh kami. Dan roh-roh jahat itu berubah menjadi debu. Saat roh-roh jahat itu tertusuk, mereka akan menjadi debu. Sekali waktu, saya meminta seorang anak muda menutup mata mereka. Dengan mata tertutup, dengan ringan saya menyentuh tangan anak perempuan saya, Joo Eun dengan ujung jari saya. Saat saya menyentuhnya, Joo Eun berteriak dengan keras dan jatuh ke lantai. “Ouch! Pendeta! Ayah! Mengapa engkau menusuk saya dengan dur-duri beracun? Dia berteriak dan menjerit.

Setelah menusuk Joo-Eun, Yoo-Kyung, Haak-Sung dan Joseph, dengan mata telanjang saya dapat melihat mereka terjatuh ke lantai. Tempat dimana saya menyentuh mereka mulai membengkak dan duri untuk mulai menyebar keseluruh tubuh mereka. Mereka menjadi lumpuh. Saya melihat kejadian ini sendiri.

 “Pendeta, Pendeta! Cepat! Cepat! Berdoa untuk kami, sekarang! Tolong hentikan duri yang menyebar ke seluruh tubuh kami!” saya menjawab, “Apa? Bagaimana saya menghentikannya?” Mereka berterika, “Hentikan! Sentuh kami dengan tanganmu!” Saya balik berteriak, “Tidak! Jika saya menyentuhmu lagi, racun itu akan masuk tubuhmu lagi dan mungkin menyebar lebih cepat. Tidakkah kau setuju?” Anak-anak muda itu menandis dan terjatuh kelantai setiap orang sekali waktu. Mereka katakana, “Tidak! Baiklah. Letakkan tanganmu diatas kami dengan hati berdoa!” Saat saya berdoa, saya hanya mencegah racun menyebar keseluruh tubuh mereka dan mereka terbebas dari kesakitan.

Saat saya berpikir, saya tidak tahu bagaimana menerima hal ini. Saya tidak mampu menjelaskan apa yang terjadi. Saya tercengan dan situasi ini terasa tak masuk akal. Setelah kejadian ini, para anak muda menghindari saya dan tidak berani mendekati saya.

Saat kami berdoa, tubuh kami dipenuhi dengan duri-duri beracurn. Roh-roh jahat tanpa mengetahui, menyerang dan menjadi abu saat tertusuk duri. Mereka menjadi debu dan lenyap. Namun, roh-roh jahat yang kuat tidak begitu saja berubah menjadi debu, Mereka mampu untuk mencoba berkali-kali masuk ke tubuh kami, bahkan setelah tertusuk duri-duri itu. Kadangkala Tuhan menjauhkan duri-duri itu untuk memastikan kami tidak puas diri dengan doa-doa kami. Kami tidak bisa hanya bergantung pada duri-duri beracun Roh Kudus tetapi harus menggabungkannya dengan doa.: “Jemaat Gereja Tuhan! Tidak semua duri-duri beracun penuh kuasa. Engkau tidak bisa menggantungkankan pada mereka secara penuh. Duri-duri hanya sementara untuk berperang dengan roh-roh jahat. Aku memberikannya kepada kamu karena engkau sudah berkali-kali terus menerus diserang. Mengalahkan roh-roh jahat dengan iman yang kuat lebih dari pada menggantungkan diri pada duri-duri beracun.”

 

Mrs. Kang, Hyun-Ja: *Orang Kudus Kang, Hyun-Ja Adalah Tunangan Istimewa Tuhan

Beberapa tahun lalu, dengan kasih karunia Tuhan, saya dibawa ke sorga. Sekali waktu, saya melihat diri saya sendiri, saya tidak begitu banyak melihatnya. Namun banyak pengiring-pengiring mempelai yang cantik-cantik jumlahnya tak terhitung muncul dan mendekati saya. Mereka mendandani saya dengan cantik.

Status Yesus adalah tunangan yang akan menjadi mempelai laki-laki. Status saya adalah tunangan. Kami mempunyai hubungan yang tidak mungkin dapat dipisahkan.  Kami begitu saling jatuh cinta. Cinta jasmani saya untuk suami jasmani saya tidak dapat dibandingkan dengan cinta yang say amiliki dengan Tuhan.

Dengan perhatian hidup setiap hari, saya melupakan kunjungan ke sorga. Kemudian saya menemukan bahwa Tuhan tidak melupakan saya. Tuhan kekasih selalu menyertai saya. Terlebih lagi, seringkali Dia mengawasi saya tidur. Kapanpun saya tertidur lama, Dia akan berkata, “TunanganKu, mengapa engkau tidur begitu lama? Mengapakah engkau meninggalkan say asendirian” Ketika Dia menyatakan CintaNya yang cemburu, dengan cepat saya terbenam dalam kebahagiaan. Ini adalah kebahagiaan yang tidak dapat saya nyatakan atau saya gambarkan dengan kata-kata.

Tuhan kekasih saya selalu menyertai semua orang yang percaya. Dengan mata roh saya, dengan jelas saya melihat bahwa Dia menyertai semua orang yang percaya, Ketika saya mengatakan pengalaman saya kepada suami saya, dia mengatakan bahwa Tuhan mencintai semua orang yang percaya dengan cinta yang sama.

Saat Tuhan terdiam mendengar pembicaraan kami, Dia menyentuh kepala saya dan memberikan tanda. Roh Kudus sejumlah kali menyertai pendeta. Dia menyentuh kepala pendeta dan wajahnya berkali-kali. Tuhan juga menyertai saya juga. Secara perlahan saya menjadi semakin dalam dalam sekarang mata roh saya sebagian terbuka.

Kapanpun pendeta lucu dan dengan gurauan-gurauan sedikit kasar, Tuhan selalu turut campur. “Pendeta Kim, jangan perlakukan tunanganKu dengan kasa.” Saat Tuhan berkomentar, dengan segan suami saya berkata, “saya hidup dengan isteri yang hatinya jauh dari saya.” Pendeta tertawa keras. Tuhan dan saya juga akan tertawa. Kami sama-sama tertawa, suatu hari saya menyadari bahwa satu hari tidaklah cukup untuk dihabiskan dengan Tuhan.


 

Chapter 3:
Arus Listrik Kudus

===== February 28, 2005 (Monday) =====

Sermon scripture: “Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat.

36:27 Roh-Ku akan Kuberikan diam di dalam batinmu dan Aku akan membuat kamu hidup menurut segala ketetapan-Ku dan tetap berpegang pada peraturan-peraturan-Ku dan melakukannya..” (Ezekiel 36:26-27)

 

Kim, Joseph: *GElembung berbentuh hati berwarna merah muda yang menyatakan Hati yang penuh cinta

Saat saya dengan sungguh-sungguh berteriak kepada Tuhan, beberapa kejadian tidak biasa keluar dari tubuh saya Saya sangat terkejut. Dengan erat saya menutup mata dan berdoa tetapi fenomena itu tidak juga pergi. Gelombang –gelombang berwarna merah muda keluar dari tubuh saya. Gelembung-gelembung itu bersinar dan berkilauan. Gelembung-gelembung merah muda it uterus menerus keluar dari dalam tubuh saya dan membentuk bentuk hati. Dan terbanag ke sorga ke tahta Allah Bapa. Saat gelembung-gelembung itu melalui angkasa, melewati galaksi bima sakti dan akhirnya mencapa tahta Tuhan. Gelembung-gelembung itu tampak mudah pecah seperti gelembung-gelembung udara pada umumnya dan muncul seakan-akan mudah pecah dengan sedikit tubrukan saya. Saat saya perhatikan, saya merasa gelisah bahwa gelembung-gelembung itu akan pecah. Tetapi untungnya, gelembung-gelembung itu tidak pecah.


Dengan suara dalam yang menggema, Allah Bapa terkesan dan mengatakan, “Hmmm, hati Yoseph naik! Sangat bagus, terima kasih!” Kemudian Dia menerima gelembung-gelembung bentuk hati itu. Tuhan sangat senang dan puas dan Dia tertawa. Hati merah muda melambangkan hati saya akan Tuhan. Sekali gelembung-gelembung itu mencapai Allah Bapa, gelembung-gelembung itu akan menyemburkan sinar fantastis didepan Tuhan. Dalam waktu singkat, gelembung-gelembung berbentuk sama mulai muncul dair Tuhan kepada saya.

 “Karena engkau sudah memberikan hatimu yang penuh cinta, Aku juga akan memberikanmu hatiku!” Dari dasar Tuhan, bentuk hati cantik berwana merah muda terus menerus turun. Ketika bentuk hati Tuhan masuk tubuh saya, hati saya berpacu dalam kegirangan dan mengalir dengan kebahagiaan.

Saya katakan kepada Allah Bapa: “Allah Bapa! Terimakasih untuk mencintai saya begitu besarnya. Saya terbiasa serakah dan rewel. Saya tidak sabar dan ingin mata roh saya terbuka cepat.” Sebelum saya dapat menyelesaikan kalimat saya, Allah Bapa berkata, “Baiklah! Hari ini, fenomena ini membuktikan bahwa engkau dan Aku memiliki hati cinta yang sama dan manifestasi iman.” SEtelah pengalaman ini, saya selalu bergokir akan Tuhan dan saya selalu berdoa.

 

Mrs. Kang, Hyun-Ja: *Tuhan yang memberikan tidur kepada orang kudus

 “Tuhan! Hari-hari ini, saya sulit tertidur setelah doa semalaman, Saya ingin tidur, tetapi saya tersiksa dan tidak dapat tertidur. Tuhan, saya perlu tidur baik supaya tidak lelah. Tolong saya tidur lelap!” Anak perempuan yang ada disebelah saya berteriak: “Ibu! Yesus sedang memelukmu.” Secepat Dia memeluk saya dengan lenganNya, saya jatuh tertidur. Saya tertidur seakan-akan saya dibius dengan pil tidur atau bius. Saat saya mekain jatuh tertidur lelap, Roh Kudus yang panas, energy lembutnya yang merendam dan memanaskan tubuh saya.

 Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi dan duduk-duduk sampai jauh malam dan makan roti yang diperoleh dengan susah payah –sebab Ia memberikannya kepada yang dicintaiNya waktu tidur.” (Maz 127:2)

Yesus terus menceritakan kepada jemaat Gereja Tuhan bahwa hatiNya terbuka lebar kepada Gereja Tuhan. Secara istimewa Tuhan membuat anak-anak dan saya sangat bahagia. Kadangkala Dia bermain-main dan riang. Kadangkala Tuhan mengenakan pakaian yang luarbiasa atau muncul dalam penampilan yang lucu. Tujuan dari kunungan lucu ini adalah untuk membuat kami bahagia. Kadangkala saya bingung siapa yang yang ingin membuat siapa yang bahagia. Tuhan sangat senang akan penyembahan dan pelayanan kami. Dia mengatakan bahwa Dia selalu menantikan penyembahan dan pelayanan gereja kami.

Karea Gereja Tuhan dan keluarga saya berfokus pada Allah Tritunggal, tawa kami tidak pernah berhenti. Hati kami berbicara kepada tuhan. Topik pembicaraan kami yang penting adalah selalu Tuhan. Semua pembicaraan kami selalu berpusat pada Tuhan. Kami memperhatikan bahwa Tuhan hampir selalu disertai Roh Kudus, kadangkala Dia menjalankan sendiri.

 

 ===== March 4, 2005 (Friday) =====

Sermon scripture:  Ia memanggil kedua belas murid itu dan mengutus mereka berdua-dua. Ia memberi mereka kuasa atas roh-roh jahat,  dan berpesan kepada mereka supaya jangan membawa apa-apa dalam perjalanan mereka, kecuali tongkat, rotipun jangan, bekalpun jangan, uang dalam ikat pinggangpun jangan,  boleh memakai alas kaki, tetapi jangan memakai dua baju.  Kata-Nya selanjutnya kepada mereka: "Kalau di suatu tempat kamu sudah diterima dalam suatu rumah, tinggallah di situ sampai kamu berangkat dari tempat itu.

Dan kalau ada suatu tempat yang tidak mau menerima kamu dan kalau mereka tidak mau mendengarkan kamu, keluarlah dari situ dan kebaskanlah debu yang di kakimu sebagai peringatan bagi mereka."  Lalu pergilah mereka memberitakan bahwa orang harus bertobat,  dan mereka mengusir banyak setan, dan mengoles banyak orang sakit dengan minyak dan menyembuhkan mereka .” (Mark 6:7-13)

Mrs. Kang, Hyun-Ja: *Lidah Iblis

Selama persekutuan doa dini hari, dengan sungguh-sungguh say aberdoa dalam bahasa roh, saat suara aneh muncul dari mulut saya. Dua jam berlalu. Saya kegirangan dengan suara berbeda yang baru. Say apikir mungkin Tuhan memberikan saya bahasa lidah yang lain. Suara bahas alidah yang baru itu semakin aneh. Intuisi saya berkata bahwa ada sesuatu yang salah.

Tubuh saya dipenuhi dengan benjolan-benjolan. Akhirnya, tawa iblis wanita muda muncul.. “Oh, hohohoho, hohoholoholoholo, eeheeeheeeeheee, ehehehehe.” Berbagai tawa iblis berbeda terus menggema. Pada saat yang sama, Sister Baek, Bong- Nyu juga mulai berbicara dengan bahasa iblis. Dia terdengar tepat sama dengan seorang gadis yang dirasuk setan dalam film popular, “The Exorcist.”

Saya berpikir. ‘Bagaimana bisa bahasa iblis keluar dari mulut saya?’ Tidak perduli bagaimana saya memikirkannya, saya tidak dapat mengertinya. Suara bahasa iblis itu tidak mau berhenti. Dalam waktu singkat, kepala saya mulai bergerak ke satu sisi dan sisi lainnya. Kemudian semakin cepat. Kepala saya mulai bergoncang dengan keras dan dan tidak dapat berhenti.

Saya membuka mata dan melihat Sister Baek, Bong-Nyu juga bergoncang dengan keras. Pendeta kami, yang sedang berdoa, entah bagaimana merasakan apa yang sedang terjadi dan segera mendatangi kami. Kemudian Dia mulai mengusir setan keluar. “Setan! PErgi! Roh kebingungan-pergi dalam nama Yesus!”

Sebelum manifestasi ini, saya tidak dapat berkonsentrasi selama berdoa dalam bahasa roh. Dan saya memikirkan hal yang lain. Selama waktu-waktu kelemahan saya, setan-setan menggunakan kesempatan untuk memasuki tubuh saya. Inilah mengapa bahasa lidah saya berubah menjadi bahasa lidah iblis. Kapanpun roh jahat masuk tubuh saya, saya selalu tersiksa. saya tidak dipengaruhis ecara jasmani, tetapi secara jiwa saya dibingungkan dan menjadi sangat lelah, Saat Pendeta berjalan maju dan mundur antara Sister Baek, Bong-Nyu dan saya sendiri, dia mendoakan kami. Dan kapanpun Pendeta berdoa, saya menjadi normal. Namun, ketika dia menjauh dan mendoakan Baek, Bong-Nyu, bahasa lidah iblis kembali keluar dari mulut saya.

 

*Kekuatan Roh Jahat Masuk dalam tubuh  Mrs. Kang, Hyun-Ja

”Yesus!Yesus! Mengapa bahasa lidah iblis terus menerus bermanifestasi?” Tetapi Tuhan tetap diam. Tuhan sangat lembut dan baik, tetapi terkadang Dia tidak mengucapkan sepatah katapun. Dia berdiri dengan diam dan mengawasi kami.

Sekali lagi, konsentrasi saya pecah dan memikirkan hal yang lain lagi. Saat itu, roh-roh iblis kembali masuk tubuh saya secara rombongan. Saya hampir pingsan. Tubuh saya mulai mati rasa. Kemudian saya terjatuh kesakitan di lantai. Tdak perduli bertapa saya menjerit dan meminta, Tuhan tidak meresponi.  Sia-saia saja.

Sister Baek, Bong-Nyu juga terjatuh di lantai dan menangis kesakitan. Pendeta menjadi gugup dan wajahnya berubah pucat. Dia terus berjalan maju dan muncur diantara kami selagi berdoa. Kekuatan fisiknya ada di ambang batas. Dia benar-bena rkelelahan. Pendeta biasanya sangat yakin akan staminanya, namun ketika dia mengusir setan keluar, berteriak dan menjerit, dia menjadi sangat lelah dan terus berjalan diantara saya dan Sister Baek, Bong-Nyu and me. Terlebih lagi luka Pendeta akibat serangan iblis seelumnya belum benar-benar pulih. Hasilnya, dia semakin menderita dan semakin kesakitan. Namun, dengan mengesampingkan lukanya, dia terus berdoa bagi kami tanpa henti. Saya merasakan iba akan Pendeta dan saya ingin dia beristirahat, tetpai tidak sebelum menolong saya. Saya memintanya berdoa untuk say akarena sakit yang tak tertanggungkan. Serangkan itu terjadi terus menerus. Sudah hampiur 4 – 5 hari. Tanpa henti saya diserang. saya tersiksa siang dan malam, tidak bisa makan, minum atau tidur. Saya menjadi korban serangan lebih dari yang lainnya. Saya tidak dapat istirahat.

 

*Pengumuman Awal Tuhan Tentang Pelayanan Api Kudus dan Pelepasan

Yesus akan menjelaskan mengapa Dia berdiri diam saat kami meminta dan berteriak meminta belas kasihan kepada Dia. Kami berteriak dan meminta pertolongan untuk mengusir roh-roh jahat.

Saya bertanya kepada Tuhan mengapa Dia ijinkan roh-roh jahat masuk terus menerus kedalam tubuh saya. Saya katakan kepada Dia bahwa saya mengalami kesakitan yang tak tertanggungkan. Tuhan mulai menjelaskan. “Ada beberapa alasan berbeda mengapa Aku ijinkan hal-hal ini terjadi. Alasan pertaman adalah untuk memperbaiki kebiasaan burukmu memaksa berbicara dan mendapatkan informasi Saint Kang, Hyun-Ja! Engkau adalah TunanganKu yang tercinta. Ketika waktunya tepat ini diijinkan, segala sesuatu akan dibuka. Rahasia-rahasia roh harus dijaga kerahasiaannya, tetapi engkau pergi berkeliling menceritakan kepada setiap orang di semua tempat. Apakah kau pikir kau tidak perlu mengubah jalan-jalanmu? Pastinya engkau tidak akan berubah karena kata-kataKu! Inilah mengapa Aku ijinkan kejadian-kejadian ini untuk mengajarmu. Melalui pengalaman menyakitkan, engkau akan berubah.!”

Ketika saya melihat kedalam diri saya sendiri, say amemang jauh dari berubah. Saya heran berapa besar lagi yang tercela didepan mata Tuhan. Sekali saya menyadari ini, say amenjadi sangat malu sampai ingin bersembunyi.

Yesus meneruskan: “Di masa depan, aka nada waktu dimana orang akan mengalami Api Nyala Kudus diseluruh dunia. Gereka Tuhan akan memimpin momentum pekerjaan Api Kudus ini. Aku akan membuatmu menjadi pemimpin dan menunjukkan pelayanan Api. Namun, engkau harus menerima dan mengalami banyak pencobaan supaya terlatih. Tetapi jangan takut jika kamu mengahdapi banyak cobaan, dengan berani tanggunglah itu!”

Tuhan menambahkan, “Engkau harus tahu dan mengerti rancangan dan strategi iblis supaya dapat mengeluarkan dan mengusir mereka. Engkau harus tahu rencana dalamnya. Engkau harus mengalami siksaan dan tekanan sehingga engkau dapat memahami kesakitan dan siksaan orang lain yang ditekan oleh kekuatan gelap. Engkau akan benar-benar merasakan iba untuk mereka saat kau mengerti sakitnya. Engkau akan dimotibasi untuk menyembuhkan dan melepaskan mereka. Inilah mengapa Aku ijinkan engkau mengalami hal ini!”

“Tetapi kepada kamu, yaitu orang-oran glain di Tiatira, yang tidak mengikuti ajaran itu dan yang tidak menyedilidik apa yang mereka sebut seluk beluk iblis, kepad akamu Aku berkata: Aku tidak mau menanggungkan beban lain. Tetapi apa yang ada padamu, peganglah itu sampai Aku datang.” (Wahyu 2:24-25)

Semua hal yang terjadi di bumi ini memerlukan pengorbanan. Umumnya, hal-hal atau sesuatu tidak berjalan dengan lancar tanpa pengorbanan. Dalam alam roh, harga mahal harus dibayarkan untuk belajar atau mendapatkan sesuatu. Gereja Tuhan secara khusus menghadapi banyak roh jahat dan berperang tanpa henti.

Jika kita tidak bersiap-siap berperang melawan kekuatan iblis, kami akan dikalahkan. Saya menyadari bahwa jemaat gereja kami sudah dinominasikan dengan apa yang disebut percobaan. SEtiap hari kami bertarung melawan iblis dalam alam roh. Dan setiap hari kami dibaptis dengan Api Kudus juga. Kami tidak hanya menjadi percobaan, tetapi mengalami pelatihan pembedaan dan kekebalan kami.

Namun, sebaliknya, peperangan roh sudah menjadi sesuatu yang tidak diharapkan dan diluar bayangan kami. Saat peperangan ini berlanjut tanpa henti, tubuh jasmani kami kelelahan, sekarang saya iri kepad aorang yang hidup dalam hidup Kekristenan yang normal. Mereka terlihat bahagia bagi saya. Saat kami menerima banyak karunia setiap harinya, dan saat mata roh kami terus menerus terbuka, kami menjadi pusat serangan iblis. Kami menjadi sasaran mereka. Dengan kata itu, kami juga menjadi pusat kritikan orang lain. Kami salah dimengerti dan orang-orang menjadi iri dengan kami, Kami adalah pusat dari semua pertempuran baik roh maupun dengan orang lain. Peperangan ini tidak ada hentinya: setiap hari. Namun sekarang, kami menjadi terbiasa dengan hal ini.

Umunya, orang akan berpikir bahwa dengan mata roh yang terbuka, mereka akan luarb biasa dan bersukacita. Tampaknya bagus, tapi nyatanya, benar-benar berlawanan. Ketika seseorang ada didalam alam roh, seseorang harus menjadi lebih kuat dari pada mereka yang ada dalam alam fisik. Dalam alam roh, seseorang hanya dapat disetujui jika seseorang memenangkan pertempuran setiap harinya. Namun, sangat sulit untuk hidup secara roh di segala area. Sangatlah sulit dan tidak praktis saat tubuh fisik tidak bisa mengikuti kecepatan dengan kejadian-kejadian dalam alam roh.

Disamping semua kesulitan itu, masih luarbiasa untuk mendapatkan kesenangan dan perhatian khusus. Kami semua disejutui Tuhan. Kami mampu merasakan sensasi menyenangkan dari kemenangan dan sukacita. Terlebih lagi, ini kejutan-kejutan yang berlimpah-limpah. Kesenangan ini tidak dapat dialami di dunia. Ini adalah kebahagiaan kekal.

Sebelum mata roh kami dibuka, saya acuh tak acuh pada semua kejadian danpengalam yang saya dapati. Iman saya tergantung pada teori dan akademika. Satu hal yang pasti, seseorang tidak dapat menyimpuulkan bahwa mata roh mereka terbuka karena seseorang yang menerima karunia kudus. Saat engkau berperang dengan iblis, engkau harus mengalahkan mereka, sebaliknya engkau akan cepat dikalahkan. Jika engkau tidak membahayakan lawanmu, mereka yang akan membahayakanmu.

Perang roh menghasilkan tipuan di banyak gembala dan isteri mereka. Tipuan dan kegagalan mereka menuntun mereka ke neraka. Kami menyaksikan dan mengalam perang roh. Saya juga seorang isteri dari seorang pendeta, Dan sebagai isteri pendeta, saya ingin mendukung dan melayani pendeta saya lebih baik daripada isteri pendeta yang lain. Sebanarnya, tujuannya sangat sulit untuk dilakukan, Ada banyak waktu dimana saya memaparkan atau menghakimi situasi melalui pengalaman-pengalaman dan kedagingan saya. Sebelumnya, humanis terbenam dalam hati saya, karenanya, saya biasa untuk menghakimi segala sesuatu dari sudut pandang saya.

 

Kapanpun saya ditekan dan tidak punya pengharapan diserang kekuatan iblis selama beberapa hari, saya akan dikalahkan. saya tidak mampu makan dan kesedihan akan terus berlangsung. Seperti orang gila, saya hilang ingatan dan tubuh saya akan bergoncang hebat. Saat saya mengalami situasi yang menyakitkan ini, sekarang saya mampu menghubungkan kesakitan dan kesedihan yang dirundung banyak orang dan ditekan oleh roh –roh jahat melalui dunia.

Saat berada dalam siksaan yang tertanggungkan, saya meminta kepada Tuhan. Saya melihat wajah Tuhan, Dia memandang saya dengan ekspresi seperti batu. Itu membuat saya sedih untuk menyaksikan ekspresi wajahNya. Mungkin, Yesus membiarkan saya mengalami berbagai pencobaan untuk kejadian-kejadian di masa yang akan datang.

 

*150 Roh-roh Jahat Masuk Sekali Lagi

Berapa banyak lagi Tuhan akan terus menguji kami dan sampai kapan? Selama persekutuan doa kedua, sekitar 150 roh jahat masuk tubuh saya sekali lagi. Lidah dari iblis mulai keluar dari mulut saya tanpa henti. Roh-roh jahat mulai melumpuhkan tubuh saya, kecuali persendian dan tulang. Hal itu mulai pk. 9 malam. Saya dan Pendeta berjuang sampai tengah hari jam 12 siang.

Saya berseru dan menjerit kepada Tuhan. Saat saya menyadari bahwa saya tidak memiliki iman yang cukup untuk mengusir mereka keluar dari tubuh saya, saya menjerit dan menjerit. saya memalukan. sebagai isteri pendeta, iman saya hanya pada tingkat sedang-sedang saja. Inilah mengapa saya terus diganggu roh-roh jahat. Terpikirkan hal ini, saya menjerit terlebih lagi. Mengapakah roh-roh jahat ini menyerang saya, khususnya saya? Mengapa saya tidak mampu mengusir keluar dengan iman saya? Saya menjadi emosional dengan kejijikan dan hancur berkeping. Jiwa / roh saya tergoncang dengan ketidakpastian. Karena kelelahan, anggota jemaat yang lain pulang. Saya dan Pendeta yang tertinggal. Pendeta mundur beberapa langkah dan berkata, “Ah! Mereka mengerikan! Aku sudah melakukan banyak pelepasan, tetpai tidak pernah mengalami roh-roh jahat ngotot seperti ini---sangat keras kepala!”

Sambil menangis, saya meminta kepada Pendeta. “Sayang! Apa yang harus aku lakukan? Kau harus mengusirnya keluar.” Jawab Pendeta: “Baiklah, aku sudah mengerti! Namun, ijinkan aku istirahat sebentar dan aku dapat melakukannya lagi.” Setelah menghela nafas, dia duduk di pinggiran bangku belakang saya dengan kaki di pundak saya. Kemudian dia meletakkan tangannya diatas saya dan mulai berdoa. Saat dia berdoa, dia membuka mulut saya dengan jari jemarinya dan semua jenis roh jahat keluar satu demi satu.

Saya dan Pendeta menjadi kelelahan. Kami satu langkah dari pingsan. Terlebih lagi Tuhan terus mengawasi kami, Say apikir Dia ingin mengawasi dan menunggu sampai batas akhir kami. Roh-roh jahat jelek dan najis benar-benar tidak ada tanda kelelahan. Nyatanya, mereka semakin keras berteriak. Sekarang, mereka menyerang kami seperti binatang buas memangsa korbannya.

Kami tidak lagi dapat menanggungnya, Kami kehabisan kekuatan baik roh maupun gisi. Ketika Pendeta berteriak, “Api Kudus!” kami mendengar roh-roh jahat itu berteriak, “Ah, panas! Ah panas! Ah panas! Namun, ketika suara Pendeta melemah, roh-roh jahat itu semakin menyiksa tubuh saya. Selama peperangan, kami merekam suara-suara untuk meninggalkan bukti.

Ketika Tuhan mengawasi, Dia mungkin iba dengan kami karena Dia akhirnya campur tangan. Yesus memasuki tubuh Pendeta. Secepat Tuhan memasuki tubuhnya, Pendeta meraih kekuatan sekali lagi dan penuh dengan Roh Kudus. Pendeta langsung mengusir keluar semua roh jahat. Akhirnya saya dapat beristirahat. Kata Tuhan, “Semua pengalaman ini perlu sehingga engkau dapat menggunakannya secara umum di waktu yang akan datang. Kemudian Tuhan menjelaskannya dengan lebih detil.

Tanpa pertolongan Tuhan, kami sarana yang lemah yang tidak mampu menunjukkan apapun di waktu yang diberikan. Kami hanya dapat menunjukkannya dengan layak ketika Tuhan campur tangan atau bekerja untuk kami. Tubuh kami sangat letih dan lelah. Tetapi kami bersyukur kepada Tuhan. Akhirnya kami pulang sekitar pk. 3 sore.

 

Pastor Kim, Yong-Doo: * Calon Percobaan

Isteri saya dan Sister Baek, Bong-Nyu adalah sasaran utama dari serangan kekuatan iblis. Hampir setiap hari, saya putus asa berperang melawan roh-roh jahat. Biasanya roh-roh itu masuk kedalam tubuh orang dan dengan singkat dan mudah mereka masuk. Namun, sekai mereka memasuki tubuh seseorang, tidaklah mudah bagi mereka untuk pergi.

Beberapa roh jahat sangat kuat dan mereka memiliki strategi pertahanan sendiri. Dengan bandel mereka akan melawan dan menjerit terbakar Nyala Api Kudus. Kapanpun roh-roh jahat itu dipaksa meninggalkan tubuh kita, mungkin mereka akan mencelakakan tubuh kita dan meninggalkan efek samping yang serius atau efek setelahnya.

Karena kasih karunia Tuhan, saya mampu menghitung dengan jelas jumlah kekuatan iblis. Kekuatan roh dari Yoseph, Joo-Eun, Haak-Sung dan Yoo Kyung naik ke tingkat yang lebih tinggi dan sekarang mereka mampu melawan roh-roh jahat. Secara khusus Tuhan melindungi orang-orang muda, tetapi orang-orang dewasa seperti isteri saya dan sister Baek, Bong-Nyu dan saya ditinggalkan untuk mengendalikan situasi-situasi sulit. Setelah berperang dengan roh-roh jahat setiap hari, saya menjadi kelelahan dan dan merasa seperti setiap inch kekuatan saya habus. Tuhan masih mengawasi tanpa membantu.

Dari mulut isteri saya, semua suara-suara mengejutkan dan bermacam-macam serta berbeda-beda keluar, ada berbagai ratapan gadis muda dan suara binatang-binatang buas. Saya tidak pernah membayangkan bahwa berbagai macam roh-roh jahat ini bisa ada, khususnya, ketika saya menyaksikan isteri saya mendesis seperti ular. Tubuh saya dipenuhi dengan benjolan-benjolan dan rambut saya berdiri. “Shhhh…Shhhhh! Ohohohoh!” Ketika saya mendengar suara gadis muda menangis, saya merinding – sangat aneh dan mengerikan.

Kemudian saya tahu bahwa semua anggota gereja kami adalah percobaan. Kemudian Tuhan menjelaskan kami dengan lebih detil. Dia menjelaskan kepada kami lebih jelas untuk membantu kami lebih mengerti.

 

*Abu-abu pembakaran dari roh-roh jahat bangkit

Roh-roh jahat memiliki kemampuan untuk menghidupkan diri mereka sendiri bahkan setelah dibakar dalam api – api dari Roh Kudus. Saya harus mengusir dan membakar semua roh-roh jahat dari tubuh isteri saya dan Sister Baek, Bong-Nyu. Selain mereka terbakar dan pergi, mereka mulai menjerit.

Mereka berteriak dengan suara-suara manusia. “Tidak, Tidak! aku tidak akan pergi! Mengapa aku harus pergi jika begitu enak disini! Mengapa aku harus pergi? Ouch, Ouch! Panas! Panas! Api Kudus sedang datang sekali lagi! Ouch! Panas! aku tidak bisa menahannya! Pendeta Kim, kamu  @#%#@%$! Lepaskan tanganmu! Baiklah, baiklah! Aku akan keluat. Aku pergi. Aku pergi!” Mereka katakan  mereka akan pergi beberapa kali. Nyatanya, ratusan kali mereka mengatakannya. Kemudian, mereka menjadi abu.

Ketika mereka menjadi abu, saya sedikit bersantai dan berpikir, “Pasti ini sudah selesai.” Namun, abu itu mulai membentuk jenis lain dari roh jahat. Mereka hidup lagi! “Apa! Bagaimana ini bisa terjadi? Apakah ini? Saya jemu dan capek. Anak-anak saya juga berteriak, “Pendeta! Kita mendapat masalah serius! Roh-roh jahat itu hidup kembali. Masalah besar! Apa yang harus kita lakukan?”

Dengan suara menggema, saya memberikan semangat, “Apa maksudmu, apa yang kita harus lakukan? Kita mulai sekali lagi. Usir semuanya keluar!” Kemudian saya mulai berperang melawan roh-roh jahat yang ada di dalam Sister Baek, Bong-Nyu dan isteri saya. Saya merasa seakan-akan peperangan ini tiada akhir.  “Hei anak-anak! Jangan lepaskan penjagaanmu. Berkumpulah dan jangan berdiri di tempat dimana roh-roh jahat pergi! Dekatlah dan berada dibelakangku dan berdoalah.”

Kapanpun roh-roh jahat meninggalkan tubuh seseorang, mereka akan masuk kedalam tubuh orang-orang kudus yang lemah imannya. Para orang kudus lain yang mempunyai iman lemah seharusnya tidak berada dekat-dekat. Sebaliknya, mereka harus berjaga-jaga dan siap. KEtika saya terus menyerang membakar roh-roh jahat, mereka menjadi tumpukan abu, dan terus berubah menjadi asap gelap. Asap itu menggeliat dan akhirnya menghilang ke neraka. Isteri saya menderita selama 4 hari setelahnya. Dia mengerang kesakitan. Sister Baek, Bong-Nyu juga berada dalam kondisi yang sama. Bagaimanapun, ketika kebaktian malam akan dimulai. Tuhan memberikan anugerah kepada mereka untuk pulih. Dengan anugerah pulih Tuhan, mereka terlihat sangat damai dan penuh kasih karunia saat mereka menari dalam Roh Kudus.

 

Lee, Haak-Sung: * Tarian Tuhan

Setelah kami mengusir keluar semua roh-roh jahat dari Mrs. Kang, Hyun-Ja dan ibu saya, kami terus memujikan nyanyian-nyanyian sekali lagi. Kemudian kami mulai doa pribadi. Sebuah visi muncul didepan mata saya. Saya melihat visi akan tahta Tuhan. Joseph dan saya bersama-sama melihat tahta Tuhan dalam waktu bersamaan.

Allah Bapa berdiri dari tahtaNya dan menarikan tarian yang kami tarikan saat penyembahan. KArena cemerlangnya sinar, kami tidak dapat melihat wajah Bapa. Bagaimanapun, kami mampu melihat Dia menari. Bapa membuka jari tangan kananNya yang luarbiasa dan menggoncangnya dari samping ke samping. Dia bergerak dan menari. Kemudian Dia membuka jari tangan kiriNya dan menggoncangkannya dari samping ke samping. Bapa menggoyang-goyangkan kaki-kakiNya dan kapanpun bergoyang, berbagai bentuk dan warna pelangi dicurahkan.

Musa mendekati tahta Bapa dan berkata kepada dirinya sendiri, “Oh, Allah Bapa tidak bertindak seperti ini. Mengapa Tuhan menari?” Allah Bapa seketika berbicara dan memerintahkan Musa: “Musa! Musa! Aku sangat senang dengan penyembahan gereja Tuhan. Aku sangat bersukacita! Mengapa engkau tidak menari juga?”Begitu Tuhan berbicara, Musa menari didepan Tuhan selama beberapa saat.

Kata Tuhan, “Aku merasa begitu baik hari ini!” Tuhan bersukacita dan sangat senang. Awalnya Musa menari dengan aneh, tetapi kemudian dia mulai menari dengan riang. Saya pikir Allah Bapa hanya menerima pelayanan, penyembahan dan doa-doa kami. Namun, Dia menyatakan kesukaanNya dan tarian-tarian. Pemandangan ini tidak bisa dipercaya.

Bahkan setelah menyaksikan pengalaman yang luarbiasa ini, Allah Bapa terus menari kapanpun kami menyembah di gereka. Allah Bapa juga akan menghentak-hentakkan KakiNya dengan gembira dan riang. Suara hentakan itu menggema diseluruh angkasa dan sinar sukacita akan menyebar disegala penjuru. Kapanpun Tuhan senang, 24 tua-tua di depan Tuhan, orang-orang kudus di sorga dan para malaikat juga ikut senang. Para malaikat akan membunyikan terompetnya.

 


 

===== March 6, 2005 (Sunday) =====

Sermon scripture: Roh Tuhan ALLAH ada padaku, oleh karena TUHAN telah mengurapi aku, Ia telah mengutus aku untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang sengsara, dan merawat orang-orang yang remuk hati, untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan kepada orang-orang yang terkurung kelepasan dari penjara” (Isaiah 61:1)

 

Kim, Joo-Eun: * Alat perekam dan video Sorga

Dengan sungguh-sungguh saya menyembah. Di tengah-tengah penyembahan, sebuah sinar tiba-tiba terpancar. Saya melihat sinar dari banyak sudut turun. “Wow! Pendeta, kakak, banyak malaikat turun sekarang!” saya berteriak.

Par amalaikat itu membawa berbagai macam benda. Benda yang lebih kecil ada ditangan mereka dan yang lebih besar ada di pundak mereka. Benda-benda itu adalah alat perekam dan handy cam. Benda-enda itu dihiasi dengan batu-batu permata dan terbuat dari emas. Sangat indah dipandang. Saat saya melihatnya, saya ingin memiliki salah satu kamera itu.

Para malaikat yang merekam setiap kejadian yang terjadi di gereja kami. “Wow! Bagaimana ini bisa terjadi? Saya tidak akan pernah menduga kalau sorga akan akan memotret dan merekam kami seperti yang ada di bumi.” Saya kagum dan berpikir ini sangat baru. Saya terus berteriak. saya tidak pernah melihat hal seperti ini didalam hidup saya.“Brother Joseph! Brother Haak-Sung, Sister Yoo-Kung! Lihatlah itu! Wow! Mengagumkan!”

Ada beberapa malaikat yang merekam ekspresi wajah Pendeta yang lucu dan sikapnya selama khotbah dan penyembahan. Tampakanya seaan-akan orang-orang dari stasiun penyiaran sedang mensyuting peristiwa-peristiwa. Saat Yesus mengikuti Pendeta, Dia menirukan ekspresi wajah Pendeta yang lucu dan unik. Para malaikat sibuk berjalan berkeliling dan merekam semua ekspresi wajah dan sikap para jemaat.

Kamera, handy cam dan alat perekam tampak sama dengan yang kita miliki disini, hanya mereka terbuat dari emas dan dihiasi dengan batu-batu permata sorga. Namun, kami tidak tahu apa tujuan dari rekaman dan syuting semua kejadian ini. Beberapa malaikat merekam khotbah Pendeta dan menuliskan setiap kata yand dia khotbahkan. Mereka tekun mendokumentasikan dan mensyuting aktivitas gereja.

Pendeta sangat kelelahan dari peperangan dan mengusir roh-roh jahat selama beberapa minggu. Pendeta tidak bisa tidur. Kelelahannya mencegah dia makan kecuali minum air. Terlebih lagi, bibirnya melepuh dan sangat parah. Akhirnya, Pendeta terjatuh ke lantai dekat altar karena kelelahan. Dia tidak mampu bangun.

Yesus berdiri di belakang Pendeta dan merentangkan tangan dan lenganNya serta  menyentuh punggung Pendeta. Ketika Tuhan menyentuh punggungnya, sinar transparan masuk ke tubuh Pendeta. Dua barus sinar berbentuk lingkaran kecil terus masuk ke tubuh Pendeta.

Dari saat itu, khotbah PEndeta yang lemah berubah menjadi kebaktian yang penuh kuasa. Pendeta mampu berkhotbah selama 4 jam. Kebaktian itu berubah menjadi festival.

 

*Ujian Karunia Nubuatan

Kata Yesus, “Kumpulkan semua anggota jemaat yang memiliki karunia nubuat untuk mengajar mereka. Ini adalah tugas Pendeta untuk mengajar mereka.” Dia berkata bahwa hari-hari ini banyak nubuatan palsu. Karenanya, kami harus lebih berhati-hati dan disejanjatai Firman Tuhan untuk menguji n ubuatan-nubuatan. Kemudian Dia mengatakan bahwa orang-orang yang memiliki karunia nubuatan tidak boleh congkak dan berbicara sembarangan. Mereka mseua harus terus rendah hati. Mereka tidak boleh pergi berkeliling dan menyombongkan karunia mereka kepada orang lain.

Lebih dair semuaya, mereka akan terlebih banyak berdoa dan tidak malas membaca Alkitab, Roh-roh jahat menipu orang-orang dengan berbicara nubuatan-nubuatan palsu. KArenanya, setiap kali mereka bernubuat, mereka harus bernubuat dengan hati-hati. Saya bertanaya kepada Tuhan, “Yesus! Yesus! Bagaimana jika saya berteriak menguji Engkau: ‘Iblis, pergi?” jawab Tuhan, “Semuanya akan baik-naik saja. Yang lebih penting adalah engkau tidak ditipu. Engkau harus mengujinya dengan Firman. Sekalipun dengan Aku. Apakah engkau mengerti? Jawab saya, “Ya Tuhan!”

Tuhan berbicara kepada saya, “Joo-Eun! Hari ini, ibumu Kang, Hyun-Ja lolos dari situasi yang buruk. Iblis tingkat ketiga masuk kedalam tubuhnya dengan para bawahannya. Dia harus mengalami kesakitan yang parah.

KArenanya, berhati-hatilah dengan kejadian hari ini. Orang yang menerima karunia nubuatan, akan memiliki pencobaan dan ujian yang terlebih besar. Saat seseorang terbuka dengan karunia-karunia, roh-roh jahat lebih kuat akan datang dan menyerang! Tanpa mengetahui bahaya, banyak orang kudus yang berbicara sembarang meminta karunia-karunia. Engkau jangan bernubuat tidak bijaksana ataupun tidak resmi. Mengerti?” Saya pasti berhati-hati.

 

Mrs. Kang, Hyun-Ja: *Jangan sembrono menggunakan kuasa roh

Setelah misa, saya pulang ke rumah tetapi kekuatan roh jahat mengikuti saya pulang. Kemudian sekitar 50 roh jahat masuk ke tubuh saya sekali lagi. Karena begitu nyeri, saya mulai berguling dan guling dan terjatuh ke lantai. Dalam iman saya berteriak, tetapi begitu terbatas karena roh-roh itu tidak mudah diusir.

Saat itu, Yesus berkata, “Engkau harus mengusir keluar dengan imanmu! Karenanya, engkau harus mampu lebih dalam secara roh dan imanmu meningkat. Saya meminta Joo-Eun: “Joo-Eun! Berdoalah untuk ibu! Cepat!...”Saat Joo-Eun meletakkan tangannya di dada saya dan berdoa, Nyala api kudus keluar dari tubuhnya dan membakar roh-roh jahat. Api Kudus itu sekettika mengubah tubuh saya menjadi bola api. Tiba-tiba Joo-Eun mengerang, “Ibu, ibu! Saya tidak tahan dengan Api Kudus yang keluar dari tubuh saya! Lengan-lengan saya sangat sakit dan kuasa roh saya melemah. Apa yang harus saya lakukan? Pergi dan panggilah ayah-dia sedang menulis buku sekarang ini.”

Kemudian dengan cepat Tuhan berteriak, “Jangan! Pendeta Kim sedang menulis buku yang Aku perintahkan. Karena dia sedang berkonsentrasi dan menulis buku, engkau tidak jangan biarkan dia menggunakan kuasa rohnya untuk mengusir roh-roh jahat keluar saat ini. Jika dia menggunakan kuasa roh untuki mengusir roh-roh jahat itu, dia tidak akan mampu menulis buku dengan tepat. Joo-Eun, engkau harus melepaskan tanganmu. Engkau juga dalam keadaan yang berbahaya jika kuasa rohmu melemah! Orang Kudus Hyun –Ja, engkau harus menyelesaikan masalah ini dengan imanmu.”

Setelah mengusir keluar semua roh-roh jahat, Joo-Eun dan saya pergi ke ruangan Pendeta dimana dia sedang sibuk menulis buku. Dengan mata roh, kami melihat Pendeta meratap dan menggeretakkan giginya saat dia menulis. Lengan kanan Pendeta dan punggungnya sobek dari serangan roh-roh jahat. Ada garis-garis seperti alur bekas disobek dan dicakar. Saat Pendeta menulis, sakit yang tak tertanggungkan membuatnya menangis. Jesus menenangkan Pendeta saat Dia mengusap punggungnya. Roh Kudus dan Yesus berdiri disebelahnya saat mereka melindunginya. Mereka menjadi perisai dan roh-roh jahat tidakd apat menyerangnya lagi.

Setelah mengamati kejadian ini, kami diam saat Pendeta menulis buku. Seluruh anggota keluarga kami berjingkat-jingkat saat kami memutari rumah, Bahkan kami bernafas sesunyi mungkin. Untuk menolong dia berkonsentrasi, kami menjadi sangat berhati-hati dalam segala jalan kami selama waktu ini. Terlebih lagi Tuhan memerintahkan kami untuk sangat berhati-hati selama waktu ini. Kami mencoba untuk tidak mengganggu Pendeta dan bahkan kami menjadi gugup ketika kami istirahat, makan ataupun tidur.

 

Deaconess Shin, Sung-Kyung: *Pertobatan

Saat saya mulai berdoa, sinar terang mulai menyala. Dengan cepat, saya mulai bertobat. Biasanya saya tidak mudah menangis, tetapi akhirnya saya berurai air mata.

Selama waktu ini, saya menjadi lamban dan malas. Saya bertobat dari segala sesuatu. Hari ini, doa saya terfokus. Setelah beberapa waktu, doa saya mulai cepat. Kemudian tiba-tiba, sinar biru terang dari sebuah benda menimpa dan melewati saya. Saya merasakan doa saya terus terbang ke angkasa dan ke ruang angkasa tanpa batas.

 

===== March 9, 2005 (Wednesday)  =====

“Aku membaringkan diri, lalu tidur; aku bangun, sebab TUHAN menopang aku! Aku tidak takut kepada puluhan ribu orang yang siap mengepung aku.” (Maz 3:5-6)

 

Kim, Joo-Eun: lKekuatan Arus Listrik Roh Kudus

Selama kebaktian malam, Yesus berbicara, “Hari ini, Aku akan mengaruniakan kalian semua kekuatan yang istimewa. Karenanya, berhasratlah untuk memilikinya dalam iman!” Say abertanya, “Apa yang akan Kau karuniakan kepad akami? Jawab Tuhan, “Kekuatan listrik dari Roh Kudus!”

Saya berbalik dan berkata kepada Pendeta, “Yesus berkata bahwa Dia akan mengaruniakan kita Arus Listrik Kudus. Tuhan akan mengaruniakan kekuatan yang paling besar kepadamu. Kami semua akan menerima lebih sedikit dair kuasa arus listrik. Jawab Pendeta, “Istilah arus listrik atau kuasa arus listrik Roh Kudus tidak ada di Alkitab. Sebelum Pendeta mampu menyelesaikan jawabannya, Tuhan menginterupsi dan berkata, “Ada kekuatan yang lebih lagi yang ada namun tidak disebutkan dalam Alkitab. Ada kuasa-kuasa yang tak terbayangkan yang ada!”

Tuhan memerintahkan jemaat Gereja Tuhan untuk maju kedepan dan merentangkan tangan mereka. Jemaat kedepan altar. Kami membentuk lingkaran dibawah salib yang tergantung diatas altar. Kami mulai berdoa dalam bahasa roh dan merindungkan karunia. Dengan mata roh, saya melihat arus listrik Roh Kudus muncul, dimulai dengan mengalir pada Pendeta dan dengan spontan saya berterika, “Wow! Mengagumkan!”

Bentuk-bentuk yang berbeda dari arus Listrik Roh Kudus turun dari atas. Satu berbentuk petir. Yang lain muncul sebagai lingkaran. Dan terus berbunyi dan mengejutkan Pendeta dna kami. Saya teringat dengan film Sci Fi saat kami terus menerus dikejutkan dengan listrik. Sinar arus listrik bermacam-macam termasuk warna emas. Kemudian bentuk lain dari arus listrik muncul.

Saat kami terus menerus dikejutkan dengan listrik dari Roh Kudus, kami semua serentar berteriak. Roh Kudus dan Yesus terus memberikan kami arus listrik. Tidak satupun dari gereja kami menolak arus listrik, semuanya menerima. Yesus memeintahkan kami untuk tidak mendekati Pendeta saat dia menerima arus listrik dari Roh Kudus. Tuhan menjelaskan bahwa arus listrik Roh Kudus sangat berkuasa dan besar sehingga jika kami tidak sengaja menyentuhnya, mungkin kami akan pingsan atau menjadi tidak bisa berbuat apa-apa. Sangat berbahaya. Pendeta menerima arus listrik penuh karena dia adalah Hamba Tuhan.

Saat iman dan roh kami bertumbuh lebih dalam dan menjadi lebih kuat, kami akan menerima kuasa arus listrik yang lebih besar. Tuhan mengatakan bahwa aka nada suatu hari ketika orang-orang kudus dari Gereja Tuhan akan digunakan secara internasional dan dalam skala global. Saya bertanya kepada Tuhan, “Yesus, apakah ada perbedaan tingkatan dari arus listrik Roh Kudus? Jawab Tuhan, “Tentu saja, karena engkau ingin tahu dan cemas, mengapa engkau tidak mengujinya sendiri? Namun, jangan sentuh tangan Pendeta Kim. Tempatkan tanganmu diatas ibumu, Kang, Hyun-Ja. Tetapi sentuhlah dia dengna ringan.

Dengan berhati-hati, saya menyentuh ujung jari ibu saya. Tangan saya mulai mati rasa dan naik ke lengan. Dengan mati rasa itu, saya mulai merasakan sakit luar biasa. Mati rasa dan nyeri mulai menyebar ke seluruh tubuh saya. “Ahhhhhh!” Dengan seketika, saya menjerit dan nyeri itu tetap tidak pergi. “Yesus! Yesus! Selamatkan saya. Tolong saya!” Saat saya berteriak, Tuhan berkata: “Joo-Eun! Jangan serakah! Engkau masih lemah dan muda dan perlu bertumbuh dan lebih dewasa.” Ketika Tuhan dengna lembut menyentuh lengan dan tangan saya, mati rasa itu mulai memudar dan dengan cepat saya kembali pulih.

Kemudian saya menyadari akan kuasa arus listrik Roh Kudus. Arus listrik Roh Kudus dari ibu saya sangatlah kuat. Namun, arus listrik dari Pendeta paling kuat dan dan paling berkuasa. Ayah saya, Pendeta, wataknya yang senang bercanda muncul dan dia menyentuh kami semua dan kami mengalami mati rasa. Kami memutuskan untuk berhati-hati jika Pendeta mendekati kami. Saat kami berdoa, kami memastikan bahwa kami tidak berdoa di dekat Pendeta.

 

Pastor Kim, Yong Doo:

Kapanpun Tuhan mengaruniakan kekuatan yang baru, Dia akan membuat kita berdoa lebih dalam lagi. Terlebih lagi, kapanpun kita berdoa dalam roh, kami mengalami pewahyuan khusus. Mala mini adalah istimewa. Roh Kudus mengaruniakan kepada kami api dan arus listrik di tengah-tengah ibadah. Semua anggota jemaat harus maju ke altar untuk menerima senjata baru, yaitu kuasa arus listrik Roh Kudus.

Kami menghabiskan waktu 2 jam untuk menerima kuasa arus listrik Roh Kudus. Orang yang tidak layak seperti saya menerima dan dibaptis oleh kuasa arus listrik Roh Kudus yang paling berkuasa dan paling kuat. Hati saya berdetak cepat. Mungkin, ini karena kuasa arus listrik Roh Kudus yang mengaliri sekujur tubuh saya. Tuhan dan terus Roh Kudus terus menerus membaptis saya dengan arus listrik sampai titik yang adapt saya tanggung. sebelumnya, kami harus menghadapi roh-roh jahat dan memerangi mereka tanpa senjata-senjata yang sangat kuat. Sekarang, akhirnya, Tuhan memberikan kami sebuah senjata yang dapat kami gunakan untuk perang dalam medan perang roh. Nyala Api Kudus dan Arus Listrik Kudus sangat luatbiasa, tidak bisa dibayangkan dan dapat dingunakan sebagai senjata pertahanan. . Sekarang kami mampu menggunakannya untuk berperang dengan roh-roh jahat.

Tubuh kami dipenuhi dengan tanduk-tanduk beracun yang ditutupi oleh racun Kudus. Tanduk tajam yang keluar dari sekujur tubuh kami. Sikatan duri kecill akan membakar roh jahat apapun menjadi debu. Racun itu sangat kuat. Roh-roh jahat menghindari kami. Namun, beberapa roh jahat measih berusaha menembus duri-duri beracun itu. Mereka adalah roh-roh jahat yang lebih kuat dan banyak jumlahnya. Saya menyadari bahwa sekelompok roh-roh jahat itu tidak hanya menyerang begitu saja tanpa rencana. Mereka terorganisir dan sesuati perintah. Selanjutnya, saya menyadari bahwa mereka memiliki hirarki.

 FAkhirnya, hendaklah kamu kuat didalam Tuhan, didalam kekuatan kuasaNya. Kenakanlah seluruh pelengkapan sejanta Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis; karena perjuangan kita bukanlah mealwan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara. Sebab itu ambillah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat mengadakan perlawan pada hari yang jahat itu dan tetap berdiri, sesudah kamu menyelesaikan segala sesuatu.” (Efesus 6:10-13)

Kami mulai berdoa baik bersama-sama maupun priadi. Kemudian kami menerima Api Kudus dan Arus listrik untuk kedua kali. Kali ini, Api Kudus dan Arus Listrik lebih kuat dan lebih berkuasa. Kuasa dari Api Kudus dan Arus Listrik itu begitu besar, sampai kami tidak mampu bergerak. Setelah pengalaman ini, saat kami mengangkat tangan tinggi-tinggi dan memanggil nama Tuhan, api dan arus listrik akan menyelimuti seluruh tubuh kami. Tubu kami akan bergoncang saat kuasa itu bermanifestasi dalam kami.

Kapanpun kami menerima api dan arus listrik, nafas kami sungguh berat dan kami menjadi bola api. Keyakinan diri kami meningkat drastic melawan kekuatan iblis. Kami menjadi lebih berkuasa.

 

===== March 10, 2005 (Thursday) =====

Sermon scripture: “Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah dibelakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, ayitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus. (Fil 3:13-14)

Pastor Kim, Yong-Doo: * Oh! Pastor Kim, Young Gun

Rumah Sakit Umum Sung Min terletak di daerah kami. Pendeta Kim, young Gun, sudah melayani dan menginjili rumah sakit ini. Satu kali saya pernah mengenalkan diri saya kepada Rumah Sakit Sung Min. Ketika saya menjadi pasien disana, pendeta dan saya saling berkenalan dan berteman. Beberapa kali saya mengundangnya untuk ke gereka saya berkhotbah sebagai tamu pembicara.

Pendeta Kim, Young Gun pernah menceritakan kepada saya, bahwa dia awal 60 tahun. Dia selalu menginjil di rumah sakit-rumah sakit. Dia juga terkenal menginjil di jalan-jalan. Suatu hari, dia jatuh sakit saat hatinya membengkak. Banyak air memenuhi hati dan perutnya/ Lebih dari itu, dia juga menderita sakit kuning, sebuah penyakt yang menyebabkan tubuh berwarna kuning. Dia mengakui itu saat itu ketika dia menginjil.

Pendeta Kim, Young Gun sekali waktu pernah dikirim ke Filipina untuk misi dari gerejanya. Selagi dalam misi ini, dia bekerja diluar kekuatan fisiknya. Pendeta sangat tertekan menghadapi tekanan gerejanya. Mereka menginginkan hasil dan mereka sering memanggilnya. “Berapa banyak orang yang kau injili? Berapa banyak pendaftar baru?” Mereka menggunakan berbagai taktik untuk menekan dan menginterogasinya. Tekanan dan stress yang akhirnya membuat dia jatuh sakit. Dia meninggal selama perawatan di Korea.

 

*Lagu pujian yang seharusnya dinyanyikan saat Pemakaman

Pendeta Kim, Young Gun menjelaskan pengalamannya ketika roh/jiwanya meninggalkan tubuh. Dia berkata ketika dia menarik nafas terakhir, roh/jiwanya terpisah dari tubuh fisiknya. Kenyataannya, roh/jiwanya tampak sama dengan tubuh fisiknya Pendeta Kmi, Young Gun mampu melihat dokter menggunakan alat defibrillator pada tubuhnya. Pada dokter mencoba meresusitate dia beberapa kali dengand efibrillator. Tanpa haris, para dokter itu mengkonfirmasi waktu kematiannya dan menutupi tubuh dan wajahnya dengan kain putih.

Keluarga pendeta dan kerabat datang terlambat dan diinofrmasikan kematiannya saat mereka mencapai rumah sakit. Pada hari pemakamannya, orang-orang yang hadir menyanyikan lagu himne. Himne yang mereka nyanyikan sangat lambat dengan irama lambat yang membuat hari itu menekan. Pemakanan itu sedikit banyak mendekati nisan. Pendeta terus dan berkata bahwa ketika orang-orang menyanyikan lagu lambat, jiwanya melemah. Sekalipun dia ingin cepat ke sorga, dia tidak mampu. Dia perlu orang-orang yang hadir dalam pemakaman menyanyi dengan cepat, penuh kuasa, himne cepat. Dia berkata bahwa jiwanya tidak mencapai kekuatan dan karenanya dia frustasi dan cemas. Untungnya, seseorang merekomendasikan himne 388 dan mereka mulai menyanyi dalam irama cepat. Secepat orang mulai menyanyikan himne yang keras dan cepat, jiwanya melayang dengan kekuatan cepat dan tiba di pintu sorga. Pendeta berkata bahwa pintu-pintu gerbang sorga terdiri dari pintu gerebang 12 mutiara dan sungguh sangat indah. Kesan pertama pendeta ini adalah kekaguman : “Sungguh fantastis!”

Saat Pendeta Kim, Young Gun mencoba untuk memasuki pintu gerbang mutiara, dua malaikat berdiri melihat dengan pandangan yang tajam dan menakutkan. Pendeta menjadi sangat takut dan hatinya dipenuhi ketakutan. Dua malaikat itu memegang pedang besar di masing-masing sisinya. Mereka sangat tinggi dan tidak dapat melihat dengan layak hanya sekali waktu.

Para malaikat bertanya kepada Pendeta: “Betapa beraninya kamu berjalan mendekati pintu gerbang? Siapakah kamu? Apa jabatanmu dan apa yang kau lakukan dibumi?” Jawab pendeta, “Saya baru saja meninggal dari penyakit, hati saya bengkak. Saya seorang pendeta dan saya bekerja dalam misi.” Para malaikat itu menuntut tiket. “Baik, tunjukkan tiket masukmu untuk memasuki sorga. Sekarang!” Saya menjawab dengan terkejut. “Apa! Engkau perlu tiket masuk untuk memasuki sorga? Saya tidak pernah mendengar hal ini! Saya tidak memilikinya.” Salah satu malaikat itu dengan cepat manjwab: “Apa! Apa katamu? Betapa beraninya kamu berjalan mendekati pintu gerbang tampa tiket masuk!” Saat malaikat itu menegur saya, malaikat lain menandang saya seperti seorang pemain bola. Saat itu, pendeta berpikir dia ditendang jauh/ Kemudian malaikat yang sama menangkap dan menendangnya sekali lagi untuk kedua kalinya dan bahkan lebih jauh lagi.

Pendeta itu tiba-tiba ditendang ke neraka dan dia ada di pinggiran jurang. Pendeta mampu melihat pemandangan menakutkan di neraka. Saat Pendeta bergantung di pinggiran jurang, dia meminta seseorang untuk menyelematkan dia. Kemudian malaikat itu menunjuk dan berkata, “Lihatlah jiwa-jiwa itu! Lihat dengan jelas jiwa-jiwa yang masuk ke neraka! Semua jiwa itu menghadiri gereja dan hidup dengan setiap tetapi kesalahan pengajaran pendetanya menuntun mereka ke neraka! Aku tunjukkan ini kepadamu karena engkau juga seorang pendeta yang memimpin pelayanan/ Engkau tidak dapat diampuni kami engkau melakukan kekejian yang sama. Mereka tidak menjadi kekudusan hari minggu dan tidak menjaga iman mereka. Mereka mengejek Tuhan dan percaya menurut apa yang ingin mereka percayai dan berdasarkan iman mereka akan apa yang ada didalam ingatan mereka.”

Saat itu Pendeta Kim akan dilempar ke neraka, dua jiwa segera datang dan dengan tulus menjangkau dia. Kemudian Pendeta menemukan bahwa dua jiwa itu adalah kerabatnya yang merupakan pendoa syafaat. Karena permintaan tulus mereka, Tuhan mengaruniakan perpanjangan waktu 7 tahun bagi Pendeta. Pendeta menerima karunia istimewa. Dia diberikan kesempatan lain dan lolos dari neraka.

Pendeta kembali ke bumi dan bersatu dengan tubuhnya yang mati. Ketika dia kembali, semua kerabatnya masih bernyanyi. Lagu-lagu yang mereka nyanyikan sekali lagi lembat dan menyedihkan. Terdengar seperti lagu-lagu perpisahan, seakan-akan, pasangan atau teman-teman yang akan berpisah selamanya. Pendeta sangat gusar akan lagu-lagu yang mereka nyanyikan. Kapanpun orang percaya tidur dan pergi ke sorga, orang-orang di pemakaman harus merayakaan dengan hime yang cepat, sukacita, mengangkat dan penuh kemenangan. Kita sebagai orang-orang percaya harus menuliskan ini dalam hati kita.

Dia mengalami kejadian supranatural. Dengan kuasa Tuhan, Pendeta kembali hidup. Sekarang, ini seperti tahun ketujuh dank arena kelelahan dan sakitnya, dia jatuh sekali lagi/ Hatinya bengkak dan Pendeta harus masuk ke gawat darurat/ Pendeta Kim, young Gun dengan tulus meminta, , “Pendeta Kim, Yong-Doo, saya sangat bangga akan diri saya sendiri. Sampai sekarang, saya pikir saya sudah menginjil dengan layak di seluruh hidup saya dan dalam iman saya. Kemudian saya menyadari bahwa saya melakukannya dengan seluruh kekuatan dan hasrat saya disamping tuntung dan bantuan Roh Kduus/ Tolong Pendeta Kim, Yong-Doo, kau harus meminta pertolongan Roh Kudus dalam segala hal. Saya ingin engkau memimpin pelayananmu dengan pertolongan dan kekuatan Roh Kudus.” Pendeta Kim, Young Gun kemudian meminta saya untuk menyanyikan banyak lagu himne yang berkuatas dan menguatkan. Joo-Eun, Sister Baek, Bong-Nyu, isteri saya dan saya melingkari Pendeta Kim, Young Gun. Tuhan Yesus menyertai kamu juga. Yesus, Roh Kudus dan para malaikat penjaga melihat dan bersiap-siap untuk membawa Pendeta ke sorga.

Hari ini adalah hari Kamis dan Tuhan mengumumkan bahwa Dia akan membawa Pendeta Kim, Young Gun ke sorga secepatnya. Ketika Joo-Eun and Sister Baek, Bong- Nyu memandang ke sorga, rumah Pendeta Kim hampir selesai. Hal terakhir untuk jiwa Pendeta adalah tiba di sorga. Rumahnya sudah menunggu. Pendeta Kim, Young Gun dan isterinya sangat bersukacita mendengar hal itu.

 

* Jika saya meninggal, saya ingin meninggal saat berkhotbah di mimbar

Ada banyak pendeta termasuk diri saya sendiri. yang menginginkan hal-hal tertentu. Saya sangat ingin tahu bagaimana Tuhan mungkin meresponi dan apa pikiran-pikiranNya akan hal-hal tertentu. “Yesus kekasihku! Ada banyak pendeta di Korea dan banyak orang yang dipenuhi karunia. Seringkali mereka katakana bahwa ketika mereka pergi, mereka akan diberikan kesempatan terakhir untuk berada di atas altar selama khotbah. Saya jungan meninginginkan hal tersebut. Sekarang, Pendeta Kim, Young Gun jatuh sakit karena hatinya yang bengkak sebagai hasil dari kelelahan dan diluar batas. Dia tidak memelihara dirinya sendiri secara fisik. Bagaimana fikirMu Tuhan?”

Tuhan mulai menjelaskan dan menggunakan Pendeta Kim, Young Gun sebagai contoh.  “Ini pernah-pernah disesalkan! Sangat bodoh berpikir dan bertindak seperti ini! Pendeta Kim Kim, Young Gun adalah hambaKu yang Kuhargai. Tetapi demi Injili, dia menembus api dan air tidak perduli kesehatannya. Kareananya, dia menjadi sakit. Allah Bapa, Roh Kudus dan Aku setuju dengan hal ini. Dari persepsimu, ini seperti berkat. Mungkin tampakan setiap untuk hatuh dari kelelahan atau diluat batas selama meingjil atau berkhotbah—mungkin bahwakan sekarat selama menginjil atau berkhotbah. Namun, itu bukanlah segalanya! MEnjadi setiap dengan semua kekuatanmu itu sangatlah penting, tetapi tidak diluar tubuh-tubuh fisikmu. Kau harus menjaga tubuhmu supaya terus dan melayaniKu dalam waktu yang lama. Tubuhmu diberikan kepadamu oleh Allah Bapa. Ada waktu untuk istirahat dan sejumlah yang diperlukan dan dibutuhkan.

 “Tidaklah bijaksana bagi seseorang untuk melakukan pekerjaanKu hanya karena antusias. Seseorang harus bekerja dengna bijak. Pendeta Kim, Young Gun masih diawal umur 60 tahun dan dia meneruskan pekerjaanKu lebih lama. Dia sangat bodoh dan tidak bijak. Dia tidak menyadari bagaimana Aku menghargai dia! Namun, sekarang sudah terlambat.”

Saya pikir akan sangat manis jika Yesus menyembuhkannya. Namun, tampaknya Tuhan memutuskan untuk membawa dia pulang ke sorga. Tuhan membuatnya jelas bahwa melakukan pekerjaanNya dengan setia dan dengan semua keberadaan kami adalah sangat penting. Terlebih lagi, merawat tubuh fisik juga sama pentingnya. Mayoritasnya adalah tentu saja iman yang baik jika kita pergi menembus api dan air untuk Tuhan, tetapi itu bukanlah segalanya, ini penting.

Tuhan berkata, “Tubuh fisik Pendeta Kim, Young Gun menjadi sakit dan lelah. Ini waktu untuk istirahat, sekarang.” Kemudian Tuhan melihat kepada saya dan berkata, “Pendeta Kim, Yong-Doo, juga harus mendengarkan dengan seksama! Apakah kamu mengerti? Untuk melayani dalam waktu yang lama, kau harus merawat kesehatanmu.” saya menjawab, “Amin.”

Joo-Eun mendapatkan visi tahta Bapa. Allah Bapa juga mengatakan, “HambaKu yang Kukasihi! Mengapakah engkau bekerja melebihi tubuhmu sendiri?” Saat Bapa berbicara, Dia merasakan perasaan pada dia. Kemudian Dia memerintahkan kepada para malaikat. “Bersiaplah untuk menyambut Pendeta Kim, Young Gun.” Saat Pendeta Kim, Young Gun terbaring di tempat tidur, Yesus mengusap dan menghiburnya, “engkau akan segera masuk ke sorga. Di sorga, semua jiwa-jiwa dan para malaikat sedang mempersiapkan penyambutan besar untukmu. Sekalipun ini akan sedikit sulit, Aku harap kamu bertahan.”

Saat Pendeta Kim, Young Gun mendengarkan percakapan ini, wajahnya cerah. Malaikat penjaga Pendeta Kim, Young Gun memiliki 3 sayap.  Dia sudah memiliki sebuah rumah yang menantinya di sorga.

Rumah itu setinggi langit di sorga. Didalam rumah, para malaikat sedang sibuk, mempersiapkan kedatangannya. Joo-Eun ingin tahu kapan Pendeta Kim, Young Gun ke sorga dan bertanya kepada Yesus. Tuhan berkata bahwa Dia akan membawanya ke sorga setelah 2 hari.

Dengan teliti saya menjelaskan beberapa pewahyuan yang terjadi di gereja kami. Pendeta menjawab dengan wajah kaget. “Apa! Ketika saya mengunjungi gerejamu untuk berkhotbah, tidak satupun pengalaman pewahyuan terjadi. Sekarang gerejamu mengalami pewahyuan-pewahyuan besar.” Saya menjawab, mengatakan bahwa semuanya itu hanya karena kasih karunia Tuhan. Saya melanjutkan dan meminta Pendeta Kim, Young Gun: “Pendeta Kim! Sebelum kau meninggalkan bumi, saya ingin membagikan Perjamuan Kudus yang terakhir denganmu.” Dengan sukacita Pendeta Kim menerimanya. Kemudian Tuhan berkata melalui Joo-Eun: “Sedikit waktu lagi, engkau akan masuk sorga. Marilah kita merayakannya.” Saya mematuhi dan berkata, “Amin!”

 

===== March 12 2005 (Saturday) =====

Sermon scripture: “Berdua lebih baik daripada seorang diri, karena mereka menerima upah yang baik dalam jerih payah mereka. KArena kalau mereka jatuh, yang seorang mengangkat temannya, tetapi sengsara orang yang jatuh, yang tidak mempunyai orang lain untuk mengangkatnya.Juga kalau orang tidur berdua, mereka menjadi panas, tetapi bagaimana seorang dapat dialahkan, dua orang akan dapat bertahan. Tali tiga lembar tak mudah diputuskan.” (Pengkh 4:9-12)

 

Pendeta Kim, Yong-Doo: *Pendeta Kim, Young Gun di Sorga

Rumah Sakit Sung Min menghubungi dan memberitahu saya bahwa Pendeta Kim, Young Gun baru saja meninggal dunia. Sepanjang hari itu hujan sangat deras. Di sore hari, langit ditutupi dengan mendung gelap. Petir memenuhi langit dan juga suara Guntur mengoncangkan langit. Tuhan berkata kepada Joo-Eun dalam suara yang dapat didengar. “HatiKu penuh kesedihan karena hidup dari kekasih dan hambaKu sudah berakhir! Jangan takut untuk menuliskannya. Kau harus menuliskan jenis-jenis kejadian ini di buku. Hujan melambangkan airmataKu. Aku menginginkan semua orang untuk menyadarinya!”

Yesus berdiri disebelah saya dan berkata dengan lembut. “Banyak dari orang orang kudus dan pendeta tidak dapat dipakai karena mereka malas dan manja. KEmudian ada beberapa orang yang secara jasmani yang bekerja secara berlebihan sehingga mereka sakit. Ini juga masalah! Terlebih lagi, memberhalakan tubuh fisik seseorang juga merupakan dosa besar.”

Tuhan menjelaskan bagaimana para orang kudus lebih menikmati kegiatan olahraga dan rekreasi. “Mereka memanjakan diri dengan rekreasi begitu sering. KEgiatan-kegiatan itu menjadi lebih penting dari Ku. Aku sangat sedih.”

Kenyataannya, kita melibatkan diri sendiri dengan berbagai macam jenis usaha dan atau rekreasi dan meminta maaf bahwa kita cukup sibuk utnuk Tuhan. Kemudian seringkali kita melupakan Tuhan. Daripada bergantung kepada KErajaan Allah, kta lebih bergantunng pada dunia fisik. Hasilnya, kita kehilangan suara Tuhan. Dengan lambat dan perlahan, kita berubah dan mengikuti hidup yang tidak sesuai dengan Tuhan.

Hari ini, para jemaat Gereja Tuhan hidup benar-benar berubah dari hidup mereka sebelumnya. Iman kami benar-benar berubah total. Karena sekarang kita tahu kehendak Tuhan, jemaat gereja, keluarga saya dan saya senditi tidak dapat hidup dalam kepuasan atau kelambanan lebih dari Tuhan lagi.

Sekarang kita selalu menempatkan Tuhan dan urusanNya yang pertama.

 

Sister Baek, Bong-Nyu: *Raja Ular dalam bentuk lingkaran spiral

Selagi saya dalam doa, Tuhan menunjukkan sebuah visi. Dalam visi itu, banyak ular-ular kecil memenuhi bumi. Saya ketakutan dan merasa mau muntah melihat wujud ular-ular itu. Ular-ular kecil itu melingkar dan tubuh mereka berbarus. Barisan itu tanpa akhir. Dari kejauhan, barisan ular-ular kecil itu tampa seperti ylar yang besar. Barisan itu menuju ke neraka. Saat saya melihat ular-ular itu, mereka semua tampak seperti spiral.

Saat ular-ular itu melingkari bumi, serangga-serangga kecil seperti belatung muncul dari tubuh ular. Serang-serangga itu melekatkan diri mereka pada orang-orang dan menarika mereka ke neraka melalui jalur barisan itu. Belatung-belatung memiliki ratusan kaki-kaki kecil yang melekat pada tubuh manusia dan mereka tidak bisa jatuh. Tuhan memberikan penjelasan karakter orang-orang ini. Mereka adalah jiwa-jiwa yang tidak mempercayai Yesus. Tuhan memberikan berkali-kali kesempatan tak terhitung pada orang-orang ini untuk percaya kepada Tuhan, tetapi mereka tidak melakukannya.

 

Lee, Haak-Sung: *Bertemua Pendeta  Kim, Young Gun di Sorga

Setelah rumah sakit memberitahu bahwa Pendeta meninggal, saya berpikir sendiri. ‘Malam ini, tujuan saya adalah bertemu dengan Pendeta Kim, Young Gun di sorga!’ Kamu mulai berdoa sekali lagi setelah khotbah pendeta berakhir. Ketika saya mulai berdoa, saya masuk sorga bersama Tuhan. Saya sangat girang dan sukacita saat berpikir bahwa saya akan bertemu Pendeta Kim, Young Gun. Saya bertanya kepada Tuhan, “Yesus! Ijinkan saya bertemua Pendeta Kim, Young Gun . Dia baru meninggal hari ini tetapi say asudah merindukannya.” Jawab Yesus, “Dia baru saja tiba dan sangat sibuk melihat dan menjelajahi semua tempat di sorga.” Saat saya menunduk, say abertanya lagi. “Tuhan, dapatkah Engkau membawa saya kepada dia” Jawab Tuhan, “Baiklah.”

Tuhan menunjukkan taman bunga. “Lihatlah kesana.” Saat Tuhan menunjukkan, saya melihat kearah taman bunga dan melihat Pendeta Kim, Young Gun berlarian seperti anak kecil. Saya berlari menuju pendeta dan berteriak. “Pendeta! Pendeta! Pendeta Kim, Young Gun. Ini saya, Haak-Sung.”

Tetapi pendeta menjawab, “Siapa? saya tidak mengenalimu.” Jawab saya, “Saya menghadiri Gereja Tuhan dan nama saya Lee, Haak-Sung. Saya pernah menemuimu sekali ketika engkau berada di rumah sakit. Pendeta saya adalah Kim, Yong-Doo.” Kemudian dia mengenali saya dan berkata, “Ya, ya! Betul! Gereja Tuhan sangat terkenal di sorga. Saya tidak tahu seberapa terkenalnya Gereja Tuhan sewaktu di bumi, tetapi sekarang saya menyadarinya setelah saya tiba di sini. Itu adalah gereja yang besar. Salam buat Pendeta Kim, Yong-Doo! Katakan bahwa saya ingin bertemu dengannya nanti. Karenanya, saya berharap mata rohaninya secepatnya terbuka.” Saat saya melihat, Pendeta Kim, Young Gun bersukacita seperti anak laki-laki kecil. Dia berlarian ke seluruh tempat dan melihat kesana-kesini.

 

Sister Baek, Bong-Nyu:

SEtelah saya menyaksikan pemandangan mengerikan di neraka, saya pergi ke sorga. Kemudian say abertemu Pendeta Kim, Young Gun. Dia baru saja meninggal dunia hari ini tetapi sekarang dia terlihat seperti anak muda yang tampan. Ketika pendeta melihat saya, dia bertepuk tangan dan berkata, “SElamat datang! Sister Baek, Bong-Nyu. Saya sudah mendengar tentangmu dan gerejamu begitu sering. Saya begitu bersukacita sehingga tidak tahu apa yang harus dilakukan! Setelah meninggal, kau menynyikan lagu-lagu himne yang besar dan saya sangat berterimakasih. Berjalan dalam iman yang sungguh-sungguh di Gereja Tuha. Oh, dan saya lupa merekomendasikan Pendeta Kim, Yong-Doo sebagai pengganti saya kepada Pendeta Senior. Saya menyesal lupa permintaan terakhir saya selagi di rumah sakit. Setelah tiba di sorga dan melihat Gereja Tuhan dari layar sangat besar di sorga, saya sadar betapa terkenalnya Gereja Tuhan.

Pendeta dan saya menyampaikan selamat tinggal dan saya kembali ke Gereja Tuhan. Kemudian saya mulai berdoa. Saya mengatakan kepada Pendeta Kim, Yong-Doo tetnang pertemuan dengan Pendeta Kim, Yong Gun di sorga.

 

 ===== March 13, 2005 (Sunday) =====

Sermon scripture: “Sebab Aku menyukai kasih setia dan bukan korban sembelihan, dan menyukai pengenalan akan Allah, lebih daripada korban-korban bakaran. Tetapi mereka itu melangkahi perjanjian di Adam, disana mereka telah berkhianat terhadap Aku.” (Hosea 6:6-7)

 

Pendeta Kim, Yong-Doo: * Tentang Daging Anjing

“Yesus! Banyak orang di Korea menikmati sup yang terbuat dari daging anjing. Saya juga pernah makan daging anjing beberapa kali. Beberapa orang mengatakan bahwa jika orang makan daging anjing, mereka secara roh akan keruh dan mabuk. Tuhan, bagaimana dengan hal ini?”

Tuhan diam selama beberapa saat. Saya sangat ingin tahu. Kata Yesus, “Engkau tidak dapat makan semuanya, bahkan jika makanan-makanan itu mungkin baik bagi tubuhmu. Daging anjing tidak berpengaruh secara roh. Karenanya, cobalah untuk tidak makan daging anjing. Anjing adalah binatang yang kotor dan kelakuannya tidak bersih. Memakannya akan membuat rohanimu lemah.”

 

*Jagalah kekudusan hari Minggu, Jangan Menghabiskan Uang pada hari Minggu

Saya memutuskan untuk bertanya kepada Tuhan tetnang hari Minggu, hari Sabat: bagaimana kita menjaganya tetap Kudus dan bagaimana jika kita menghabiskan uang di hari Minggu. Saya heran bagaimana pikir Tuhan tentang itu. “Tuhan! Akhir-akhir ini, say amelihat banyak gereka dan orang kudus tidak menjaga kekudusan hari Minggu. Minggu digunakan keluarga untuk makan diluar, sebagai hari rekreasi dan menghabiskannya dengna hobi mereka. Mereka katakan jika hal-hal itu mereka lakukan demi injil, ini hanya menghakimi. Keyakinan mereka untuk menjaga kekudusan hari Minggu adalah melemah, terlebih lagi, iman mereka tidak meyakini Firman Tuhan. Hamba Tuhan tidak menekankan betapa pentingnya subyek ini dalam khotbah mereka. Terlebih lagi, kebaktian Minggu malam secara perlahan diturunkan dan kemudian ditiadakan. Paling banyak mereka memiliki hanya satu kebaktian siang. Tolong berikan pandanganMu akan hal ini.”

Saat saya bertanya, Tuhan menjadi marah. Ekspresi wajahNya berubah dan KemaharahanNya tampak di wajahNya. Tuhan ingin saya untuk menunjuk dan menulis ayat: ayat yang menggambarkan nyala api atas mereka yang tidak menjaga kekudusan hari Minggu.

 “Tetapi apabila kamu tidak mendengarkan perintahKu untuk menguduskan hari Sabat dan untuk tidak masuk mengangkuta barang-barang melalui pintu-pintu gerbang Yerusalem pada hari Sabata, maka di pingu-pintu gerbangnya, Aku akan menyalakan api, yang akan memakan habis puri-puri Yerusalaem dan yang tidak akan terpadamkan.” (Yer 17:27)

“Apabila engkau tidak menginjak-injak hukum Sabat dan tidak melakukan urusanmu pada hari kudusKu; apabila engkau menyebutkan hari Sabat “hari kenikmatan”’ dan hari kudus TUHAN “hari yang mulia”, apabila engkau menghormatinya dengan tidak menjalankan segala acaramu atau berkata omong kosong, maka engkau akan berseang-sebang karena TUHAN dan Aku akan membuat engkau melintasi puncak bukit-bukit di bumi dengan kendaraan kemenangan; Aku akan member makan engkau dari milik pusaka Yakub, bapa leluhurmu, sebab mulut Tuhanlah yang mengatakannya” (Yes 58:13-14)

“Karena Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat” (Mat 12:8)

“Karena itu boleh beruat baik pada   hari Sabat.” (Mat 12:12)

Tuhan memerintahkan kita untuk menjaga hari Minggu kudus di setiap jalan. Dia marah karena melihat televise, makan malam keluarga di luar dan berbagai kegiatan sekuler lainnya. Terlebih lagi, Tuhan tidak mengijinkan orang-orang Kristen untuk menjalankan bisnisnya di hari Minggu. Dia juga tidak setuju akan para orang kudus untuk belanja di hari Minggu.

Nyatanya, hanya sedikit orang kudus di sorga yang tidak menjaga hari Minggu dengan tepat. Dan sebaliknya, ada banyak ribuan jumlah orang kudus di neraka yang tidak menjaga kekudusan hari Minggu. Para orang kudus di neraka berteriak dalam kesedihannya. Mereka mengalami tingkatan-tingakatan kesengsaraan yang tak terhitung jumlahnya.

Tuhan memerintahkan: “Lihatlah jiwa-jiwa itu! Jiwa-jiwa itu tidak mempertimbangkan hariKu. Mereka membuat hariKu tidak bersih. Lihatlah dengan sangat jelas.” Jemaat Gereka dan saya menyaksikan kejadian yang mengejutkan. Kami benar-benar terkejut. Setelah menyaksikan kejadian ini, saya berkonsentrasi untuk bertobat karena tidak menjaga kekudusan hari Minggu dalam setiap jalan.

Kami perlu mengubah konsep tentang hari Minggu. Ada banyak orang kudus yang berpikir bahwa berfoya-foya di hari Minggu dibenarkan jika untuk kepentingan injil. Dengan pemikiran itu, mereka berbelanja di hari Minggu.

 “Lalu kata Yesus kepada mereka: “Hari Sabat diadakan untuk manusia dan bukan manusia untuk hari Sabat, jadi Anak Manusia adalah juga Tuhan atas hari Sabat.” (Mark 2:27-28)

Jika kita begitu saja membenarkan berbelanja untuk kepentingan injil dan demi orang, kemudian setiap orang akan membenarkan alasan mereka sendiri-sendiri untuk menghabiskan uang di hari Minggu. Bahkan, mereka akan terus menciptakan kasus khusus atau alasan –alasan untuk menghabiskan uang. Dalam waktu singkat, manusia akan menciptakan alasan mereka untuk menghabiskan uang di hari Minggu.

Tuhan sudah menjelaskan kenyataan tipuan gereja.

Kata Tuhan. “Manusia menyalah gunakan dan merendahkan perintah atas hari Minggu untuk kepentingan Injil. Mereka melakukan ini terus menerus. Jangan belanjakan uang pada hari Minggu! Sekali manusia memutuskan untukmelakukan sesuai hati mereka, mereka menyeatakan alasan-alasan atau pembenaran-pembenaran mereka untuk melanggar perintah.” Tuhan tampak sangat serius. KeagunganNya mengalir. Keseriusan dan keagunganNya jelas menyentuh saya.

Terlebi lagi, dihari Minggu, Yesus tidak menginginkan kita membelanjakan uang berapapun pada mesin kopi baik sebelum maupun setelah makan di gereja. Tuhan ingin mengumpulkan uang untuk misi dan para misionari di hari-hari biasa dan bukan di hari Minggu. Tuhan menyuruh saya menuliskan ini. akhir-akhir ini, orang-orang di gereja manapun menjerit untuk kebangunan dan reformasi tetapi para pelayan dan jemaat gereja harus berubah dulu. Mereka harus bertobat sungguh-sungguh. Mereka tidak mengajarkan atau menjaga kekudusan hari Minggu. Mereka tidka memperdulikan hal ini. Tuhan memberikan peringatan keras.

Acara apapun yang digelar di rumah Tuhan harus gratis. Banyak gereja sekarang menjual tiket manakanan karena mereka memiliki banyak jemaat. Menjual kupon makanan tidka menjaga kekudusan hari Minggu. Tuhan menunjukkan kepada saya bagaimana gereja-gereja di Korea dan orang kudus disana tidak disetujui Tuhan, hanya karena tidak menjaga kekudusan hari Minggu.

Tuhan juga menginginkan gereja untuk memberik makan tamu pembicara baik di rumah Pendeta maupun di rumah jemaat jika peristiwa khusus terjadi di hari Minggu. Tuhan tidak menginginkan gereja untuk membawa pembicara tamu ke restoran di hari Minggu. Jika gereja memiliki dapur , para tamu dapat dijamu makan disana. Tuhan mengakhiri peringatanNya dengan menyatakan bahwa Dia melarang kita membelanjakan uang di hari Minggu.

Saya ingin mengungkapkan kejadian yang dialami jemaat di gereja. Anak saya, Yoseph, menginjili temannya, Oh, Seung-Young. Dia mengundangnya untuk ke gereja. Selagi kami berdoa diatasnya dengan menumpangkan tangan, mata rohnya terbuka. Dia tidak sadar atau acuh tentang menjaga kekudusan hari Minggu. Diluar kebiasaannya, dia terus membeli permen karet di hari Minggu. Kemudian satu malam di hari Minggu selama kebaktian, dia dibawa ke depan tahta Tuhan.

Kemudian Tuhan berkata, “Seung-Young! Mengapa engkau membuat hariKu kotor? Mengapa engkau tidak  menjaga kekudusan hari Minggu? HatiKu sedih dan patah.” Kemudian Tuhan meletakkan Seung-Young diatas perutnya dan memukul pantatnya selama 6 kali. Kemudian Tuhan menyuruhnya untuk push up.

Selagi Seung-Young dihukum, para orang kudus lain berdoa. Seung-Young juga berdoa. Selagi kami semua berdoa, Seung-Young dengan sedih menghela nafas. Saya bertanya, “Apa yang kamu lakukan? Bukankah kau seharusnya berdoa?” Seung Young  berteriak, “PEndeta! Saya membeli permen karet sore tadi dan sekarang Tuhan menghukum saya karena melanggar perintahNya untuk menjaga hari Minggu kudus. Sekarang juga saya dihukum.”

Setelah dihajar, Allah Bapa berkata, “Seung-Young! Karena hatiKu sakit, girangkanlah sekarang. Tunjukkanlah dan hiburlah Aku!” Seung-Young menghentikan push up nya dan mulai menari dengan cara yang lucu didepan Tuhan, sehingga Tuhan menjadi sangat senang.

Tuhan memerintahkan Seung-Young untuk tidak pernah membeli permen atau makanan kecil apapun di hari Minggu. Tuhan menyatakan hari Minggu Kudus dan harus dijaga kekudusannya. Seung Young menjatab, “Amin!” Dia mematuhi Tuhan.

Sebagai seorang pendeta, saya tidak pernah tepat mengajarkan jemaat saya untuk menjaga hari Minggu kudus. Saya sendiri juga tidak menjaga kekudusan hari Minggu. Karenaanya, saya bertobat. Sekarang dengan hati yang gemetar dan penuh rasa taut, saya menjaga hari Minggu kudus. Keluarga saya dan saya termasuk jemaat gereja, menghindari pergi keluar untuk kenikmatan pribadi apapun caranya. Sekarang di hari Minggu, kami berkumpul bersama-sama di gereja untuk mengadakan kebaktian dan menginjil. Selebihnya kami beristirahat.

 

===== March 15, 2005 (Tuesday) =====

Sermon scripture: “Tetapi sekarang juga, demikianlah firman TUHAN, ‘berbaliklah kepadaKu dengan segenap hatimu, dengan berpuasa, dengan menangis dan dengan mengaduh.” Koyakkanlah hatimu dn jangan pakaianmu, berbaliklah kepada TUHAN, Allahmu, sebab Ia pengasih dan penyayang, panjang sabar dan berlimpah kasih setia, dan Ia menyesla karena hukumanNya.” (Yoel 2:12-13)

 

Pastor Kim, Yong-Doo: *Keselamatan Keluarga Saya dan Kerabat Mereka

Isteri saya, Yoseph, Joo-Eun dan saya duduk melingkar. Sudah sejak lama sejak kami berempat menghabiskan waktu kualitas bersama. Yesus duduk di tengah-tengah kami. Roh Kudus melingkari keluarga kami dengan sinar perlindungan. Didalam sinar perlindungan itu kami mampu berbicara dengan Tuhan dan Roh Kudus. Kami berbincang-bincang tentang keselamatan keluarga kami. Kami berdiskusi tentang keadaan rohani mereka. Kami heran apakah jika mereka mati sekarang, mereka akan diselamatkan? Pada dasarnya, yang dipertanyakan adalah apakah keadaan rohani mereka bisa diterima. Kami berdiskusi tentang hal ini.

Diluar sinar perlindungan berdiri sekelompok malaikat dengan malaikat-malaikat pelindung kami. Kedua kelompok malaikat ini melawan kekuatan gelap Setan. Roh-roh jahat tidak bisa mendengar percakapan kami yang ada didalam sinar perlindungan. Dan roh-roh jahat itu tidak bisa mendekati sinar.

Joo-Eunlah yang pertama kali bertanya kepada Yesus. “Yesus terkasih! Seperti yang Kau tahu, kami adalah keluarga pendeta. Apakah kami semua selamat? Tolong ijinkan ayah, ibu, kakak dan saya masuk sorga semua, apapun yang terjadi! Apakah iman kami yang terakhir menyatakan kami masuk sorga?” Jawab Tuhan, “Tentu saja! Imanmu cukup bagus untuk masuk sorga. Tetapi jangan sombong, selalu rendah hatilah! Terlebih lagi, lakukan pekerjaan-pekerjaanKu..apa kau mengerti?” Semua anggota keluarga serempak menjawab, “Amin!”

Masalah mulai muncul dari pertanyaan selanjutnya. Jawaban dari pertanyaan itu membuat kami stress. Saya sangat ingin tahu tentang keselamatan keluarga besar saya. Berapa banyak dari mereka yang diselamatkan? Saya ingin tahu bagaimana pandangan Tuhan pada saudara-saudara saya. “Yesus, Yesus! Ibu, kakak, keluarga kakak perempuan, keponakan-keponakan saya semua menghadiri gereja mereka masing-masing. Saya ingin mendapat jawaban dariMu Tuhan. Tolong ajarkan dan berikan jawaban yang akurat dan pasti. Jika Engkau mampu menjawab, saya akan mengunjungi mereka satu demi satu untuk mendorong mereka. Karena saya bertanya begitu serius, Tuhan diam beberapa saat.

Setelah beberapa waktu berlalu, akhirnya Tuhan berbicara: “PEndeta Kim! Aku tahu ini sulit diterima dan membuat hatimu hancur, tetapi engkau harus mendengarkan Aku dengan seksama. Menyesal, didalam keluarga besarmu, hanya ada 3 atau 4 jiwa yang dapat masuk sorga.” Dengan terkejut saya menjawab, “Apa? Tuhan! Apa yang KAu katakana? Keluarga besar saya sudah belajar dan dilatih pengajaran. Setiap pagi, beberapa dari mereka belajar dan merenungkan Firman Tuhan setiap hari. Mereka menghabiskan hidup mereka untuk mempelajari Firman Tuhan dengan iman yang sungguh-sungguh. Mereka tampak setia. Saya tidak percaya apa yang baru saya dengan. Tuhan! Tolong lihat hati mereka sekali lagi dan berikan lagi saya jawaban. Tolong Tuhan!”

 

*Sikap menentang pada Tuhan

Kata Yesus, “Ada masalah yang lebih dalam diluar pemahamanmu. Pendeta Kim, dengarkan dengan seksama akan apa yang Aku sampaikan sekarang. Aku melihat hati mereka. Aku melihat didalamnya. Aku tahu setiap inci pikiran dan hati seseorang. Tidak seorangpun dapat menipuKu, Bapa atau Roh Kudus. Jangan kuatirkan dirimu berapa banyak dari mereka akan masuk sorga! Kakak-kakakmu dan para keluarga besarmu melayaniKu, tetapi mereka tidak memiliki kasih dan kurang ketulusan dalam hati mereka. Jika kemudian mereka bertobat, mereka akan bisa masuk sorga. Tetapi mereka harus bertobat sungguh-sungguh dan hidup oleh FirmanKu. Tetapi , mereka terus hidup dengan iman yang palsu dan tidak takut akan FirmanKu! Ada banyak area yang mereka harus bertobat. “ (Yes 66:2)

Sampai saat ini, dari pandangan saya, mereka tampak setia. Saya tidak pernah meragukan iman mereka dan saya sangat yakin dengan iman mereka. Namun, ada perbedaan besar antara pandangan saya dan Tuhan.

Saya memiliki ibu dan 4 orang kakak laki-laki dan 1 perempuan. Saya nomor 4. Tiga orang kakak yang lain juga pendeta. Sisanya mereka jemaat gereja lain. Semuanya berusaha keras untuk melayani di gereja mereka.

Jika termasuk keponakan saya laki-laki dan perempuan, jumlah totalnya sekitar 20. Tetapi hanya 3 atau 4 yang selamat? Bagaimana bisa Tuhan mengatakan itu? Bagaimana saya dapat menerima kenyataan itu? Saya sangat terganggu didalam hati. Dalam waktu singkat, sifat jelek saya meledak.

Saya mulai berbicara kasar kepada Yesus. “Tuhan! Jika ini kasusnya, berapa banyak orang yang dapat masuk sorga? Siapa yang tidak ingin masuk sorga? Jika seseorang hidup dalam jaminan dan kepercayaan akan iman mereka, tetapi tidak menerima keselamatan setelah kematian, apakah mereka tidak pikir ini adil? Saya hanya tidak bisa mengerti. Saudara-saudara dan keponakan-keponakan saya tidak pernah minum minuman keras ataupun merokok. Terlebih lagi, mereka melayani di gereja dan menjadi relawan serta mendukung fungsi operasional di gereja. Mereka berharap dan bergirang suatu hari mereka masuk sorga. Apa yang harus mereka lakukan selain apa yang sudah mereka lakukan? Tuhan! Dari hari ini, saya akan berhenti menulis buku. Saya tidak akan menulis buku.” Dengan keras kepala saya menentang. Selama beberapa hari, saya tidak menulis buku.

Tuhan berbicara kepada saya dengan suara keras dan menakutkan. “Pendeta Kim! Jangan berhenti menulis buku! Engkau tidak boleh berhenti! Jika engkau melawan, engkau akan memberikan kemenangan pada iblis. Cepatlah, raihlah pulpenmu dan mulailah menulis. Kauharus menjelaskan identitas iblis!” Saat Tuhan berbicara, Dia mencoba menenangkan saya. Namun, saya benar-benar terkejut dengan kenyataan bahwa saudara-saudara saya tidak akan masuk sorga. Selama beberapa hari, hati saya terganggu dan berdetak kencang, Saya marah akan kenyataan yang ada dan menjadi orang yang gugup.

Saya menentang Tuhan hampir setiap hari. Dengan pikiran yang tetap, saya tidak bisa mengerti. Saya bersikap menjengkelkan dan iblis mulai merayapi hati saya. Keselamatan bukanlah sesuatu yang dapat saya negosiasikan dengan Tuhan. Tetapi yang pasti dapat membuat perjanjian dengan Tuhan. Sekalipun, saya tahu itu mustahil. Saya pikir dengan menggunakan buku sebagai pengaruh untuk bernegosiasi akan keselamatan keluarga besar saya. saya akan berhenti menulis buku jika Tuhan tidak memberikan jawaban-jawaban yang saya inginkan.

Apakah saudara-saudara saya kalau saya tersiksa seperti ini?

 “Sebab Aku menyukai kasih setia, dan bukan korban semebelihan, dan menyukai pengenalan akan Allah, lebih daripada korban-korban bakaran..” (Hosea 6:6)

“Marilah kita mengenal dan berusaha sungguh-sungguh mengenal TUHAN; Ia pasti muncul seperti fajar, Ia akan datang kepada kita seperti hujan, seperti hujan pada akhir musim yang mengairi bumi.” (Hosea 6:3)

“Menaburlah bagimu sesuai dengan keadilan, menuailah menurut kaish setia! Bukalah bagimu tanah baru, sebab sudah waktunya untuk mencari TUHAN, sampai Ia datang dan menghukani kamu dengan keadilan. Kamu telah membajak kefasikan, telah menuai kecurangan, telah memakan buah kebohingan. Oleh karena engkau telah mengandalkan diri pada keretamu, pada banyaknya pahlawan-pahlawanmu..”  (Hosea 10:12-13)

Kata-kata Yesus berlanjut. “Banyak gereja-gerejaKu diseluruh dunia, termasuk Korea, dipenuhi dengan orang-orang farisi yang bangga dan puas akan kebenaran mereka sendiri. Hati mereka penuh dengan kebenaran diri sendiri tetapi Aku ingin hati yang hancur.

 “TUHAN itu dekat kepada orang-orang yang patah hati dan IA menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya.” (Maz 34:18).

Di tengah-tengah penulisan buku, saya bertahan dan berhenti. Saat itu, kecemasan dan kekuatiran saya mencapai titik klimaks. Saya tidak lagi dapat menanggung pikiran dan sakit akan adik saya yang tidak masuk sorga. Saya terbiasa memperhatikan dan mengasuhnya. Saya teringat kenangan-kenangan manis sewaktu kecil. Dan di luar itu, bahkan ibu saya? Ibu saya juga? Tuhan berkata bahwa banyak orang Kristen lebih tertarik pada berkat materi daripada mencari berkat rohani dan kehidupan. Keinginan akan pandangan fisik dan kebutuhan-kebutuhan mereka menjadi cara hidup mereka. Dengan menyesal. Tuhan berkata, “Orang-orang kudus menjadi serakan akan berkat-berkat materi.” Itulah diagnosaNya akan gereja.

Kemudian Tuhan berkata tentang para pelayan. Saya sangat terkejut ketika Dia menggambarkan permasalahan-permasalahan yang ada. Masalah-masalah itu adalah yang paling keras. Saya mengubah pikirkan saya untuk menulisnya kemudian. Saya ingin berdoa selama beberapa waktu. Sebelum yang lainnya, keselamatan keluarga saya yang penting. Sekalipun saudara-saudara saya dan keluarga besar saya hidup dalam iman, Tuhan mengatakan bahwa kondisi rohani merekalah yang membuat mereka sulit masuk sorga. Karenanya, saya bertahan menulis buku ini dan menentang sampai akhir. Bahkan saya bersiap menerima penghukuman Tuhan. Bahkan jiwa hukuman itu maut, saya yakin.

Saya mulai protes dengan berteriak kepada Tuhan. Yoseph dan Joo-Eun duduk disamping saya dan mencoba menyampaikan pesan Tuhan. Saat mereka menyampaikan pesan itu, mereka juga menenangkan saya. Saya berkata, “Tuhan! Bagaimana benar? Mengapa Engkau melakukan ini? Saya tidak setuju. Bagaimana bisa ini yang benar? Diantara saudara-saudara dan keluarga mereka, bagaimana hanya sedikit yang akan masuk sorga? MEngapa hanya sedikit?” Pertanyaan saya yang beruntun membuat Tuhan bingung dan sedih. Saya tidak perduli dengan perasaan Tuhan dan saya terus menekan Tuhan dengan pertanyaan-pertanyaan secara agresif. “Saya tahu mereka mempelajari Alkitab setiap hari Minggu. Terlebih di hari Minggu mereka tidak membelanjakan uang apapun untuk kepentingan dan keinginan mereka. Mereka menghabiskan hari Minggu dengan kebaktian. Apakah mereka tidak hidup seperti yang dikatakan Alkitan? Jadi Kau berkata bahwa Firman dalam Alkitab adalah kesalahan? Apakah alasan-alasan mereka tidak bis amasuk sorga?”

SElagi saya menentang dan saya terus melakukannya selama beberapa hari. Akhirnya Tuhan memutuskan membantu saya untuk mengerti dan menyadari apa yang saya perlu tahu. Tuhan membuat saya pingsan seketika. Saat tubuh saya tidak sadar, Dia mulai bekerja dan menunjukkan jawaban-jawaban yang dapat saya mengerti dengan jelas.

 

*Akhirnya Pendetar Kim Berdiri di depan Tahta Tuhan

Tuhan Sendirilah  yang membawa saya ke sorga. Kami berjalan ke tahta dimana Allah Bapa duduk. Saya tidak berpikir bagaimana atau prosedur apa, panggung, rute atau proses yang harus saya alami ketika saya sampai di sorga. Tanpa saya tahu bagaimana saya mencapai sorga, saya sudah berada di sorga. Sekalipujn tubuh fiik saya dalam keadaan tidur lelap, roh saya sadar dan saya melihat segala sesuatu seperti ketika saya sadar.

Saya ditempatkan di suatu tempat dimana ada sinar luar biasa terang. Saya menyadari bahwa saya berdiri didepan Bapa. Sangat tidak bisa digambarkan, saya tidak akan pernah dapat mengukut KeluarbiasaanNy. SuaraNya sangat dalam dan menggema di tubuh saya seperti angin. Suara Allah Bapa adalah suara yang selalu ingin saya dengar.

DidepanNya, saya hanyalah pendosa yang tak punya harapan. Dengan jelas dan akhirnya saya menemukan diri saya sendiri. Tubuh saya bergoncang. Kekudusan dan keagungan Tuhan tercurah dalam berbagai warna. Allah Bapa berkata, “Oh! Pendeta Kim Ku yang terkasih. Engkau datang! Kau pasti lelah setelah menempuh perjalanan kesini!” Ketika Bapa berbicara, saya diliputi dengan keterkejutan yang luarbiasa dan emosi yang tak terkatakan.

Saya hanya menuliskan pengalaman-pengalaman orang lain melalui kesaksian-kesaksian mereka. Saya merasakan Firman Tuhan melalui membaca, berbicara atau mendengarkan. Tetapi sekarang, saya benar-benar melihat Tuhan secara pribadi dan jiwa saya sangat bersukacita dan bahagia.

Saya merasakan seakan-akan saya tidak lebih dari debu. Saya berdiri didepan Bapa, benar-benar telanjang dan hancur. Saya adalah ciptaan yang terluka. Berdiri didepan Allah Bapa, saya merasa seperti pendosa yang menantikan kematiannya. Sikap kasar saya dalam berdoa dan menetang benar-benar hilang—yang nyata-nyata menentang Anak Allah, Yesus. Sekarang, saya menunggu hajaran dan belas kasih Tuhan.

 

*Bait Suci di sorga

Tangan Tuhan yang luarbiasa menepuk kepala saya. SuaraNya yang sangat dalam dan bergelombang terus. Saat berdiri didepan tahta Tuhan, saya menyaksikan penghakiman atas jutaan jiwa. Mereka dipastikan ke sorga atau neraka. Saya juga menyaksikan jiwa-jiwa rohani didepan tahta Allah Bapa membuat saya membungkukkan badan dan menyembah saat mereka memainkan terompet. Mereka tidak dapat dihitung.

Saya juga menyaksikan pemandangan khusus. Saat berdiri didepan tahta Allah Bapa, di samping kiri tempat dudukNya, saya memegang tangan Yesus dan dan melihat kejadian-kejadian yang terulang Ayub 1:6, Ayub 2:1-3.

Tiba-tiba, saya merasakan energy dingin disekitar saya ketika suatu makhluk yang jelek, mengerikan, tampak buas muncul didepan tahta Tuhan. Tempat ini dipenuhi dengan kagungan, kekudusan dan kemuliaan Tuhan. Namun, ketika makhluk jelek itu muncul saya mampu membau bau busuk dan energy dingin iblis.

Iblis ini terus menerus menggumam kepada Bapa. Bagaimana iblis ini bisa mengeluh dan menggumam tanpa henti melawan sesuatu. Saat itu juga, saya tahu bahwa: ‘Mahkluk ini adalah yang menuntun jutaan jiwa musnah dan menggoda seluruh dunia—Setan!’

Saya tidak tahu bagaimana Setan mampu hadir didepan tahta Tuhan. Apakah ini prosedurnya atau benar? Mungkin, Ayub 1:6 menujnuk ayat tepat di Alkitab untuk situasi ini. “Pada suatu hari datanglah anak-anak Allah menghadap TUHAN dan diantara mereka datanglah juga Iblis.” Setan tampak seperti campuran manusia dan monster, mungkin karena dia dikutuk. Dia berwajah binatang tak berbentuk, ada berbagai macam duri dan benjolan tumor di wajahnya.

Mulutnya seperti katak. Tubuh Setan dipenuhi dengan rambut tajam seperti jarum. Saya juga melihat ekor lebat yang mengingatkan saya pada ekor panjang monyet. Dia bergerak mengganggu dengan tangan dan kakinya. Terlebih lagi dia menggunakan berbagai bahasa tubuh untuk menyatakan argumentasinya dengan Tuhan. Tubuh saya merinding ketika saya melihat kuku jari tangan dan kakinya yang tajam. seperti kuku binatang buas.

Setan sedang mencoba mendapatkan ijin khusus dari Allah Bapa. Sekalipun Allah Bapa dan Yesus disebelah saya, saya masih juga gugup. Begitu gugupnya sampai saya pikir, saya terserang panik. Tuhan memperhatikan kecemasan saya dan memegang tangan saya erat untuk menenangkan saya. “JAngan cemas.” Didepan otoritas dan kuasa Allah Bapa, Setan mempermalukan dirinya sendiri. Dengan kepala tertunduk, dia memandang saya dengan jahat. Dia menggeretakkan giginya marah dan saya mampu mendengarkan pikirannya: “Pendeta Kim! Tunggu dan lihat saja! Aku akan merobek-robekmu. Beraninya kamu membuka identitasku? Aku tidak akan mengampunimu, gerejamu atau keluargamu. “ Saya merasa lumpuh mendengar ancamannya.

Saya mulai bergoncang ketakutan, Allah Bapa menegur Setan dengan suara yang luarbiasa. Iblis itu sekettika hilang. Ketika Allah Bapa memarahi Setan, langit surga dipenuhi dengan petir dan Guntur. Suara Allah Bapa memenuhi sorga, angkasa dan bumi.

Peristiwa singkat ini membuat saya merinding ketakutan terhadap Allah Bapa. Jiwa-jiwa yang menunggu untuk dihakimi Allah Bapa didepan tahta semuanya tertunduk ketakutan. Sekitar waktu itu, saya mulai mendengar dari Allah Bapa. SuaraNya lebih dalam dari suara baritone; sangat lembut dan bergelombang. Sekali saya mendengar suara Bapa, rasa takut dan penghargaan seketika hilang. Tubuh saya berhenti bergoncang. Sebuah energy lembut menyelimuti tubuh saya saat saya mengalami perhatian Tuhan. sekarang saya berada dalam ketenangan total.

Allah Bapa berkata: “Pendeta Kim, Yong-Doo, gembala Gereja Tuhan, karena engkau tidak percaya, Aku perintahkan supaya engkau dibawa kesini. Aku akan menunjukkan kepadamu dengan jelas, sehingga engkau percaya dan mengerti. Lihat dengan teliti! Sekarang, bawa dia ke ruang rahasia di tempat kudus! Aku memiliki sesuatu yang khusus untuk kau lihat. Secara pribadi Aku akan menjelaskan hal ini!” Dengan perintah Bapa, Tuhan menunjukkan ruang kudus di sorga dimana ruang rahasia terletak.

 

* Ruang Rahasia

Di sorga, tidak ada satu jiwapun yang diijinkan untuk mendekati ruang rahasia. Saya tidak mampu membukakan apa yang saya saksikan di ruang rahasia itu. Bahkan saya tidak tahu dimana ruang rahasia itu atau tempat kudus di sorga. Saya salah mengatakan tempat ini ke anak-anak saya. Selama beberapa bulan, saya meminta ijin untuk menulis dan menyebutkan tentang ruang rahasia ini. Ruang rahasia ini juga digunakan sebagai ruang pertemuan. Ruang ini secara khusus digunakan untuk pertemuan dengan Allah Tritunggal dan Musa. Tuhan menjelaskan bahwa tidak ada satupun jiwa yang memasukinya kecuali Musa. Dia berkata bahwa tempat ini terlarang. “Tidak ada seorangpun yang pernah masuk kesini kecuali Musa. Dan sekarang engkaulah satu-satunya yang diijinkan masuk, Pendeta Kim.” Saat saya memasuki ruang, Musa sudah menunggu.

Yesus dan Musa pergi ke sudut ruangan dan duduk diatas kursi-kursi emas yang bersinar. Mereka bertatap muka dan mulai berbincang-bincang. Diantara Tuhan dan Musa ada Tabut Perjanjian. Tabut itu tampak seperti yang digambarkan di lima kitab Musa. Tabut itu terbuat dari emas dan tampak seakan-akan sama dengan  yang pertama dibuat.

Saat saya melihat kesekeliling ruang, tampaknya tidak terlalu besar. Namun, ruangan itu dihiasi dengan banyak batu permata yang langka dan berbagai macam. Ruangan itu dipenuhi dengan permata-permata, emas dan berlian-berlian. Tak terduga, lantainya terbuat dari marmer persegi yang sama dengan yang saya lihat di bumi. Sebuah salib tertanam di tengah-tengah lantai marmer. Di satu sisi ruangan, dinding itu transparan. Saat saya melihatnya, saya mampu melihat Nyala Api Kudus. Saya tidak bisa melihat ujung ruangan yang pasti agak jauh.

 

* Tuhan membuat penampilan istimewa

Saat Yesus dan Musa berbincang-bincang, saya diam-diam berjalan disekitar lantai marmer. Sesekali Yesus dan Musa melihat saya seakan-akan mereka senang, menikmati percakapan. Pikiran saya berlomba dan ada banyak pertanyaan. ‘Bagaimana saya bisa sampai ke titik ini? Apa yang terjadi disini?’ saya sangat ingin tahu.

Saya menentang Tuhan karena mempertanyakan keselamatan ibu dan saudara-saudara saya kekasih. Disinilah mengapa saya berada. Saya harus mencegah keluarga saya masuk neraka, bakik menggunakan metode yang benar atau mungkin curang. Mereka harus masuk sorga bersama-sama saya. Mengapa Tuhan menyatakan bahwa hanya ada beberapa yang akan masuk sorga? Apa alasannya? Saat pikiran saya berlomba dan semua pertanyaan dan pikiran memenuhi otak saya, sebuah sinar terang luarbiasa atas saya. Saya tidak dapat mengangkat kepala karena sinar itu. Allah Bapa berkata, “Pendeta Kim, lihat padaKu.” Dengan perintahNya, saya mengangkat kepala dan melihatNya. Bapa diliputi sinar terang luarbiasa. Dia menurunkan sinarNya sehingga saya mampu melihat kakiNya, Dan saya tidak mampu melihat lebih dari kaki Tuhan.

 “Lalu berfirmanlah TUHAN kepadamu dari tengah-tengah api; suara kata-kata kamu dengar, tetapi suatu rupa tidak kamu lihat, hanya ada suara.” (Ul 4:12)

“Dialah satu-satunya yang tidak takluk kepada maut, bersemayam dalam terang yang tak terhampiri. Seorangpun tak pernah melihat Dia dan memang manusia tidak dapat melihat Dia. BagiNyala hormat dan kuasa yang kekal! Amin” (1 Tim 6:16)

“Tidak seorangpun yang pernah melihat Allah, tetapi Anak Tunggal Allah, yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang menyatakanNya.” (Yoh 1:18)

“Lagi firmanNya: “Engkau tidak tahan memandang wajahKu, sebab tidak ada orang yang memandang Aku dapat hidup (Kel 33:20)

Hal itu tidak berarti, bahwa ada orang yang telah melihat Bapa. Hanya Dia yang datang dari Allah, Dialah yang telah melihat Bapa.” (Yoh 6:46)

Saat engkau membaca ayat-ayat Alkitab diatas, kita dapat mengerti bahwa tidak seorangpun yang dapat melihat Allah Bapa. Ssekalipun saya memintanya dengan sangat, itu tidak membuat perbedaan; saya tidak akan mampu melihat keseluruhan dari Allah Bapa. Saya tahu apa yang saya tulis akan mendatangkan kritikan besar, tetapi saya harus terus menulis apa yang saya lihat dan dengar. Ini hanya karena kasih karunia Tuhan saja. Saya tidak dapat mengatakan bahwa saya melihat Allah Bapa seutuhnya. Saya hanya melihat apa yang Dia ijinkan untuk saya lihat.

Tuhan adalah Tuhan sepanjang masa. Dia hidup kekal. Pendosa seperti saya tidak berani mendekatiNya. Namun, saya dapat melihat dan merasakan Allah Bapa dan saya tahu saya telah melihatNya karena Alkitab mengatakan bahwa jika saya sudah melihat Yesus, saya juga sudah melihat Allah Bapa.

Saya mengangkat kepala untuk melihat apakah Allah Bapa yang duduk diatas tahta mungkin Yesus. Tetapi Yesus duduk di sudut ruangan masih berbincang-bincang dengan Musa. Allah Bapa mengetahui pikiran saya dan berkata: “Akulah Yehova!” Kemudian Dia tertawa.

Bapa terus berbicara dengan suaraNya yang penuh kebaikan. “HambaKu yang kekasih! Letakkan wajahmu!” Saat saya berbaring di tengah ruangan dimana ada salib ditanam di atas lantai marmer, saya merentangankan tangan dan membentuk tubuh saya sebagai salib.

Tangan Tuhan yang besar mendekat dan menyentuh punggung saya dan berdoa. “Aku berikan engkau kuasa! Engkau akan memiliki kuasa api. Engkau dan pengikutmu akan menunjukkan pelayanan api.”

Secepat Bapa berdoa untuk saya, saya mulai terjatuh keatas lantai dan terbakar. Dengan rasa begitu panas, saya mulai emosional dan kesedihan melingkupi saya. Dengan keras saya berteriak, “Allah Bapa! Engkau sudah mencurahkan semua kuasaMu atas saya. Bagaimana jika saya sombong dan menggunakannya tidak benar?Tolong, tolong saya sehingga saya tidak menjadi jahat atau sombong. Allah Bapa, Engkau tahu masa laluku, sekarang dan yang akan datang. Benarkan? Bagaimana masa depan saya? Tolong tunjukkan! Tolong saya dengan kuasa ini. Saya tidak ingin menjadi jahat. Saya ingin masuk sorga.” Saat Allah Bapa mengawasi saya meminta, Dia berkata. “Baiklah, Aku menyertaimu.”

Saya tidak puas dengan jawabanNya. Dengan kesempatan ini, saya terus menerus menjerit untuk keselamatan keluarga saya. Saya mulai menjerit dengan sekuat kekuatan saya dan terjatuh keatas lantai marmer.

Karena tindakan saya, seketika, suasana di dalam ruang rahasia dipenuhi energy kesedihan. Tanpa henti saya menangis bertobat dan berdoa. “Allah Bapa! Tolong, saya minta kepadaMu. Bagaimana hasil keselamatan ibu dan saudara-saudara saya? Banyak anggota keluarga saya percaya dan melayaniMu. Mengapa hanya tiga atau empat yang selamat? Mengapa? Bagaimana dengan adik saya? Jika dia tidak selamat, alternatifnya adalah neraka…Tolong selamatkan dia. Tolong! Saya membesarkannya seperti milik saya sendiri. Tuhan! Allah Bapa!” Saya terus menjerit. Saat saya menjerit, saya terjatuh dan terguling-guling di lantai.

Saat saya terus berguling, jatuh dan menjerit, Bapa mulai menenangkan saya. “Baiklah! Baiklah! Pendeta Kim! Aku tahu mengapa engkau menjerit. Aku mengetahui hatimu dengan baik. Aku akan memberikan keluargamu sebuah kesempatan lagi. Karenanya, awasilah dengan teliti apa yang akan Aku tunjukkan kepadamu.”

 

* Ranting dan Daun Pohon Kehidupan bergerak-gerak

Didalam ruang rahasia, daun-daun dari pohon tertentu bergerak-gerak seakan hidup. Pohon itu tampak sangat sehat, segar dan hijau. Sangat tampak bagaimana pohon init erlihat begitu segar. Saya tidak tahu kalau yang saya lihat itu adalah Pohon Kehidupan. Ranting-ranting itu mulai bergerak keatas saya, tampak seperti sedum atau ranting pohon ivy. Sekali ranting itu meraih saya, mereka mulai menyentuh kepala dan tubuh saya. Saya menjadi geli dan terganggu. Allah Bapa, Yesus dan Musa melihat bagaimana saya bereaksi. Saya menangis dan tertekan karena keselamatan keluarga dan saudara-saudara saya dan sekarang digelitiki oleh pohon. Saya berkata, “Jenis pohon apakah ini? Mengapa begitu mengganggu saya? Mengapa menyentuh dan mengganggu saya?” Saat saya berbicara dan jengkel, saya meraih salah satu ranting, mematahkannya dan melemparkannya ke lantai.

Allah Bapa sangat terkejut dengan sikap saya yang tidak diharapkan dan berkata, “Oh, Pendeta Kim! Mengapa engkau melakukan hal ini? Mengapa! Aku hargai pohon ini dan ranting-rantingnya. Aku meninggikan dan menghormati pohon ini. Mengapa engkau melakukan hal seperti ini?” Untuk sesaat saya berpikir, “Ahhh! Ini pasti Pohon Kehidupan yang sangat dihormati dan dirawat Allah Bapa.” Saya kaget dan malu. Saya mundur kebelakang. KEmudian terjadi sesaat.

Bagaimana bis pohon itu bergerak menjengkelkan saya? Seketika saya menyesali perbuatan saya. Saya harus tanya Allah Bapa tentang pohon ini. Saya menunjukkan ketidaksabaran saya dan karakter jelek di ruang kudus di sorga.

Yesus menggumam kecewa. Insiden ini adalah karena ketidakpedulian saya. Dengan cepat saya jatuh berlutut dan terus meminta pengampunan.

Allah Bapa mengusap kegugupan saya. Dia mulai menjelaskan, “Pendeta Kim, dengarkan! Karena kesembronoanmu, beberapa daun jatuh dari Pohon Kehidupan. Semua pohon dan tanaan di ruangan ini sangan Aku sayangi. Namun, diantara semua tanaman hidu, Aku terlebih menghargai Pohon Kehidupan. Aku memeliharnya dengan seksama. Daun-daun Pohon Kehidupan itu melambangkan jiwa-jiwa manusia. Daun –daun yang kau jatuhkan di lantai itu melambangkan jiwa-jiwa manusia. Lihatlah!” Allah Bapa terus menjelaskan, saya sangat menyesali perbuatan saya. Dan saya kagum akan KebaikanNya.

Tanpa menghiraukan beberapa ranting yang kehilangan daunnya, pohon it uterus bergerak kearah saya dan seakan-akan sedang memberikan kesan akan sesuatu. Dia mencoba menyatakan sesuatu dengan menyentuh kepala, wahah dan bagian-bagian tubuh lainnya. Apa ini artinya? Tindakan pohon ini melambangkan apa? Saya sangat heran dan ingin tahu.

 

*Apakah Iman Anggota Keluarga saya murni?

Dengan kasih yang luarbiasa besar, Allah Bapa menyentuh saya dan berkata, “Baiklah, marilah kita lihat iman saudara-saudaramu, apakah itu murni atau tidak. Engkau terus-menerus bertanya dan engkau akan ditunjukkan iman mereka.” Saya sangat memperhatikan apa yang akan ditunjukkan. Hati saya berpacu tetapi saya masih ingin tahu. Daun-daun yang jatuh ke lantai itu mulai bergerak dan berubah. Daun-daun itu berubah menjadi saudara-saudara, keponakan laki-laki dan perempan. Saat menyaksikan hal ini, saya menjadi kaget dan seketika menjerit. Semua daun itu hanya tinggal tiga dan yang lainnya hilang satu demi satu. “Ah! Saudara-saudaraku! Adikku! Bagaimana ini bisa?” Saya merasa tidak punya harapan dan sekali lagi kemarahan saya bangkit. Dengan cepat saya menjatuhkan diri ke lantai marmer dan mulai menangis histeris. Dan sekali lagi, saya bergulingan di lantai.

 “Tuhan! Yesus! Allah Tritunggal! Bagaimana Engkau bisa melakukan ini pada saya? Lebih baik jika Engkau tidak menunjukkan ini pada saya! Untuk alasan apa Engkau bawa saya kesini ? Jika saya tidak melihat hal ini, saya masih dapat percaya bahwa mereka selamat. Mengapa Engkau melakukan ini?” Saya tidak mampu mengendalikan kesedihan saya dan saya menangis tanpa henti. Tidak tahu berapa lama saya meratap, akhirnya saya pingsan.

Kapanpun saya memberikan semangat pada saudara-saudara saya dan orang lain tentang iman mereka, saya selalu memberikan saran atau memberikan semangat denganc ara acuh tak acuh. Saya akan berkata: “Tetaplah setia.” Tetapi saya tidak bicara lebih dalam lagi karena saya lebih perduli pada perasaan mereka. Saya tidak ingin menginjak kaki mereka, dengan kata lain, kebanggaan mereka. Namun, setelah saya diperlihatkan sikap benar dari iman mereka baru-baru ini, saya benar-benar tersesat. Saya tidak tahu apa yang harus dilakukan dan saya benar-benar terkejut.

Allah Bapa dengan lembut mengusap punggung saya selagi saya pingsan. Ketika sadar, Dia berkata, “PEndeta Kim, berhentilah menangis sekarang. Engkau tahu benar bahwa ini adalah tempat dimana tidak ada kesedihan atau air mata. Tahukah engkau?” Tetapi sekali lagi, saya terus memohon keselamatan saudara-saudara saya. Dia katakana: Baiklah, baiklah. Berhentilah memohon dan lihatlah dosa-dosa tersembunyi saudara-saudaramu. Lihat dengan teliti.” Allah Bapa menunjukkan saya gambar yang jelas. Terlebih lagi Doa berkata, “Saudara-saudaramu sudah bertobat. Tetapi nyatanya mereka tidak berbuat pertobatan. Mereka bertobat tanpa bukti. Tidak ada hati yang hancur, tidak ada ketulusan!” Dengan sedih, saya bertanya, “Bapa. tetapi tolong belas kasihMu atas mereka. Tolong berbelas kasihan kepada mereka.”

 “Sungguh, beginilah firman TUHAN: Penyakitmu sangat payah, lukamu tidak tersembuhkan! Tidak ada yang membela hakmu, tiada ada obat untuk bisul, kesembuhan tidak ada bagimu.” (Yer 30:12-13)

“Betapa liciknya hati, lebih licik daripada segala sesuatu, hatinya sudah membatu: siapakah yang dapat mengetahuinya? Aku, TUHAN, yang menyelidiki hati, yang menguji batin, untuk member balasan kepada setiap orang setimpal dengan tingkah langkahnya, setimpal dengna hasil perbuatannya.” (Yer 17:9-10)

Saya tidak tahu berapa banyak saya memohon. Saya merasa seakan memohon untuk selamanya. Saya terjatuh dan berguling-guling di lantai penuh airmata. Wajah dan hidung saya dipenuhi ingus. Allah Bapa akhirnya berjanji bahwa Dia akan mengawasi dan menyertai saya. “BAiklah, Aku mengerti hatimu! Aku thau betapa engkau perduli pada saudara-saudaramu. Aku akan menjawab doa-doamu. Tetapi Aku memandang rendah cara dan iman agamawi mereka. Aku sangat membencinya.” Allah Bapa berjanji bahwa Dia akan menyelamatkan saudara-saudara saya dan keluarga mereka…Namun, dengan satu syarat. Mereka harus menerima kesempatan dalam iman. Saya bersyukur kepada Allah Bapa dengan suara yang dapat didengar dan kemudian menyembahNya dengan menangis. Beberapa waktu berlalu, saya memperhatikan dinding transparan diseberang ruangan. Didalam dinding transparan itu, ada nyala Api Kudus. Saya dapat merasakan panasnya dari tempat saya berdiri. Sangat panas, tubuh saya seperti terbakar. Saat melihatnya, Allah Bapa berkata. “Pendeta Kim! Engkau akan segera memasuki ruangan itu. Karenanya, persiapkan dirimu sendiri dengan doa yang cukup. Engkau harus serius mempersiapkan dirimu sendiri, baik fisik maupun rohani. Apakah kau mengerti?” Tanpa ragu, saya menjawab dengan keras: “Amin!”

Karena Allah Bapa secara pribadi berbicara dengans aya, saya mengulang pembelaan saya. ‘Saya harus melalui ruangan itu sampai ujunganya.’ KEmudian saya bertanya. “Apakah ada terowongan api lain atau ruangan nyala Api di sorga?” Jawab Bapa. “Ya, ada banyak ruangan seperti itu! Pendeta Kim, kau harus masuk ruangan nyala Api Kudus dan kemudian ruangan Nyala Api Kudus lainnya dan seterusnya. Ruangan pertama yang kamu masuki akan sedikit panas dan akan menjadi lebih panas saat kau melewati setiap ruangan. Aku akan mencurahkan semua kuasaKu kepadamu. Jangalah kamu sombong atau bangga. Tak terhitung hamba-hambaKu menjadi sangat sombong karena kuasa yang Kuberikan. Hasilnya, banyak dari mereka berakhir di neraka. Aku sangat sedih! Pendeta Kim, kau harus lebih merendahkan diri dari sebelumnya. Saat mujizat-mujizat dan kuasa bermanifestasi dan meningkat dramatis, orang-orang akan memujamu. KArenanya, kau harus lebih berhati-hati dari sebelumnya. Berhati-haitlah dengan kuasa roh yang kau terima.

Saya tidak tahu mengapa Tuhan memberikan saya tugas yang sangat besar dan karunia kepada hambanya yang lemah dan tidak kompeten ini. Saya tidak berpikir bahwa saya dapat mengendalikan tanggung jawab ini. Sebelum segala sesuatu terjadi, saya sudah cemas terlebih dahulu. Saya tidak boleh sombong dan angkuh. Saat pikiran-pikiran itu memenuhi otak saya, Allah Bapa berkata sambil mengusap punggung saya. “Pendeta Kim! Untuk memperingati kunjunganmu ke ruang rahasia, sekarang kau harus mengunjungi neraka untuk mengamati apa yang perlu kau amati!”

Saya sangat kaget dengan perintah Allah Bapa. “Allah Bapa! Saya tidak dapat mengunjungi neraka. Saya tidak bisa mengendalikannya. Penampilan fisik saya bukanlah seperti yang tampak. Saya laki-laki yang lemah. Saya takut untuk pergi. Nyatanya, saya tidak ingin pergi!” Allah Bapa tertawa dengan keras dan berkata, “Baiklah! Imanmu yang terakhir suidah cukup untuk mengendalikan situasinya.” Tetapi dengan kokoh saya bertahan dan berkata dengan nada keras. “Tuhan! Tidak! Saya sangat takut.” Saat Yesus meletakkan tanganNya diatas saya dan berdoa, Dia berkata, “Aku akan berikanmu semua kuasa.” Bahkan dengan kata-kata yang mendorong, say amasih bertahan sampai akhir. Hasilnya, saya tidak mengunjungi neraka.

Allah Bapa dan Yesus berkata, “Pendeta Kim! Sekarang apakah kau percaya semua yang Aku perlihatkan kepadamu? Mulai sekarang engkau tidak perlu lagi menahan diri dari menuliskan semua hal yang Aku tunjukkan kepadamu, hal-hal yang sudah dan akan Aku tunjukkan kepadamu di sorga, neraka dan identitas iblis. Kau harus memenuhi tugasmu; banya jiwa yang dipertaruhkan. Mereka harus percaya dengan benar dan layak padaKu. Jika kau melakukan apa yang Aku perintahkan, berkat-berkat tak terbayangkan akan Aku karuniakan kepadamu. Taat sampai akhir!”

Allah Bapa dan Yesus secara bergantian mengusap saya. Untuk beberapa alasa, saya diberikan kasih karunia khusus. Saya hanya mempertimbangkan diri saya sebagai seorang pendosa dan hamba yang bodoh. Keaungan Allah Bapa sangat tidak terbayangkan. sangat sulit untuk menggambarkan dengan mata fisik atau pikiran yang tetap. Dalam cara yang istimewa, Allah Bapa berhubungan dengan saya yang seorang pendosa. Bagaimana saya bisa menyatakannya dalam kata-kata manusia, berbagai pengalaman dengan Allah Maha Kuasa? Sangatlah tidak mungkin untuk menggambarkan, menulis atau mendefinisikan Tuhan dalam konteks manusia alam apa yang perlu saya nyatakan tentang Dia.

Tuhan memerintahkan saya untuk menjaga ruangan ini sebagai rahasia dan tidak membukanya kepada siapapun. Kemudian saya menemukan bahwa ruang rahasia ini adalah ruang kudus sorgawi. Saya sangat tidak perduli dengan tempat ini. Beberapa bulan kemudian Tuhan menjelaskan kepada saya betapa pentingnya ruang itu. Kemudian dia memerintahkan untuk menyingkapkan informasi ini ke orang banyak. Yang berjudul “Ruangan Rahasia.” Kemudian saya mulai menulis buku ketiga tentang ruangan rahasia.

Saya keluar dari ruangan kudus dan berdiri didepan tahta Allah Bapa selama beberapa saat. Saat saya berdiri didepan tahta Tuhan, saya melihat dan memperhatikan planet dan galaksi. Saat Allah Bapa duduk di tahtaNya, tidak ada tempat dimana Dia tidak bisa menjangkau; baik sorga, galaksi, ruang angkasa ataupun bumi. Tampaknya semuanya ciptaan alam semesat ada dibawah kaki Allah Bapa.

 “Tetapi sekarang, beginilah firman TUHAN yang menciptakan engkau, hai Yakub, yang membentuk engkau, hai Israel: “Jangalah takut, sebab Aku telah menenus engkau, Aku telah memanggil engkau dengan namamu, engkau ini kepunyaanKu. Apabila engkau menyeberang melalui air, Aku akan menyertai engkau, atau melalui sungai-sungai, engkau tidak akan akan dihanyutkan; apabila engkau berjalan melalui api, engkau tidak akan dihanguskan, dan nyala api tidak akan membakar engkau . Sebab Akulah TUHAN, Allahmu, Yang Mahakudus, Allah Israel, Juruselamatmu. Aku menebus engkau dengan Mesir dan memberikan Etiopia dan Syeba sebagai gantimu”. (Yes 43: 1-3)

Allah Bapa menunjuk dan memanggil seseorang seperti saya. Sedangkan saya seorang yang penuh keraguan dalam segala hal. Saya sangat bersyukur Dia sudah memanggil saya, tetapi say amenjadi sangat gugup. Sejak saya menyaksikan dan mengalami situasi keselamatan keluarga saya, saya tidak lagi mempertanyakannya. Mengesampingkan  dosa, kekasaran dan sikap mengeluh saya, Dia dengan lembut menunjukkan dan menjelasakan sampai saya mengerti. Jalan-jalan Tuhan sangat tinggi. Karena tingkat pemahaman saya, Dia harus mengilustrasikannya dalam suatu cara dimana saya mampu menyadarinya. saya tidak akan pernah melupakan pertemuan dengan Allah Tritunggal di ruangan kudus sorgawi. Semuanya selalu tercetak dalam ingatan saya dan akan menjadi kesan dan kegirangan bagi saya.

 

* Mrs. Kang, Hyun-Ja – Mengganggu Tuhan

Ny. Kang, Hyun-Ja: Sister Baek, Bong-Nyu sekali lagi harus masuk rumah sakit karena sakit punggungnya. Yesus menyertai saya saat mengunjungi Sister Baek. Tuhan berjalan didepan saya saat kami memasuki rumah sakit. Saat kami tiba, kami duduk diatas ranjangnya dan mulai berbicara. Saya meminta pada Tuhan dengna kuat. “Tuhan! Rumah Pendeta berlokasi di salah satu lokasi terbaik di sorga. Mengapa rumah saya begitu jauh dari rumahnya? Tuhan! Dapatkah Engkau memindahkan di lokasi yang enak di sorga?” Jawab Yesus, “Kau harus mendapatkan upahmu supaya rumahmu berlokasi disana.” Sister Baek Bong Nyu tertawa dan berkata, “Ny. Kang, Hyun-Ja, rumahmu sudah begitu tinggi, apalagi yang kau inginkan?” Tuhan menaikkan alis mataNya dan berkata, “Orang Kudus Bong Nyu, jangan mulai dengna mempelaiKu Kang, Hyun-Ja1 Setelah Aku mengaruniakannya karunia nubuat dan terbuka rohnya, dia selalu bertanya banyak pertanyaan dan permintaan sepanjang hari. Saya tidak tahu apa yang harus dilakukan padany!” Kemudian kami semua tertawa. Sister Baek, Bong- Nyu bertanya mengapa saya begitu ingin tahu sehingga bertanya kepada Tuhan sepanjang hari. Kemudian kata Tuhan, “Itulah yang Aku katakana!”

Kemudian saya bertanya yang lain lagi: “Yesus kekasihKu! Terakhir kali engkau berkata bahwa orang-orang kudus di sorga dapat turun ke bumi. Apakah ini benar? Mungkinkah? Apakah ada ayat-ayat yang mendukungnya? Saya tahu bahwa malaikat-malaikat sorga turun ke bumi untuk melindungi orang-orang kudus. Jika saya mengingat dengan benar, ada ayat-ayat yang mendukung di Alkitab. Jiwa-jiwa yang sudah mati kembali ke bumi? Apakah itu  mungkin?”

Kata Yesus, “apakah yang mustahil bagiKu? Namun, jiwa-jiwa yang sudah pergi ke neraka tidak bisa lagi kembali ke bumi. Sekali seseorang masuk neraka, itu sudah akhir. Jika Aku ijinkan, jiwa-jiwa di sorga dapat turun berkunjung ke bumi. Allah Bapa mengawasi kunjungan itu.

Sister Baek, Bong-Nyu dan saya meminta, “Tuhan! Dapatkah Engkau membawa orang-orang dalam Alkitan dari sorga sekaran?” Kata Tuhan, “Belum saatnya! Aku menghargai orang-orang kudus dari Gereja Tuhan. Hari-hari ini, Aku membicarakan hal ini dengan mereka sepanjang waktu. Orang-orang kudus dari Gereja Tuhan tekun berdoa dan menyembah Tuhan dalam cara yang khusus. Jiwa-jiwa di sorga ingin melihat dan bertemu orang-orang kudus dari Gereja Tuhan. Mereka meminta aku jika Aku dapat membawa mereka bersamaKu kapanpun Aku mengunjungi gereja ini. Di sorgam jiwa-jiwa hanya mambu melihat Gereja Tuhan dari layar besar rekaman kamera video yang direkam para malaikat. Penyembahan dan kebaktianmu sangat menyenangkan Tuhan. Gereja Tuhan berada di puncak berita.”

Saya bertanya kepada Tuhan. “Yesus! Apakah Engkau mempublikasikan kami?” Jawab Tuhan, “Tentu saja, Aku publikasikan secara pribadi. Inilah mengapa semua jiwa-jiwa di sorga ingin mengenalmu. Mereka sangat berminat.”

Sekali lagi saya menyebutkan subyek memindahkan rumah saya di lingkungan terbaik di sorga. Saat saya meminta, Tuhan menjawab. “Mulai mala mini, engkau harus menyenangkan Aku. Mulailah membuat pengakuan akan cintamu padaKu dan senangkanlah Aku. Dapatkah engkau melakukannya?”

Dengan sikap tubuh menyenangkan, say amenjawab “ya” padaNya dengan suara yang lembut. Kata Yesus, “Saint Kang, Hyun-Ja, semua yang kau thau hanyalah Aku! Jika kau hanya mencintaiKu, bagaimana dengan Pendeta Kim? Kemudian Tuhan tertawa. Tuhan memindahkan rumah saya ke lingkungan terbaik di sorga. Mungkin, ini karena iman saya dan permohonan yang terus menerus. Dengan hanya satu perintah, Tuhan sudah memindahkan rumah saya. Karenanya, saya putuskan untuk meminta yang lebih lagi. Saya meinta semua rumah dari jemaat Gereja Tuhan dipindahkan juga ke lingkungan terbaik di sorga. Namun, Tuhan menginginkan mereka meraih upah dan terus berdoa.

 

Sister Baek Bong Nyu: * Roh-roh jahat diprovokasi

Punggung saya sangat sakit dan saya putuskan untuk mengeceknya di rumah sakit. Dengan terapi fisik sekali sehari, nyeri itu semakin bisa dikendalikan. PEndeta dan Ny. Kang, Hyun-Ja mengunjungi saya selagi di rumah sakit. Dengan mata roh, saya mampu melihat Tuhan Yesus dan Roh Kudus menyertai mereka. Begitu Tuhan muncul, semua roh jahat pergi dari ruangan.

Pendeta dan isterinya menghibur saya. Tuhan menganggap isteri pendeta adalah tunanganNya dan Dia memperlakukannya dengna baik. Saya sangat iri dengan perlakuan istimewa yang diterimanya dari Tuhan. Ny Kang, Hyun-Ja selalu menyatakan cintanya pada Yesus. Tuhan menyenangi pernyataan cintanya. Dia bahkan tidak perduli jika orang di rumah sakit melihat bagaimana dia bertindak untuk Yesus. Dia akan selalu menunjukkan cintanya pada Yesus kapanpun.

Saat Pendeta menyembah dan memuji, dia melihat sekitar jika orang lain sedang melihatnya. Kemudian dia mulai menari dengan cara yang lucu. Istrinya mulai mengikuti saat dia menari, tetapi dia menari dalam Roh Kudus. Yesus menirukan tarian pendceta. Ketika Yesus tertawa, itu sangat keras. Kapanpun Yesus tertawa keras, saya berpikir: ‘Tuhan adalah Roh. Bagaimana bisa Roh yang adalah Tuhan beigut keras tertawa seperti manusia?” Saya menyadari bahwa Allah Bapa, Yesus dan Roh Kudus juga sama seperti kita. Allah Tritunggal dapat mengekspresikan sukacita maupun kesedihanNya.

 

*Tuhan mengatakan bahwa kita diciptakan segambaran denganNya

Masa-masa sukacita hanya berlangsung beberapa waktu. Ketika pendeta dan isterinya pulang, roh-roh jahat itu tiba-tiba kembali. Ada tujuh tempat tidur dalam satu ruangan. Wanita-wanita tua yang sakit menghuni tiap tempat tidur. Satu roh jahat akan berdiri dan menempati setiap kepala tempat tidur. Mereka akan tertawa tawa saat memandang sekeliling dengan padnangan jahatnya. “Hei! Kau mungkin akan masuk sorga tetapi orang-orang ini akan masuk neraka bersamaku. Aku harap bahawa aku sudah memprovokasimu. Injili sebaik yang kau bisa, itu akan sangat sulit. Hehehehe!” Roh-roh jahat tampak seperti yang saya lihat di film-film horror televise. Mereka adalah roh-roh jahat yang menjemput jiwa-jiwa yang terhukum. Sangat mengerikan dan tubuhnya dipenuhi dengan benjolan-benjolan.

Karena saya berada di rumah sakit, saya tidak diijinkan berteriak atau bersuara keras. Karenanya, say aberdoa dalam bahasa roh. Kapanpun saya melihat orang tidak percaya, saya dapat melihat tubuh mereka dipenuhi dengan roh jahat. Diantara kelompok roh-roh jahat itu, satu yang mengantarkan jiwa-jiwa tidak percaya ke neraka. Mereka adalah yang menyebabkan buta rohani untuk penginjilan. Mereka juga mengatur orang-orang tak percaya untuk mati dalam kecelakaan dan menariknya ke neraka. Orang-orang percaya lain yang memiliki mata roh seperti saya dapat jelas melihat kejadian-kejadian ini.

 

===== March 25, 2005 (Friday) =====

Sermon scripture: “Ketika mereka membawa Yesus, mereka menahan seorang yang bernama Simon dari Kirene, yang baru datang dari luar kota, lalu diletakkan salib itu diatas bahunya, supaya dipikulnya sambil mengikuti Yesus..” (Luk 23:26)

 

Kim Joseph: *Peristiwa penderitaan Yesus dan diulang Kembali

Mala mini, kami mengingat lagi penderitaan Tuhan kami, Yesus. Yesus memikul salib dan berjalan menuju ke Golgota. Dia mati diatas kayu salib dan mencurahkan darahNya unutk kita. Mengingat Yesus di salib, anggota jemaat gereka dan saya mendengarkan khobah.

Pendeta berkhotbah tentang Simon Kirene yang sedang berkunjung dari luar daerah dan bagaimana dia mengawasi dan kemudian mengambil salib Tuhan. Di tengah-tengah khotbah, Pendeta terus berbicara dan saya melihat visi. Saya melihat banyak orang dan saya mendengar suara-suara keras. Saya melihat Yesus berdiri ditengah-tengah kerumunan dan Dia memakai mahkota duri. Tuhan mengeluarkan darah dari seluruh tubuhNya terus menerus.

Kejadian jelas itu tampak jelas dimata saya, seakan-akan saya sedang melihat film. Saya memperhatikan bahwa saya berdiri di tengah-tengah kerumunan. Tuhan melihat pada saya dan mata kami bertemu. Beberapa hari yang lalu saat minggu mengenang penderitaan Tuhan dimulai, saya focus berdoa. Saya berdoa supaya seperti Simon dan mengambil salib itu. Saya berdoa untuk mengalami membawa salib yang berat dan mengalami sakitnya.

Yesus ada didepan saya, begitu dipukuli sehingga luka-lukaMua dalam dan ada di setiap bagian tubuhNya. Dia terus menerus mengeluarkan darah tanpa henti. Darah itu mengucur diatas tanah dan membentuk genangan-genangan kecil. Saya berlari dengan histeris di sekeliling kerumunan dan berteriak, “Mengapa kalian melakukan ini> Tolongan jangan pukul Yesus saya. Hentikan.” Saya terus berteriak untuk membujuk orang-orang dari menyiksa dan memukuli Yesus. Tetapi mereka tidak perduli, mereka terus memukuli Tuhan dan menemukan kesenangan.

Yang paling buruk adalah ketika orang-orang meludahi seakan-akan menghina Yesus. Mereka meludah, lendir pekat pada Tuhan. Wajah dan rambut Tuhan dipenuhi dengan ludah dan lender. Saat saya mendekati Yesus, saya mencoba mendukungNya saat Dia di tanah. Tuhan meraih saya dengan tanganNya yang berlumuran darah. Dia melihat dan berkata, “Oh, kau Yoseph! Aku sedang menderita. Orang-orang menghina dan mengejekku. Itu semua untukmu! Ikutlah Aku dan berfokuslah hanya padaKu.”

Saat Tuhan berdiri, mengambil salib, Dia berkata, “Orang-orang kudus di Gereja Tuhan, ikutlah Aku, sekarang ikutlah Aku!” Saat Yesus memerintahkan, Pendeta berhenti berkhotbah dan turun dari altar. Kami semua berbaris. Saat Yesus memikul salibNya di atas pundah, Dia berjalan didepan barisan dan berkata, “Gereja Tuhan, kawananKu! Fokuslah padaKu, fokuskanlah matamu saat mengikutKu. Ketika kau melihat Aku jatuh saat membawa salib ini, kau harus benar-benar bertobat ditempat dimana Aku jatuh! Aku menciptakan kejadian ini terutama untukmu.” Sekali Dia mengatakan pernyataanNya, Dia mulai berjalan dan memikul salibNya.

Sekarang Tuhan berjalan diantara kursi-kursi gereja dan disekitar gereja. Dengan mata roh, saya dapat jelas melihat kejadian itu. Kejadian itu berlanjut, satu demi satu. Saya mengikut dibelakang Yesus dan Pendeta dibelakang saya. Ny. Kang, Hyun-Ja, Sister Baek, Bong-Nyu, Diakones Shin mengikuti di belakang. Kami terus mengikuti Yesus. Kami semua menangis. Saat Yesus memikul salib, Dia terjatuh beberapa kali saat Dia lemah karena beratnya salib dan pukulan-pukulan yang diterima. Anggota-anggota gereja yang sudah terbuka mata rohnya menyaksikan seluruh kejadian penderitaan Tuhan saat kami mengikutiNya.

 

Terjatuh 14 kali

Dengan salib di punggungNya, Tuhan berjalan dan terjatuh, Kami seketika berlutut dan bertobat dengan berurai air mata ditempat-tempat dimana Yesus jatuh. Kami benar-benar bertobat. Tuhan begitu banyak menanggung kesulitan saat Dia bangun. Sekali lagi, Tuhan mengangkat salib, memanggulnya dan mulai melangkah. Tuhan berjalan sempoyongan dan bergoyang saat terus melangkah. Dia berjalan setapak demi setapak. Berjalan dibelakang Tuhan dan memperhatikan kejadian itu dengan jelas, saya tidak mampu menahan rasa sakit dalam hati saya. Saat melihat ke langit dank e tanah, saya menjerit sekuatnya.

Saya bertobat sepenuh hati. Terlebih lagi, semua jemaat juga bertobat sungguh-sungguh. Tuhan terus menerus terjatuh dan bangun selama perjalananNya ke Golgota. Tuhan hanya mampu berjalan beberapa langkah sebelum Dia terjatuh lagi. Kapanpun Tuhan akan jatuh, prajurit Roma ada disana untuk mencambuki Yesus tanpa ampun. tuhan mengerang kesakitakan saat darah mengucur dari tubuhNya. Noda-noda darah di tanah tampak jelas. Suara-suara dari orang-orang jahat sangat riuh dan hiruk pikuk. Suara itu mengganggu pendengaran saya. Orang-orang terlihat seakan-akan menikmati penderitaan Yesus. Dengan mata fisik, seseorang hanya dapat melihat jemaat berjalan berkeliling didalam gereja. Dengan mata roh, kami menyaksikan Tuhan dicambuki dan disiksa selama perjalananNya. Emosi saya meledak, saya tidak dapat lagi melihat dengan berdiam diri. “Hei! Kalian orang-orang jahat! Jangan lakukan itu! Mengapa kalian menyiksa Tuhan? Mengapa?” Bujukan saya lenyap dengan suara-suara keriuhan. Tuhan terus jatuh dan bangun. Saat kami melihatNya, Tuhan jatuh selama 14 kali. Dia setiap tempat, kami bertobat dengan berurai airmata. Waktu berjalan 3 – 4 jam. Yesus semakin keras mengerang. Kali ini Tuhan terlihat akan-akan tidak akan bangun kali. Dengan keras saya berteriak, “Pendeta, Kakak, Adik! Yesus jatuh dan tampaknya Dia tidak akan bangun. Apa yang harus saya lakukan?”

 

*Yoseph Memikul Salib Yesus

Belas kasih memenuhi hati saya saat saya melihat Tuhan jatuh ke tanah. Saya ingin menolong Tuhan. Dan saat saya mencoba menolongNya, seorang prajurit Roma menggunakan jari telunjuknya menunjuk saya. “Hei! Kamu! Kesini!” Ketika prajurit Roma itu berteriak, tiba-tiba saya ketakutan. Saya sangat terkejut. Saya pikir jantung saya berhenti berdetak. Saya berpikir bahwa ini hanya sebuah visi. Ini bukanlah situasi yang nyata. Saya ragu-ragu dan memutuskan untuk tidak menjawab perintah prajurit Roma itu. Kemudian prajurit Roma itu menarik pedangnya dan berlari kearah saya. Saya bertahan, melawan dan menendang. “Ah! Apa yang kau lakukan?” Ujung pedang Prajurit Roma itu menyentuh leher saya dan dia mengancam. “Kau pikul salib itu sekarang! Jika tidak aku akan memenggalmu! Pikul salib itu sekarang!”

Saya pikir, “Bagaimana bisa ini terjadi?” Saya sangat bingung dan ketakutan. Saya menjelaskan apa yang sedang terjadi kepada ayah saya, pendeta. Pendeta menyuruh saya untuk mentaati perintah Yesus.

Khotbah mala mini tentang Simon dari Kirene yang memikul salib Yesus. seperti Simon, saya harus memikul salib dan mengikuti Yesus. Saya terancam dipenggal kepala jika saya membuat kesalahan. Saya berdoa untuk kesempatan seperti Simon memikul salib untuk Tuhan. Saya tidak pernah mengharapkan ini akan menjadi kenyataan, tidak di mimpi sekalipun.

Saya tidak mengharapkan doa saya dijawab begitu cepat. Saya kagum dan terkejut dan tidak tahu bagaimana bertindak. Saat peristiwa itu dibuka di mata saya, saya tidak berani untuk memikul salib. Tetapi sekarang situasinya tidak bisa dihindari, saya harus memikul salib Yesus. Berat salib itu tidak terbayangkan. Amat sangat berat. saya mulai dapat melihat Golgota dari kejauhan dan masih cukup jauh.

Saat saya memikul salib, pundak kanan saya mulai bengkak. Saya kesakitan, tidak tahu apa yang harus dilakukan. sampai titik ini, saya tidak menyadai betapa berat beban salib itu. Memikulnya membutuhkan banyak kekuatan dan tenaga. Menyadai hal ini, saya menangis dan bertobat. Memikul salib yang sangat berat itu begitu menyakitkan.

Pada malam yang sama, setelah reli doa kami, saya memeriksa pundak kanan saya begitu sampai di rumah. Pundak kanan saya bengkak dan merah. Saya menjadi sakit, tubuh saya kesakitan. Saya hampir bolos sekolah karena sakitnya. Pad apagi hari, ibu saya mengoleskan minyak untuk meredakan bengkak di pundak saya. Namun, rasa nyerinya begitu kuat dan tidak lenyap dan itu terus berlangsung sampai beberapa hari.

Selagi saya berdoa, Yesus datang dan berkata,” KekasihKu Yoseph! Aku sudah mengambil dan memikul salib itu. Amat sangat sulit, bukan? Untuk kalian semua, Aku sudah curahkan darahKu dan air untuk mati di kayu salib. Karenanya, Yoseph, ketika kau menghadapi situasi yang sulit atau berat, ingatlah Aku selalu. Jangan lupa! Jika kau ingatm tidak perduli betapa sulitnya situasi itu, kau akan dapat bertahan. Apakah kau mengerti?”

 “Ya, Tuhan! Terima kasih. Kehormatan bagi saya untuk memikul salib itu. Terimakasih sudah memberikan saya kesempatan memikulnya.” Tuhan dengan lembut menyentuh pundak saya yang bengkak, Dia berkata, “Di masa yang akan datang, kau akan menjadi hambaKu dan Aku akan menggunakanmu sampai ke seluruh dunia. Kau akan menerima kuasa yang besar. Karenanya tetaplah rendah hati dan cepatlah mentaati, bahkan sampai akhir.”

 

Kim, Joo-Eun: *Paling sedikit Penduduk di Sorga

Ibu meminta saya keluar untuk mencari tahu tempat seperti apa di sorga yang ditempati kakek dan nenek. Saya akan menanyakannya pada Tuha, Nenek kandung dari ibu saya ini menerima Tuhan sebagai Juru Selamat dan Raja tepat sebelum mereka meninggal. Karenanya, mereka berada di sorga. Mereka tidak banyak berbuat untuk Tuhan, karenanya mereka tinggal di tempat di tepian sorga sekarang ini. Tempat dimana mereka tinggal di sorga dengan rumah yang dibangun terbagi-bagi. Semuanya satu tingkat dan semuanya tampak sama.

Yesus mengatakan bahwa Dia membangun rumah untuk nenek saya satu tingkat saja, satu tingkat diatasnya setelah Dia melihatnyanya meninginjili beberapa orang di tama selama beberapa hari. Ini terjadi tepat sebelum dia meninggal. Saya sudah mengunjungi sorga dan pergi kesana untuk memeriksa nenek.

Di sorga, menerima kasih Tuhan merupakan sukacita terbesar yang dapat dialami orang kudus manapun. Ini adalah kebahagiaan terbesar. Dia sorga, nenek tidak menerima kepenuhan yang sempurna dari Tuhan, tetapi mereka dihormati dan sangat bahagia hanya dengan berada di sorga. Bagian dari upah kita adalah untuk menerima kepenuhan dari kasih Tuhan. Kakek nenek sangat dekat menuju neraka dan hari-hari terakhir mereka berbeda. Di sorga, mereka tampak sangat muda dan berubah menjadi sangat cantik dan tampan. Terlihat luarbiasa!

Akhir-akhir ini, pembicaraan di sorga mengenai Gereja Tuhan. Pembicaraan itu terdengar sampai dimanapun. Saat saya tiba di sorga untuk menemui kakek nenek saya, para tetanggal yang dekat dengan rumah kakek nenek saya berkumpul dan mengamati saya.

Saya merasa seperti seorang bintang. Saya kaget dan bahagia. Saya tidak tahu apa yang harus dilakukan.

 “Kakek nenek yang kudus! Apakah kau mengenali siapa saya?” Mereka menjawab, “TEntu saja, kami mengenalmu. Tidak ada orang kudus di sorga yang tidak mengenal orang-orang kudus dari Gereja tuhan. Yesus kekasih kami berbicara tentang Gereja Tuhan setiap harinya. Kami mendengar kabar tentangmu setiap hari. Yesus sangat senang. Kebaktian di Gereja Tuhan sangat tidak biasa dan Tuhan mengatakannya ke seluruh penjuru sorga bagaimana kebaktian di gerejamu menyenangkan dan penuh sukacita. Tetapi tolong berhenti memanggil kami kakek nenek. Panggil kami orang kudus. Ini kehormatan, engkau mengunjungi kamu.” Mereka sangat rendah hati.

Saya bertanya, “Kau mengenal ibuku kan? Orang kudus Kang, Hyun Ja? Dia meminta saya untuk mengunjungi sorga dan memeriksa serta bertemu denganmu. Orang kudus, sudah lebih 2 tahun sejak kau meninggal dunia. Apakah Yesus sering mengunjungimu?” Jawab mereka, “Kami sering melihat Yesus dari jauh. Tetapi Yesus tidak pernah mengunjungi kami secara pribadi.” Saya bertanya mengapa. Mereka katakana bahwa ini karena mereka tidak pernah benar-benar melakukan pekerjaan Tuhan di dunia. Nyatanya, mereka ada di sorga, karena mereka menerima Tuhan sebagai Juru Selamat dan Raja tepat sebelum mereka meninggal dunia. Karenanya, mereka tidak menerima perhatian istimewa dan kasih dari Tuhan. Mereka mengatakan bahwa mereka adalah warga Negara yang biasa-biasa saja di sorga.

Mereka berkata, “Saat ka uterus melakukan pekerjaan Tuhan, sebanyak yang kau bisa. Rumah dan upahmu akan diperbesar tergantung pekerjaanmu untuk Dia. Orang Kudus Joo-Eun! Lakukan pekerjaan Tuhan sebanyak yang kau bisa. Seseorang yang menerima begitu banyak cinta dari Tuhan jika dia memiliki rumah yang tinggi. Semakin tinggi rumahnya, semakin banyak kasih yang mereka terima. Kau dan orang-orang kudus di Gereja Tuhan pasti sangat bahagia, diberkati.” Saat mereka berbicara, mereka berbicara dengan lemah. Dan mereka katakana bahwa sorga adalah tempat yang luarbiasa dan mereka sangat mencintainya. Kapanpun saya bertanya atau ingin mendiskusikan sesuatu hal tentang mereka di dunia, mereka melambaikan tangan dan mengatakan tidak ingin mendiskusikan atau memikirkannya lagi. Saya hanya ingin tahu.

Saya berkata, “Kakek nenek Kudus! Jika demikian, apakah kau mau memintakan permintaan khusus dari Yesus, terutama Dia untuk sering mengunjungimu?” Ketika saya berkata demikian, mereka melompat naik turun dan menari dengan sukacita. “apa? Benarkah? Ah! Itu akan menjadi hal yang baik! Kita tidak menginginkan apapun lagi.” Saya meminta kepada Yesus: “Yesus kekasihku! Dapatkah Kau mengunjungi rumah kakek nenek saya?” Tuhan terdiam. Ketika saya mengulanginya lagi dan membujuk permintaan it uterus menerus, Dia menjawab dan berkata bahwa Dia akan melakukannya. Kedua nenek saya sangat bersukacita. Mereka sangat terkejut dan dengan penuh hirmat membungkukkan badan didepan Yesus.

Saya katakana kepada Yesus. “Tuhan, Saya akan tanyakan kepada nenek-nenek saya apakah KAU mengunjungi mereka atau tidak.” Tuhan tertawa dan berkata, “Baiklah, kau memiliki kegigihan yang sama dengan ibumu. “ Say amenjawab, “Betul Tuhan! Ibu mendidik saya seperti itu dan dia memberikan saya misi rahasia yang akan saya minta kepadaMU.” Tuhan dan saya tertawa keras.

Jiwa-jiwa lain dari lingkungan tetangga nenek saya datang dan menyaksikan Tuhan  mengunjungi nenek-nenek saya. Mereka merasa iri. Dengan sukacita,saya katakana kepada nenek-nenek saya, “Orang-orang kudus! Saya akan minta Tuhan untuk mengunjungi kalian lebih sering lagi.” Kedua nenek saya melompat kegiarangan ketika mendengar itu.

 

=====  April 10, 2005 (Sunday Evening) =====

 Semua telah diserahkan kepadaKu oleh BapaKu dan tidak seorangpun mengenal Anak selain Bapa  dan tidak seorangpun mengenal Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakannya.”  (Mat 11:27)

 

Kim, Joo-Eun: *Berenang dalam LAutan Kristal yang Jernih

Yesus memanggil saya dengan nama panggilan. “Muka Bintik, maukah kau pergi ke sorga?” Dengan spontan saya menjawab, “Ya, Tuhan.” Saat saya memegang tangan Tuhan, kami sudah tiba di pintu gerbang Sorga. Para Malaikat Penjaga membuka lebar pintu gerbang Sorga saat melihat kami mendekat mereka. Tuhan membawa saya ke lautan Kristal yang jernih. Sekarang saya menyaksikan apa yang saya hanya dengar dari orang. Lautan itu bersinar seperti berlian. Saya melihat Sister Yoo-Kyung yang datang sebelumnya, menciprat dan berenang di lautan. Dia bersenang-senang dengan Yeh Jee. Yeh Jee adalah anak dari diakones Shin. Saya menyenangi air tetapi saya tidak tahu bagaimana cara berenang.

Awalnya, saya sedikit takut memasuki lautan Kristal yang jernih ini. Itu hal yang sangat baru bagi saya. Tuhan memperhatikan dan berkata, “Muka Bintik! Jangan takut. Lihatlah Yeh Jee dan Yoo Kyung. Mereka berenang dengan baik, kan? Jangan kuatir. Maukah kau berenang bersamaKU? Cepatlah.” Tuhan memegang tangan saya, dan entah bagaimana ketakutan saya mulai menghilang. Tetapi saya masih sedikit takut.

Saya lebih percaya diri saat Tuhan mulai mengajar bagaimana cara berenang. Dengan perlahan saya mempelajarinya dan saya merasa luarbiasa. Saya dorong lengan kiri saya dan kemudian lengan kanan saya untuk berenang maju. Tuhan memegang kedua tangan saya. Saat saya meraih tanganNya dengan kuat, saya mengayuh kedua kaki saya. Saya bermain, mengayuh dan airnya bercipratan. Tuhan memuji saya. “Baiklah! Kau luarbiasa! Bagus!” Selagi saya berenang bersama Tuhan, Yoo-Kyung dan Yeh Jee memandang kami. Mereka tertawa kegirangan. Saat mereka berenang, Yoo Kyung berteriak, “ “Joo-Eun! Kau sedikit terlambat. Tetapi tidak apa-apa! Jangan takut. Tetap maju!” teriak Yeh Jee, “Sister Joo-Eun! Ini aku, Yeh Jee!”

Yeh Jee terlihat sangat cantik saat berenang. Dia akan selalu memakai bando keepala yang bersinar. Ketika di dunia, dia sakit parah. Perutnya penuh dengan air dan wajahnya selalu pucat. Dia kehilangan banyak rambut karena kemoterapi. Dia selalu sedih. Namun, penampilan Yeh Jee di sorga sangat cantik, lebih cantik dari putri-putri yang ada di buku cerita.

Lautan Kristal itu begitu bersih dan jernih sehingga memancarkan sinar sendiri. Sangat luarbiasa. Saya melihat hal yang unik, di dasar lautan terbentuk lantai dengan bentuk heksagonal. Setiap heksagonal terbentuk dari wajah jemaat Gereja Tuhan. Wajah-wajah itu diukit didalam heksagonal. Selama waktu bersenang-sebang, ketika kami mengeskpresikan ekspresi wajah yang paling lucu,  ekspresi itu ditangkap dan diukir dalam heksagonal. Terlihat sangat nyata, seperti lukisan yang nyata. Saya sangat terkejut melihat hal ini. Saya bertanya kepada Tuhan.

 “Yesus, mengapakah wajah-wajah jemaat dari Gereja Tuhan ini diukir di dasar laut?” Tuhan menjawab: “Aku mengukirnya. Jemaat Gereja Tuhan membuat Ku sangat bahagia. Aku membuatnya sejak Aku merasa senang. Bagaimana perasaanmu? Apakah ini membuatmu senang? Saya menjawab dengan keras, “Ya, Tuhan!”

Saya sibuk berenang bersama Tuhan. Saya tidak pernah mengalami hal ini sepanjang hidup saya. Sister Yoo-Kyung mengunjungi sorga setiap hari dan saat dia kembali, ia akan selalu berbangga tentang berenang di lautan Kristal yang jernih. Dia akan menyombongkan diri selama beberapa waktu, dan saya sangat iri dengan perjalanannya. Sekarang, keinginan saya terwujud. Sekarang saya mengerti apa yang dia lukiskan ketika di bumi. Merasakan sangat diberkati ketika bermain-main di lautan ini. Saya mampu berbicara dengan berbagai jenis ikan. Saya tidak akan pernah melupakan saat ini, terutama ketika berbincang-bincang dengan ikan.

 

 Kim, Joseph: *Alkohol dan Rokok

Sejak mata roh saya terbuka, saya paling sering terkejut dengan keadaan roh orang lain. Sekali waktu, saya mampu melihat keadaan rohani seseorang. Saya mampu melihat ketika saya berjalan bersama mereka ataupun ketika saya berbicara dengan mereka. Tidak perduli saat mata jasmani saya terbuka ataupun tertutup. Tuhan menunjukkan kepada saya aspek rohani orang lain.

Tuhan juga mengajarkan kapan saya berbicara dan kapan saya harus diam. Dia mengajarkan perbedaan ini kepada saya. Kapanpun saya tidak sadar dan berbicara dengan bebas, Tuhan menegur saya. Saya harus meminta ijin Tuhan dalam segala hal. Itu sangat sulit dan melelahkan. Namun, ketika itu tentang bergaul dengan teman-teman seumur saya, Tuhan tidak pernah mengatakan untuk tidak bergaul bersama mereka.

Tuhan mengatakan bahwa saya dapat bergaul dan bersenang-senang dengan mereka tetapi harus berhati-hati dengan roh yang menipu. Sekitar tengah hari, dalam perjalan ke gereja, saya sering melewati bar yang terbuka. Orang-orang sedang minum, minuman keras dan bir. Mereka sedang berpesta pora. Saya merasa mual karena bau minuman keras dan asap rokok. saya berjalan dengan hidung tertutup. Namun, saya memutuskan untuk kembali diluar bar dan mencermati orang-orang yang mabuk. Saya ingin tahu dengan mata roh apa yang ada di gelas-gelas minuman keras dan mengamati sekeliling.

Orang-orang mabuk memegang gelas-gelas bir besar. Saya sangat terkejut ketika melihat gelas-gelas itu dengan mata roh. Saya tidak yakin dengan apa yang saya lihat, jadi saya membuka mata saya lebih lebar. Didalam gelas bir itu, saya dapat melihat ular-ular menggeliat-geliat. Seperti ular-ular kobra. GElas-gelas yang lebih kecil dipenuhi ular-ular kecil serabut. Kejadian itu menjijikkan, saya tidak dapa tmelihatnya lebih lama lagi.

Orang-orang tidak perduli apapun kecuali minum. Mereka seperti sedang bersaing melawan satu sama lain akan siapa yang dapat minum lebih banyak dan lebhih cepat. Saat mereka mabuk, ular-ular serabut kecil yang tampak seperti kobra berkata, “Oh, enak rasanya!” Ular-ular itu menggoncangkan ekornya dan turun ke tenggorokan para pemabuk itu. Yesus muncul di samping saya dan berkata, “Yosep! Perhatikan kejadian ini dengan seksama dan ingatlah. Kemudian katakana kepada Pastor Kim untuk menuliskannya.” Orang-orang berteriak dan bersorak kegiarangan saat mereka melakukan toast dan minum.

Dalam peristiwa ini, beberapa orang mengeluarkan rokok dan menyalakannya, menghirupnya dan menghembuskannya keluar. Ketika mereka menghembuskan asal, asap gelap terus menerus keluar dari hidung dan mulut mereka. Tiba-tiba, seketika asap itu membentuk ular kobra. Ular-ular itu keluar dari hidung dan mulut perokok dan masuk kembali ketika mereka menghirupnya kembali.

Anehnya, ketika ular-ular itu memasuki tubuh perokok kembali, penampulan ular-ular itu menjadi lebih mengerikan daripada sebelumnya. Saat mereka masuk tubuh kembali, ekspresi iblis muncul pada wajah ular-ular itu. Saat pesta itu terus berlangsung, jumla para perokok semakin bertambah. GElas-gelas minuman keras semua dipenuhi dengan ular-ular yang berbeda juga ular-ular dalam rokok itu. Orang-orang itu benar-benar minum dan merokok ular. Pesta itu benar-benar pesta ular. Saat pesta hampir berakhir, saya sadar bahwa itu bukanlah pesta minuman dan rokok, tetapi pesta ular yang memakan orang. Kejadian ini sangat mengejutkan dan saya jijik melihatnya. Saya putuskan untuk pergi.

Kapanpun saya melihat orang mabuk berjalan sempoyongan, saya mampu melihat berbagai macam ular besar dan kecil melingkari tubuh para pemabuk dari kepala sampai ke ujung kaki. Mata mereka dipenuhi dengan seekor ular yang duduk melingkar dan mendesis. Juga ada seekor ular yang melingkar diatas kepala pemabuk dan sesekali melihat kea rah saya dengan jahat dan mendesiskan lidahnya kearah saya.

Saat orang merokok dan melewati saya, asap mengumpul di udara dan dengan mata fisik kita melihat asap itu kabur dan hilang di udara. Tetapi nyatanya, asap itu kembali membentuk ular-ular yang berasal dari mulut-mulut perokok dan kemudian dengan cepat kembali masuk ke tubuh mereka. Ketika mereka masuki kembali tubuh para perokok, mereka tidak lagi keluar dari tubuh itu. Terlebih lagi, ular-ular itu meletakkan telurnya didalam tubuh perokok dan hasilnya, lebih banyak ular tinggal didalam tubuh para perokok.

Saya pikir saya hanya akan melihat kejadian ini atau ular-ular jahat keluar dari gereja. Namun, beberapa orang Kristen di seluruh Korea Selatan yang mengunjungi gereja kami dan berdoa dan diberkati akan berakhir dengan jeritan. Mereka menjerita dan terjatuh di lantai mendesis-desis seperti ular saat Pastor mendoakan mereka. Saya menyaksikan kejadian-kejadian tak terhitung seperti ini dan terus berlangsung.

Ketika para peminum dan pemabuk berbicara, saya dapat mendengarkan mereka berbicara dengan lidah yang bengkok. Suara mereka terdengar licik. Saat saya melihat dan mendengarkan mereka berbicara dengan mata roh, saya dapat melihat ular-ular yange mendesis dan berbicara ditempat mereka. Setiap kali melihat hal ini saya selalu terkejut. Ketika para pemabuk muntah, say amelihat ular-ular yang melingkar di muntahan itu. Di pasar, dimana mereka membeli semua jenis minuman keras, saya dapat melihat ular-ular kecil menari dan berenang didalam botol-botol. Saya selalu dapat melihatnya.

 

Pastor Kim, Yong-Doo: *Roh-roh jahat selalu menyerang Pastor Kim

Sudah cukup lama sejak saya mulai tidak istirahat untuk mempublikasikan buku ini. Saya hanya tidak tahu mengapa kemajuannya begitu lambat. Namun, saya tahu bahwa Yesus dan Roh Kudus selalu melindungsi saya. Mengesampingkan perlindungan Mereka, kekuatan iblis terus menerus mencari kesempatan untuk menyerang tanpa henti. Dalam waktu lemah dan pikiran kosong, saya diserang tanpa ampun. Kekuatan iblis akan menususk saya dengan benda-benda tajam.

Tanpa Roh Kudus didalam saya, saya tidak akan mampu untuk meneruskan buku ini. Terlebih lagi, akan sangat sulit untuk menulis tanpa pimpinanNYA. Sekali waktu, Tuhan akan mengijinkan roh-roh jahat menyerang saya sebagai ujian untuk membuktikan dan mendorong semangat dan iman saya. Begitu besar jumlah tekanan dan ujian dihasilkan dalam keuntungan-keuntungan roh.

Contohnya, suatu hari, saya berdoa dan menulis pada saat yang sama. saya sedang focus ketika saya ditusuk dipunggung tangan kanan saya dengan benda tajam. Roh jahat menusuk saya saat lewat. Begitu cepat terjadi sehingga saya tidak memiliki kesempatan untuk bereaksi. SElama beberapa jam, saya kesakitan dan nyeri itu tidak tertanggungkan. Terlebih lagi, darah mulai mengalir dari tempat yang ditusuk. Saya tahu orang-orang yang tidak mengalami atau melihat serangan roh ini akan sulit untuk percaya.

saya bertanya kepada Tuhan, “Tuhan! Mengapakah tipe-tipe serangan ini selalu menyerang saya sedangkan KAU melindungi saya?” Tuhan terdiam selama beberapa waktu. Setelah itu, Tuhan menjawab saya. “Serangan-serangan seperti itu untuk kepentingan Kerajaan dank au akan diberi upah. Kau tidak akan mampu menulis tentang berbagai macam serangan roh jahat tanpa mengalaminya.” Kemudian Tuhan menyerah daerah yang sakit. Kapanpun saya sedang menulis, Tuhan akan dengan jelas memperlihatkan DiriNya kepada saya. Dia juga akan berbicara dengan jelas. Dia juga akan melakukannya pada saat peristiwa-peristiwa khusus. Selama waktu yang lain, Dia tidak melakukannya.

Tuhan juga mengatakan bahwa saya sudah berdosa dengan membuka beberapa informasi rahasia beberapa waktu lalu. Karenanya, saya masih harus belajar banyak hal dan menyadarinya. Bahkan sekarang, dengan mata jasmani saya, saya mampu melihat aktivitas roh-roh jahat. Kapanpun roh-roh jahat itu menyerang saya, mereka menggunakan taktik gorilla. Mereka akan melewati saya dan saat mereka lewat, mereka akan menombak tubuh saya. Jika mereka di kejauhan, mereka akan terus menerus melemparkan batu. Saya akan selalu kesakitan dan tersiksa dari serangan-serangan maut roh-roh jahat. Pada beberapa waktu saya akan menjerit dan jatuh di lantai saat nyeri tak tertahankan mencengkeram tubuh saya.

 

 


Chapter 5:
Mengunjungi Sorga Bersama –sama dengan Tuhan

===== April 15, 2005 (Friday) =====

Sermon scripture: “Tetapi kamu, saudara-saudaraku yang kekasih, kamu telah mengetahui hal ini sebelumnya. Karena itu waspadalah, supaya kamu jangan terseret ke dalam kesesatan orang-orang yang tak mengenal hukum, dan jangan kehilangan peganganmu yang teguh. Tetapi bertumbuhlah dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus. Bagi-Nya kemuliaan, sekarang dan sampai selama-lamanya. Amen.” (2 Pet 3:17-18)

Kim, Joseph:

Ketika saya pulang sekolah, saya mendengar ayah dan ibu sedang berdebat tentang sesuatu hal. Dengan hati-hati saya mendengarkan dari kamar sebelah. Mereka bertengkar tentang waktu kebaktian. Mungkin ini bukan tempatnya bagi saya berkomentar, tetapi bertengkar akan sesuatu yang sepele sungguh memalukan dan saya merasa kasihan pada mereka.

Orang dewasa itu aneh. Umumnya, orang tua saya mengalami hubungan yang indah, tetapi sebuah benih jelek dapat tumbuh. Mereka menyirami benih jelek itu dengan ketidaksabaran dan seketika saja mereka bertikai seakan-akan mau memakan satu sama lain. Saya tidak mampu mengerti. Saya heran jika pasangan-pasangan lain yang berada dalam pelayanan juga mengalami hal yang sama. Awalnya, mereka berkomentar yang negative satu sama lain dan kemudian mulai tidak setuju. Saat percakapan berlangsung, suara-suara mereka semakin tinggi. Sekalipun mata roh mereka terbuka, saya kira pertarungan daging itu tidak tampak. Adik saya, Joo-Eun dan saya juga seringkali bertengkar.

Dengan spontan saya lari ke orang tua saya dan berteriak, “Tolong hentikan! Mengapa kalian berdua seperti anak kecil! Yesus sedang melihat kalian bertengkar; Dia berdiri disampingmu. Tuhan merasa terganggu. Jika kalian terus bertengkar, saya akan tinggalkan rumah ini sekarang juga!” Kemarahan saya meledak. Tetapi Tuhan mengedipkan mata pada saya sebagai tanda supaya sabar. Saya jatuh berlutut disamping tempat tidur saya dan meletakkan kepala saya. Saya menutup mata saat orang tua saya berdiri disebelah saya dan mengawasi saya. Yesus menyuruh ayah dan ibu saya berlutut dan bertobat. Orang tua saya selalu taat pada perintah Tuhan. Mereka tidak punya pilihan kecuali mentaati PerintahNYA.

Dari ekspresi wajahNYA, Yesus tampak tidak senang. Dia membawa tongkat panjang yang sepertinya hampir mencapai langit. Sangat panjang. Kemudian Dia memerintahkan ayah untuk menunduk dan kemudian Tuhan menggunakan tongkat panjang itu untuk memukul memukul leher dan punggung ayah. Tuhan berfokus pada dua wilayah itu saja. “Pastor Kim, bertobatlah! Pastor Kim, jangan keras kepala, ubahlah karaktermu! Jangan biarkan kemarahanmu meledak. “Kata saya, “Ayah! Yesus sedang memukulmu. Kau harus bertobat lebih lagi.” Ayah saya berteriak, “Tuhan! Saya pantas dihukum: tolong terus memukul saya. Pukul lebih keras!”

Yesus menetapkan dalam pikiranNYA untuk mengkoreksi kebiasaan-kebiasaan buruk Pastor. Kali ini, Tuhan mencambuk ayah saya dengan cambuk berwarna emas. Dia mencambuknya selama 10 x. Namun, ayah saya tidak sungguh-sungguh kesakitan. Setelah dicambuk, Tuhan membawa tongkat besar dant erus memukul punggung ayah. Ayah saya menjerit dan berteriak, “Tuhan! Ampun! Tolong ampuni saya! Saya akan mengkoreksi cara-cara saya. Tuhan, saya pantas dihukum. Tolong ajar saya lebih keras.”

Saya menemukan satu keganjilan. Ibu saya juga berlutut. Namun, Yesus hanya menegur saja tidak memukulnya. Tuhan menghukum ayah dengan keras. Saya ingin tahu apa yang dikerjakan malaikat penjaga ayah. saya melihat kearah malaikat penjaga ayah hanya melihat ayah yang sedang dihajar. Malaikat itu tampak bingung saat dia berdiri satu kaki dari Yesus.

Allah Bapa sangat berduka akan insiden hari ini. Tiba-tiba DIA mengulurkan tanganNYA dan menunjuk pada Pastor. Dengan suara yang bergema dan dalam, Allah Bapa berkata, ““Pastor Kim! Sifatmu jelek.” Allah Bapa memperingatkan ayah. Karena keluarga saya dan jemaat gereja mendapatkan perhatian yang khusus dari Tuham dosa-dosa paling kecilpun menjadi peka sehingga Tuhan bertindak.

Ayah membenamkan kepalanya ke tempat tidur dan menangis. Yesus duduk disebelah ayah saya. Tampak seperti kepala ayah saya ada diatas lutut Tuhan. Saat saya menangis, saya membujuk, “Yesus! Yesus! Tolong ampuni ayah saya. Tolong berhenti memukulinya. Saya minta ampun mewakilinya.” Kemudian Tuhan berhenti menghukum ayah. Dia mulai menepuk kepala dan tubuh ayah. Nada suaranya berubah, menjadi lembut dan menghibur. “Pastor Kim, perhatikan! Mengapa kau selalu memiliki temperamen yang panas?”

Di sebelah lain di kamar berdiri beberapa roh jahat dalam bentuk babi. Mereka berdiri dan memandangi kami. Berteriak dan memandang dengan tamak, “Oh! Disana kamu! Mengapa kamu mengendalikan kemarahanmu? Kamu harus mengeluarkan kemarahanmu, lebih lagi!” Awalnya, Allah Bapa juga terganggu. Tetapi ketika Yesus menjadi ramah, Allah Bapa juga menjadi ramahd an menebuk kepala Pastor dengan tanganNYA yang besar serta berkata, “Jangan bereaksi seperti itu lagi, jangan pernah! Pergilah ke gereja dan bertobatlah selama beberapa jam.” Yesus meletakkan tangan ibu saya diatas tangan ayah dan Dia mendamaikan mereka. Ayah dan ibu saling memaafkan.

 “Jawaban yang lemah lembut meredakan kegeraman, tetapi perkataan yang pedas membangkitkan marah.” (Amsal 15:1)

Si pemarah membangkitkan pertengkaran, tetapi orang yang sabar memadamkan perbantahan.” (Amsal 15:18)

“Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu. dan janganlah beri kesempatan kepada Iblis.” (Efesus 4:26-27)

 

Kim, Joo- Eun: *Terjebak dalam tubuh seekor ular

Ketika saya melihat ayah dan ibu bertengkar dengan mata roh saya, saya melihat gereja kami di bumi diantara 2 mahkluk besar yang mengayunkan seekor ular. Satu mahkluk memegang kepalanya dan mahkluk yang lain memegang ekornya. Saya melihat mereka mengayunkan ular itu ke pusat Gereja Tuhan. Jemaat Gereja Tuhan meloncat-loncat saat ular itu diayunkan diantara mereka. Setiap jemaat melompat; sebuah lompatan yang berarti pencobaan dan mereka kembali meloncat lagi dan lagi. Orangtua saya meloncat dibarisan terdepan. Saat mereka meloncat, mereka dijebak ular. Secepat orang tua saya           jatuh, mahluk-mahkluk itu bersorak dan bersukacita. “Oh! Ya, Pastor Kim akhirnya jatuh! Keyakinan diri kami tinggi. Mari kita mengayun lebih cepat! Sekarang Pastor sudah jatuh, jemaat itu akan terpecah seperti kue. Jemaat itu akan berjatuhan satu demi satu.” Mereka meulai mengayunkan ular dengan kecepatan tinggi.

Tetapi begitu orangtua saya bertobat, mereka mulai meloncat dengan cepat dan dengan energy yang baru. Dan mereka mempunyai lebih banyak energy dan lebih cepat dari sebelumnya. Jika kita bertobat dari dosa-dosa kita, Tuhan akan selalu memulihkan kita. Terlebih lagi, Dia akan mengaruniakan kuasa yang lebih besar. SEtelah penglihatan ini, Tuhan dan keluarga saya berkumpul bersama-sama dan duduk di tempat tidur besar. Yesus menepuk bibir ibu saya dan berkata, “TunanganKu kekasih,  Kang, Hyun-Ja! Mulutmu itu juga bermasalah.” Kemudian Tuhan menepun bibirnya beberapa kali, “ KArena kau sudah terbuka mata rohmu, kau harus berubah. Kepribadianmu yang tidak berubah itu menjadi masalah. Hatiku terganggu. Aku perlu udara segar di udara. “ Kemudian Dia menghilang.

 

Mrs. Kang, Hyun Ja: *Roh Jahat Puber

Setelah berdamai dengan suami saya, anak perempuan saya, Joo-Eun meledak kemarahannya. Saya tidak tahu alasannya.  Dia sangat muram dan tidak mau bicara. Baru beberapa menit yang lalu, kami merasa begitu diberkati, tetapi sekarang saya tidak mengerti mengapa dia begitu cepat emosi. “Joseph, lihatlah adikmu, Joo-Eun! Lihatlah apa yang ada didalamnya….” Segera setelah saya meminta Joseph, Pastor berbicara dengan keras. “Dia tidak perlu melihat kedalamnya; adalah iblis pubertas dalam diri Joo-Eun.” Dengan ragu saya berkata, “Sangat tidak mungkin! Saya tidak pernah berpikir bahwa ada hal seperti iblis pubertas. Saya benar-benar ragu!”

Tetapi Joseph berteriak kegirangan. “Bapa! Pastor! Bagaimana kau tahu? Kau benar! Ada iblis pubertas dalam diri Joo-Eun. Iblis itu yang membuatnya merajuk dan berubah-ubah.” Joseph heran dengan pewahyuan ini.

Begitu mendengar pewahyuan baru ini, saya masih tidak bisa percaya. Kami biasanya tahu bahwa pubertas adalah tahap yang normal dalam pertumbuhan sampai masa dewasa. Ini adalah tahap remaja yang harus dilalui. Ini adalah tahap dimana remaja menjadi tertarik dengan lawan jenis dan mencari cinta mereka. Saya hanya menyimpulkan bahwa ini adalah tahap yang normal dalam pertumbuhan menuju kedewasaan. Iblis pubertas? Saya benar-benar tidak bisa memahaminya.

Joseph memandang tubuh Joo-Eun. Ketika melihat kedalamnya, iblis iblis berpakaian putih menyamar sebagai gadis muda dengan rambut pendek yang melakukan kejahatan sehingga berubah-ubah. Dia tampak sama seperti Joo-Eun. Roh jahat ini menyebabkan gangguan dan membuat Joo Eun mengeluh akan segala sesuatu. Terlebih lagi, roh jahat ini menyebabkan Joo Eun menjadi merajuk, tidak patuh, dan membuat pandangan matanya seperti jahat. Apapun yang dia lakukan, roh jahat itu menyebabkan semua situasi menjadi masalah dan hambatan. Dengan kesatuan hati, kami berdoa dan berfokus pada Joo Eun. Roh jahat itu pergi dan Joo Eun menjadi dirinya sendiri.

 

===== April 16, 2005 (Saturday Night) =====

 Sermon scripture: "Berteriaklah kepada Tuhan dengan nyaring, hai, puteri Sion, cucurkanlah air mata bagaikan sungai siang dan malam; janganlah kau berikan dirimu istirahat, janganlah matamu tenang! Bangunlah, mengeranglah pada malam hari, pada permulaan giliran jaga malam; curahkanlah isi hatimu bagaikan air di hadapan tuhan, angkatlah tanganmu kepadaNya demi hidup anak-anakmu, yang jatuh pingsan karena lapar di ujung-ujung jalan! (Ratapan 2:18-19)

 

Pastor Kim, Yong-Doo: *Mengunjungi Neraka secara berkelompok

Tanpa diduga kami memulai reli doa dan itu tidak direncanakan. Semua orang kudus datang ke gereja untuk bersama-sama ikut dalam reli. “Karena kalian semua ingin mata roh terbuka, Aku akan membawa kalian semua ke neraka sebagai kelompok sekarang.  Orang dengan mata roh mampu melihat dan merasakan, tetapi merka yang tidak terbuka mata rohnya hanya mampu merasakan. Neraka adalah tempat yang berbahaya, tetapi jangan takut ataupun gemetar. Ikuti dan focus padaKU.” Tuhan ada didepan bersama Joseph; diri saya; Mrs. Kang, Hyun-Ja; Joo-Eun; Sister Baek, Bong-Nyu; Lee,Yoo-Kyung; Haak-Sung; diakones Shin; dan Lee, Kyung-Eun dibelakang Tuhan, berbaris dibelakang. Dengan hati-hati kami semua mengikuti.

Kami melewati galaksi dan masuk ke terowongan spiral yang gelap. Saat kami masuk kedalam terowongan gelap, Tuhan membariskan kami dan memerintahkan untuk tidak ada jarak diantara kami. Tuhan memerintahkan kami untuk memegang tangan orang yang didepan kami. Dia berkata, “MEmbawa orang-orang berkelompok ke neraka adalah kejadian yang tidak biasa.” Kemudian Dia menuntun kami dengan hati-hati.

Setelah melewati terowongan gelap, kami dapat jelas melihat dua jalan yang terpisah. Jalan kekanan menuju sorga dank e kiri menuju neraka. Kami berjalan kearah jalan yang menuju neraka. Sangat dingin. Ada energy aneh yang membuat dingin melingkupi neraka. Suatu sensasi yang mengerikan.

 “Pintu Masuk Neraka” tertera suatu tanda. Saat kami mendekati tanda itu, Yesus memerintahkan kami untuk tidak melepaskan tangan kami. Dia terus mengingatkan kami untuk memegang dengan erat dan tidak lepas. Saat Tuhan berbicara, jemaat gereja yang tidak pernah mengunjungi neraka merasa sangat gemetar. Hati mereka tidak enak saat mereka melangkah maju. Sister Baek, Bong-Nyu, Haak-Sung, Yoo-Kyung, and Joo-Eun sudah pernah berada disana dan mereka tampak nyaman dengan kunjungan itu.

Mereka mengendalikan situasi itu dengan penuh keyakinan.

Kim, Joseph: *Neraka yang dilihat  Joseph

Jalan menuju neraka sangat amat lebar. Ada banyak orang tak terhitung berjalan menuju neraka. Tampaknya mereka seakan-akan tidak ingin pergi, tetapi kekuatan tertentu memaksa mereka berjalan menuruni neraka. Jalan yang luarbiasa lebarnya itu semakin lama semakin menyempit. Saat menjadi semakin sempit, jalan itu menjadi begitu sulit untuk dilewati.

Jalan itu begitu sempit sampai tidak ada tempat untuk jalan. Hasilnya orang-orang mulai berjatuhan ke jurang. Mereka menjerit saat kepala mereka jatuh lebih dulu. Mereka berusaha untuk tidak jatuh, beberapa orang meraih orang lain, baik didepan maupun dibelakang seakan-akan berusaha menstabilkan diri. Namun, mereka semua jatuh. Mereka berjatuhan dari kedua sisi jalan sempit itu. Saat melihat ini, saya menjadi sangat ketakutan hingga bulu kuduk meremang melingkupi tubuh saya.

Saya dapat mendengar api di bawah jalan sempit itu. Terdengar seperti obor api yang nyala api yang hidup. Nyala api itu naik sampai ke sisi-sisi jalan sempit. Bau dari daging hidup dibakar sangat menjijikkan. Didalam nyala api itu, saya dapat mendengar orang-orang berteriak. “selamatkan saya!! Panas! Sangat panas!” Jeritan mereka minta tolong menggema ditelinga kami. Api itu mulai menelan jalan yang sempit dan kami menjadi ketakutan. Kami tidak mampu untuk terus maju. Kami mendengar bom meledak, tetapi kemudia saya menyaksikan kalau yang meledak itu adalah gunung api. Suara ledakan itu berasal dari magma gunung berapi. Saya dapat melihat begitu banyak orang telanjang meloncat-loncat didalam api yang membakar. Sangat sulit melukiskan kesakitan mereka. Asap hitam dan panasnya meningkat dan transfer kedalam tubuh kami. Saat pandangan kami mulai gelap, kami enggan untuk maju. Tuhan terus mengingatkan kami untuk berhati-hati. Dia menuntun kami maju dengan perlahan. Dengan rinci DIA menjelaskan apa yang sedang terjadi. Dan di beberapa kasus, DIA mengijinkan kami mengalami tempat-tempat dimana kami dapat merasakan.

 

*Tempat di Neraka dengan Cacing –cacing tak terhitung

Kami maju ke depan dengan hati-hati, satu kali setiap langkah, beberapa orang menjerit “Ahhhhh! Apa ini?” Orang-orang yang mata rohaninya terbuka mampu melihat segala sesuatu selagi yang belum terbuka mata rohnya hanya dapat merasakan apa yang terjadi. Kami melewati tempat dimana cacing-cacing yang tak terhitung jumlahnya tinggal. Ada banyak cacing besar maupun kecil. Mereka mulai meliliti kaki kami seperti ular. Dengan perlahan mereka naik ke tubuh kami. Ada begitu banyak cacing. Mereka bertumpuk seperti gunung dan selalu mencari celah. Tidak perduli seberapa kecil lobangnya, mereka akan masuk ke lobang itu. Cacing-cacing di neraka itu menjijikkan seperti ular-ular. Saat mengalami cacing-cacing itu, kami semua menjerit ketakutan. Kami semua paling tidak menangis atau memberikan komentar. “Saya paling takut pada cacing!! Ahhhhh!          Dari segala sesuatu yang saya benci, saya benci cacing…” Saat itu, dengan keras Pastor berteriak, “Joseph! Rectumku tiba-tiba gatal. Dapatkah kau melihatnya?” Saya melihat dan berkata, “Pastor! Ada banyak cacing besar merayapi lubang pantat!” Pastor menjawab ketakutan. “Apa! apa yang harus saya lakukan?” Jawab saya, “Saya tidak tahu. Mengapa kau tidak meraihnya dan melemparkannya?” Jawab Pastor, “Tetapi saya tidak dapat melihat apapun!”

Jemaat gereja lain berjuang melawan cacing-cacing saat kami mengikuti Tuhan. Setelah Yesus mengawasi kami selama beberapa saat, DIA berkata: “Orang-orang kudus Gereja Tuhan! Ada Api Kudus didalam tubuhmu. Jadi berteriaklah “Api Kudus” dengan nyaring. Saat kalian meneriakkan Api Kudus, cacing-cacing itu akan terbakar. Saat kami berteriak, beberapakali kami berteriak bersama-sama. Terus menerus kami berteriak “Api Kudus” saat kami berjalan. Ap dari Roh Kudus juga keluar dari tubuh kami dan membakar semua cacing disekeliling kami. Namun, betapain cacing-cacing tidak begitu saja menyerah, mereka terus menyerang kami tanpa henti. Saya tidak punya pikiran darimana semua cacing ini berasal. Kami mual dan lelah dengan serangan yang tanpa henti ini. Setelah 1 jam, kami baru dapat melarikan diri dari cacing-cacing ini.

 

*Tempat di neraka dengan Tempayak Putih dan Belatung

Sekali lagi, Tuhan memimpin kami lebih dalam. Kami semua gemetaran. Saya tidak dapat mengatakan bagaimana jauh kami berjalan. Joo-Eun yang pertama kali berteriak. “Ahhhhh! Tempat ini dipenuhi dengan tempayak putih dan belatung! Oh! Menjijikkan! Jumlah mereka tidak terbayangkan. Saya sadar bahwa tempayak dan belatung sudah naik sampai ke pinggang.

Saat tempayak dan belatung itu melihat kami, mereka langsung menyangka bahwa kami adalah makanan mereka. Dengan cepat mereka berkumpul disekitar kami dan mulai melekat pada tubuh kami. Kami semua menjerit dan hiruk pikuk. Saya meloncat-loncat, melangkah diatas serangga-serangga itu. Bahkan kami ketika kami menginjak mereka, mereka tidak bergeming. “Ada begitu banyak serangan”. Kami bertarung melawan serangga-serangga untuk waktu yang lama, tetapi pada akhirnya, kami menyerah karena kami begitu lelah. Saat kami melihat satu sama lain, ribuan belatung mulai melekat sampai di kepala kami.

Sensasi dari tempayak dan belatung ini yang menggeliat-geliat di tubuh kami membuat badan kami terasa mengerikan. Terlebih lagi, mereka menggigit saat merayapi kami. Gigi-gigi mereka berbentuk seperti roda bergerigi, tajam dan kecil. Saat mereka menyerang, mereka mencabik daging kami. Mereka menggaruki tubuh kami dan kami sangat kesakitan. Panas dari gigitan mereka sangat tidak tertanggungkan; itu membuat kami semakin menggaruk tubuh kami sendiri.

Ibu saya mundur karena serangga-serangga itu. Saat saya melihat kearah ibu, dia menjerit histeris. “Oh!! Serangga-serangga yang paling saya benci! Saya benci cacing, tetapi saya lebih benci belatung! Apa yang harus saya lakukan?” Tampaknya seperti ayah saya paling takut dengan serangga pada umumnya. Kami menghabiskan beberapa jam mencabuti tempayak dan belatung dari tubuh kami.

 

*Sebuah Tempat di Neraka yang penuh dengan ular dan lipan

Saat kami menjerit dan berjuang melawan belatung, Yesus berjalan menuju ke tempat lain. Kami mengikuti dari belakang. Pikiran kami berjalan ingin tahu tahu kemana Dia akan membawa kami. Dia akan membawa kami. Namun kami ketakutan. Di tepian jalan tidak ada apa-apa kecuali jalan panjang yang menurun. Mungkin kita sudah berjalan disepanjang jurang. Nyala api menyala dari dasar. Nyala api itu begitu besar, sampai kami merasa api itu menelan kami. Dengan hati-hati kami melihat sekeliling dan terus berjalan maju. Kami berjalan sampai beberapa waktu dan saya merasakan sesuatu yang dengan cepat melilit tubuh kami. Kemudian tanpa ampun menusk leher saya.

Tempat ini dipenuhi dengan ular dan lipan. Berbagai tumpukan ular dan lipan ada dimana-mana. Kami begitu ketakutan sehingga kami mulai berjalan mundur, tetapi ular-ular dan lipan itu mendekati kami. Ular-ular dan lipan itu melilit dengan erat ke leher salah satu jemaat, dan di mulai tidak bisa bernafas. Kami benar-benar kelelahan dengan perlawanan ini. Sekalipun kami kehabisan energy dan kelelahan, kami terus berterian, “Api Kudus” lagi dan lagi.

 

*Iblis Ranking Tertinggi no. 2 menarik Pastor jauh

Saat Tuhan melihat kami dan memperhatikan bahwa kami sangat kelelahan, dia mendorong kami. “Berpeganglah teguh pada diri kalian sendiri, pengikutKu yang berharga!” Kemudian Dia menuntun kami ke tempat yang berbeda. Saat Yesus menuntun kami ke tempat lain di neraka, iblis tertinggi no 2 muncul dan dengan cepat menarik Pastor menjauh dari kami. Kami semua sangat terkejut. “Yesus, Yesus! Sesuatu mengerikan terjadi! Raja iblis menarik Pastor jauh dari kami. Cepat, selamatkan dia! Tidak ada yang mustahil bagimu, Tuhan!” Setelah membujuk Tuhan, Dia berkata, “JAngan takut. Hanya perhatikan saja sesaat. Mari kita melihat apa yang dilikan iblis itu…”

Iblis itu berteriak, “Akhirnya, kamu datang ke neraka! Kamu tahu berapa lama Aku menunggu saat ini? Aku akan membalas dendam hari-hari dimana kamu mengalahkan kami. Hari ini adalah hari pembalasan. Pastor Kim, kamu adalah masalah!” Kemudian iblis itu menelanjangi Pastor.

Iblis itu membawa pisau tajam yang menakutkan dan dia mulai menusuk ke kulit Pastor. Jemaat gereja yang terbuka mata rohnya melihat apa yang sedang terjadi, mereka menjerit ketakutan. “Ahhhh! Yesus! Cepat selamatkan Pastor, tologn!”

Yesus dengan diam melihat kejadian itu. Iblis itu tidak menyadari kehadiran kami. Dia menusuk dan menguliti daging dari tubuh Pastor, iblis itu berbicara pada dirinya sendiri, menggumamkan kata-kata menghujat. Pastor berteriak, “Hey!! Iblis! Tuhan melindungiku dan aku tidak merasakan nyeri lagi. Siksaanmu sia-sia saja!” Saya bingung dan bertanya kepada Pastor. “Ayah! Pastor! KAu tidak tidak kesakitan?” Jawab Pastor, “Joseph, aku geli. Rasanya seperti dari kepala sampai ujung kaki.“

Pastor terus berteriak. “Hey! Iblis! Kau melegakan tempat-tempat yang kurasakan gatal. Itukah yang paling baik yang dapat kau lakukan? Aku punya Allah Tritunggal didalamku. Tidak perduli berapa banyak kau mencoba menyakitiku; tetapi itu sama-sekali tidak berpengaruh. Nyatanya, Aku merasakan segar.” Pastor tampak seakan-akan dia benar-benar menikmati pengalaman ini.

 

Sister Baek, Bong-Nyu:

Iblis paling tinggi no 2 sedang menguliti Pastor hidup-hidup. Bahkan dia menguliti kepala Pastor. Saya hanya mampu melihat tengkorak dan tulang saja. Ketika saya melihat penampilan Pastor, saya berpikir bahwa ini adalah kejadian yang aneh. Tetapi kejadian ini menggelikan dan saya mulai tertawa tanpa kendali. Sekalipun Pastor dikuliti hidup-hidup juga kepalanya, dia masih tertawa dan menertawakan iblis.

 “Yesus! Bagaimana wajah saya? Sister Baek, Bong-Nyu! Apakah saya terlihat ganteng?” saya bertanya, “Apa kabarmu? Apa yang kau rasakan, Pastor?” Sebagai tengkorak, Pastor menjawab, “Seluruh tubuh saya terasa sangat segar! Saya tidak kesakitan, bahkan geli.” Pastor mulai tertawa-tawa keras.

Yesus tertawa dan berkata, “Pastor Kim, bahkan kau mampu menghibur di neraka.” Setelah reli doa, saya berkata kepada Pastor: “Pastor! Saya tidak melihat bagian pribadimu.” Jawab Pastor, “Hey! Jangan katakana itu!” Mrs. Kang, Hyun-Ja dan yang lain tertawa histeris.

 

Kim, Joseph: *Monster  Sundew

Selama siksaan Pastor, Yesus menunjuk kearah lain dan memerintahkan kami untuk melihat. Tampak seperti tepian jurang. Di atas jurang itu berdiri pria dan wanita telanjang yang dibungkus bersama-sama. Ada begitu banyak orang sampai tidak tersisa ruang kosong diantara mereka. Bahkan mereka tidak dapat melangkah satu langkahpun. Orang-oran gberdiri disepanjang jurang mulai berjatuhan satu demi satu. Mereka menjerit saat jatuh. Mereka semua saling berpegangan, melawan untuk tidak jatuh. Saya tidak dapat lagi melihat kejadian itu, sampai saya melihat kearah lain.

Yesus menjelaskan bahwa orang-orang itu tidak melayani Tuhan dengan setia dan pantas. Mereka seringkali berzinah. Didasar jurang itu sudah menunggu kerang raksasa yang lebih besar dari gunung. Secara konstan, kerang itu membuka dan menutuo mulutnya ketika orang-orang berjatuhan, dan ketika orang-orang berjatuhan masuk ke mulut kerang, kerang itu akan menelan mereka. Ketika dia membuka mulut, say amelihat banyak gigi-gigi yang tajam, kecil dan  memenuhi rongga mulutnya. Gigi atas dan bawahnya akan bersinkronisasi sejajar saat mulut itu terkatup. Saat orang-orang berjatuhan masuk kemulut dan gigi-gigi itu terkatup. Mereka tampak seperti ditumbuk oleh pelembut daging. Suara kesakitan dari dalam mulut kerang itu sangat mengerikan lebih dari jeritan orang-orang yang jatuh. Saya teringat beberapa waktu lalu saya melihat jebakan lalat Benus bernama “Sundew” di televisi. Tanaman itu memburu lalat dan memangsanya. Apa yang saksikan di televise hampir sama dengan yang saya lihat sekarang.

Saya menjadi ketakutan saat melihat kejadian yang mengagetkan ini. Kata Yesus, “Para pengikutKu dari Gereja Tuhan, bagaimana rasanya menyaksikan neraka? Kau terus meminta dan meminta untuk mengunjungi neraka. Secara pribadi Aku menuntun dan menunjukkanmu neraka. Mulai dari sini, Aku akan sering mengajakmu. Melalui seluruh dunia, ini adalah kejadian yang jarang untuk mengunjungi neraka secara bersama-sama. Kita akan pergi sekarang, jadi berkumpulah dan ikutilah Aku dengan hati-hati. Setelah Yesus selesai berbicara, Pastor kembali kepada kami dengan tubuh yang normal. Kami mengikuti Tuhan dan mulai meninggalkan neraka. Kata Tuhan, “Jika pikiranmu mengembara dan tidak berfokus padaKU, kau sedang dalam bahaya. Jangan lepaskan pandanganmu dariKU! Berkumpulah dan ikutlah AKU.” Kami dengan tegang berjalan hati-hati dan girang meninggalkan neraka. Kami meninggalkan neraka.

 

===== April 17, 2005 (Sunday Evening) =====

Sermon scripture: “Sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencuria, pembunuhan , perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan. Semua hal – hal jahat ini timbul dari dalam dan menajiskan orang..” (Mark 7:21-23)

 

Pastor Kim, Yong-Doo: *Mengunjungi sorga bersama-sama dengan Tuhan

Selama hari-hari ini, Tuhan sering berbicara dengan saya melalui mimpi dan visi-visi. “Pastor Kim, kamu kurang berdoa hari-hari ini! Kamu harus lebih sering dan lebih tekun berdoa!” Tuhan tidak pernah mengijinkan kita untuk kurang berdoa. Apapun yang akan kita lakukan, kita harus berdoa sebagai pondasi kita – Tuhan menekankan hal ini pada saya. Saya berencana menyelesaikan khotbah saya sedikit lebih awal dan istirahat, teta[o Tuhan menuntun saya kea rah yang  benar-benar berbeda.

Sekalipun tubuh fisik saya amat sangat lelah, Tuhan mendatangi kami dengan rencana yang sangat istimewa. Kami selalu sangat bersyukur dan terpesona ketika Tuhan mengejutkan kami dengan hadiah-hadiahNya. Tuhan menuntun atau membawa lingkungan-lingkungan yang tidak bisa diprediksi dan Dia terus membuat kami terpesona. Dengan doa dan pengakuan “Iman Rasuli” di awal ibadah dan melalui penyembahan yang kuat, Tuhan membuat kami menjadi bola-bola api. Menyembah dalam api membawa sukacita yang tidak terbayangkan dan Tuhan mengawasi kami dengan lebih girang. Dengan senang Yesus menari saat kami menyanyikan lagu pujian. Dia menari selama 1 jam. Kemudian Tuhan berkata dengan suara yang keras. “Aku akan mengaruniakan kepadamu karunia-karunia khusus. Kalian semua majulah dan berbarislah. Marilah kita bersama-sama ke sorga berkelompok hari ini!” Setiap orang bersorak kegirangan. “Ya! Mari kita bersukacita!”

Saya bertanya kepada Tuhan: “Tuhan, saya teringat ketika Kau berkata bahwa Kau hanya bisa membawa satu orang saja kesorga setiap kalinya.” Jawab Tuhan, “Ya. Tetapi kalian membuatKu senang hari ini. Aku akan membawa kalian semua ke sorga bersama-sama. Mengapa kau mengeluh?” Jawab saya, “Tidak, tidak samasekali! Saya tidak mengeluh! Saya bersyukur. Namun beberapa orang belum terbuka mata rohnya, bagaimana mereka mampu melihat?” Jawab Tuhan, “Jangan cemas karena orang-orang kudus yang terbuka mata rohaninya dapat berbaris dengan orang kudus lain yang belum terbuka mata rohaninya. Mereka harus berbaris dengan setiap orang yang belum terbuka mata rohaninya. Dengan ini, para orang kudus dengan mata roh yang terbuka dapat menjelaskan tentang sorga.” Dengan pertanyaan itu, saya terus bertanya banyak pertanyaan, menunjuk hal-hal yang membuat saya ingin tahu. Tuhan menjawab, “Pastor Kim, mengapa engkau begitu rohani? Engkau sudah menjadi rohani dan sekarang kau sudah terbiasa. Mengapa kau tidak keluar dari kerohanianmu dan rutinitasmu dan berikanlah aku ibadah dan penyembahan yang sejati!” Saya tidak mampu berkata apapun. Saya mengikuti Dia dengan diam.

Tuhan berkata, “Aku senang dengan penyembahan gerejamu. Aku sangat senang, bersukacita dan terpesona dengan penyembahanmu. Marilah kita berhenti berbicara dan ikutlah Aku. Hari ini, Pastor Kim akan mengalami kejadian istimewa. Dia akan berkhotbah di gereja di sorga. Berkhotbah dengan humor dan membawa sukacita bagi Ku dan Bapa.

Sekarang roh roh sorgawi sangat girang. Mereka tahu bahwa sekelompok orang-orang kudus dari Gereja Tuhan akan datang berkunjung ke sorga. Mereka akan merayakannya. Mereka sangat ingin melihatmu. Mereka sedang mempersiapkan perayaan besar! Pastor Kim akan berkhotbah dengan impresif. Sampai sekarang, Akulah Satu-satunya yang menyaksikan dan mengunjungimu. Hari ini, bilangan tak terhitung dari malaikat-malaikat perkasa dan roh-roh sorgawi akan mendengarkan khotbahmu, secara pribadi. Mereka akan menikmatinya. Pastor Kim, tolong berkhotbah seperti ketika kau di bumi. Jangan gugup dan membeku, tetapi bebaslah seperti biasanya. Buatlah Bapa, Roh Kudus dan Aku bersukacita!” sekali lagi saya diingatkan. Saya bertanya kepada Yesus, “Tuhan, saya tidak sepenuhnya terbuka mata roh, khotbah apa yang Kau inginkan untuk saya sampaikan?” Tuhan tersenyum dan berkata bahwa semuanya akan baik-baik saja.

 

Kim, Joseph:

Kami terus bergerak maju menuju sorga dipimpin Yesus. Kami melewati atmosfer dan ruang angkasa dan kemudian masuk dalam galaksi bima sakti. Joee-Eun yang berada di ujung barisan berteriak. “Wow! Pastor! Kita berada di galaksi!: Kali ini Sister Baek, Bong-Nyu menjerit, “Ini adalah galaksi!” Tak perduli seberapa sering saya melihatnya, galaksi itu selalu menjadi pemandangan yang luarbiasa. Spektakuler dan dahsyat.

Kata Yesus, “Kalian semua, peganglah tanganmu erat-erat! Dari sini, kita akan memasuki terowongan gelap.” Kapanpun saya melewati terowongan gelap, saya merasa sangat dingin dan tenang.” Sekujur tubuh saya merinding dan saya mulai bergoncang. Saya sama sekali tidak suka perasaan seperti ini.

Tuhan berteriak, “Domba-dombaKu yang berharga dari Gereja Tuhan, kalian benar-benar menyedihkan dan miskin. Bahkan disaat kondisi sulitpun, kalian semua tetap berdoa. Karenanya, Aku akan menunjukkan sorga sebanyak yang kalian inginkan. Kita sudah hampir tiba!” Kami tiba di pintu gerbang sorga. Ada begitu banyak malaikat perkasa dan orang-orang kudus sorgawi tidak terhitung menyambut kami. “Halleluya! Wow! Selamat datang di sorga! Pasti sangat melelahkan melakukan perjalanan ke sorga sini. Oh, ini orang kudus muka bintik, saya selalu mendengar tentangmu! Nona Mole! Saya melihat kau lagi.” Diantara pesta penyambutan, saya dapat melihat beberapa orang yang sudah saya jumpai di sorga dan beberapa diantaranya baru pertama kali ini. Mereka menyambut kami dan memeluk kami. Mereka sibuk menyalami kami semua.

Awalnyam kami masuk ke tahta Bapa dan membungkukan badan. Kemudian Pastor berkata, “Allah Bapa, kami semua disini penuh dengan dosa. Ampunilah dosa-dosa kami.” Kata Bapa, “Kalian pasti lelah dalam perjalanan ini. HaHaHa!” Dengan suara yang dalam, Allah Bapa tertawa senang.

Ketika Allah Bapa dan Yesus mengijinkan kami berbincang-bincang dengan para orang kudus sorgawi, bilangan orang kudus tak terhitung masuk berbincang-bincang dengan kami. Di sorga, untuk menyenangkan Tuhan, 4 peristiwa khusus yang berbeda sudah direncanakan. Kami memimpin peristiwa-peristiwa itu. Tampaknya kami semua popular. Tetapi Pastor tampaknya menjadi lebih menjadi pusat perhatian dalam kelompok kami. We were to lead the events.

Ada banyak orang kudus sorgawi yang berkumpul mengelilingi Pastor. Mereka sangat ingin menyentuh tangan Pastor.

Di bumi, banyak orang mengejar bintang film dan mencoba mendapatkan tanda tangan mereka. Mereka menjadi sangat senang dan berbahagia. Kami merasa seperti dalam situasi yang hampir sama. Itu adalah situasi yang diciptakan ulang di sorga. Saya sangat terkejut. Saat saya melihat ayah berbicara dengan Yesus, air mata mulai mengalir keluar,

 “Yesus kekasihku! Di bumi, saya bukan siapa-siapa. Saya hanya berasal dari gereja kecil sebagai seorang gembala. Saya gembala yang tidak benar-bena rmemimpin pelayanan yang besar. Saya tidak mengerti mengapa orang-orang kudus sorgawi ini ingin bertemua dan meminta kami, Saya tidak mengerti saat ini,” kata ayah duniawi saya. Jawab Tuhan, “Para malaikat sudah merekam pelayanan-pelayananmu dengan video sorgawi dan sudah ditunjukkan di sorga. Terlebih lagi, wajahmu dan semua cerita tentangmu sudah ditulis di Koran sorgawi. Aku bagikan Koran sorgawi kepada semua orang kudus sorgawi. Karenanya, kau menjadi terkenal.”

Saat melihat ini, saya merasa seperti bermimpi. Para orang kudus sorgawimengatakan bahwa Yesus mengetahui setiap perbuatan dan merekamnya, Kemudian Dia menjelaskan kepada roh-roh sorgawi tentang kami. Ada banyak orang beriman dari Alkitab yang disiapkan untuk menemui kami. Kami juga mampu untuk berjabat tangan dan memeluk mereka.

Saya juga bertemu Pastor Kim, Young Gun yang datang ke gereja kami kemarin lusa untuk berkhotbah. Katanya, “Wow! Yosep, kamu datang kesini. Sebelum saya pergi ke sorga, saya tidak tahu betapa terkenalnya Gereja Tuhan di sorga.” Kami semua tertawa dan berpelukan. Kami sangat terkejut. Saya terjemahkan pembincaan dengan Pastor Kim, Young Gun pada ayah saya. Saya memeriksa bagaimana tindakan anggota jemaat kami lain. Mereka juga sibuk berbincang-bincang dengan jumlah orang-orang kudus sorgawi tak terhitung.

Khususnya saya ingin berbicara dengan Musa lebih dari nabi atau orang kudus sorgawi yang lain. Sebelumnya saya sangat ingin bertemua dengan dia jika saya mengunjungi sorga. Jadi saya berteriak, “Nabi Musa!” Ketika saya berteriak, Nabi Musa muncul dan menyambut saya. “selamat datang Yosep orang kudus! Saya sangat inin menyambutmu di sorga.” Kemudia Musa dengan lembut menundukkan kepalanya sebagai tanda menyambut saya. Musa terus meminta, “Tolong jangan muliakan saya dan jangan panggil saya Nabi Musa. Tolong panggil saya Musa orang kudus.”

Pastor dan Musa saling menyapa. Kata Pastor, “Musa, kita pernah bertemu di tempat kudus Tuhan, benar?” Jawab Musa, “Ah ha! Benar.” Kata Pastor lagi, :Kita bertemua di ruangan rahasia dimana Tabut Perjanjian berada. Tuhan disana juga bersama kita. Saya teringat ada banyak hal lain disana, benar?” Saat Pastor mengatakan ini, Musa melambaikan tangannya dengan terkejut dan berkata. “Tolong,kau tidak boleh membicarakan tempat itu Tempat itu dilarang untuk dikatakan – Tuhan tidak ijinkan!” Seketika Pastor berhenti.

Pastor Kim, Yong-Doo:

Melalui anak saya, Yoseph, saya mampu menyambut dan berbicara dengan Pastor Kim, Young Gun yang meninggal dunia beberapa hari yang lalu. Pastor Kim, Young Gun menjelaskan, “Saya membuat tubuh jasmani bekerja keras untuk Tuhan. Saya ingin mati di mimbar selama khotbah. Saya pikir jika pekerjaan saya untuk Tuhan, maka tindakan saya ini adalah tindakan yang luarbiasa. Namun, saya salah. Ketika saya berumur 61 tahun, saya meninggal dunia dan tiba di sorga. Saya sadar bahwa umur saya masih mencukupi untuk terus bekerja bagi Tuhan. Saya tidak bertanggung jawab mengatur kesehatan saya dan hidup saya berakhir di umur 61. Saya menyadari itu setelah tiba di sorga.

Pastor Kim, Yong-Doo, jangan abaikan kesehatanmu seperti saya. Rawat dan pelihara kesehatanmu. Teruslah bekerja , selamatkan banyak jiwa dan bawalah mereka ke sorga. Saya memintamu, jangan seperti saya?” Tak terhitung jumlah orang kudus sorgawi menyentuh tangan dan tubuh saya. Kapanpun mereka menyentuh saya, tubuh saya merasakan sentuhan mereka dan tangan saya akan bergerak spontan.

Kami bertemu banyak orang tak terhitung di sorga dan berbincang-bincang dengan mereka. Kami berjabat tangan dan kami habiskan banyak waktu utnuk menyalami satu sama lain, seperti yang kita lakukan di dunia. Tuhan sendirilah yang memimpin kami ke tempat-tempat yang berbeda di sorga. Hanya orang-orang dengan mata roh yang terbuka saja yang mampu menyaksikan apa yang sedang terjadi. Jemaat yang lain hanya sebagian merasakan tempat-tempat itu dengan perasaan saat kami bergerak. Misalnya, ketika orang-orang kudus sorgawi memegang tangan kami, menyentuh baju kami atau memeluk kami, kami mampu dengan jelas merasakaan perasaan itu.

 

*Pembicaraan dengan Musa, Ayub, Samuel dan Samson

Musa tinggal disisi saya selama kunjungan, sehingga kami dapat berdiskusi banyak hal tentang peristiwa sejarah di Alkitab. Anak saya Yosep adalah perantara diantara saya dan Musa. Saya bertanya, “Musa yang kudus, saya memiliki temperamen cepat naik darah. Bagaimana kau mengatur untuk memimpin banyak orang ke Kanaan? Saat kami melihat dalam Exodus 17:1-6, ada kejadian dimana kau memukul batu dan air tercurah dari sana. Bagaimana perasaanmu? Jawab Musa, “Saya punya banyak masalah lebih dari kau, Pastor. Saya juga orang yang cepat naik darah. Saya tidak ingin membicarakan hal-hal yang telah terjadi di bumi.”

Musa adalah benar-benar orang kudus yang hebat. Dia selalu rendah hati, tidak pernah meninggikan pekerjaan baiknya. Dan orang-orang kudus sorgawi lainnya juga demikian. Saya mencoba dan terus berbicara dengan Musa dengan memintanya untuk menjelaskan beberapa ayat yang saya benar-benar tidak mengerti. Saya heran dan mengharapkan bagaimana dia akan menjawab pertanyaan saya. Namun, setiap kali saya bertanya sebuah pertanyaan, dia akan mengatakan bahwa dia tidak ingin mendiskusikan hal-hal yang sudah terjadi di bumi.

Setelah selesai dengan Musa, saya bertemu Ayub. Dia adalah manusia yang beriman. Kami berbincang-bincang cukup baik. Ayub orang kudus! Firman di Ayub pasal 8 ayat 7 khususnya sangat dihargai orang kudus di bumi. ‘Permulaanmu adalah rendah hati, jadi kesejahteraanlah masa depanmu.’ Jemaat lain dan saya sering menggunakan ayat itu. Ayub meresponi, “Benarkah?” Kata saya, “Bagaimana kau mengatasi begitu banyak pencobaan dan penderitaan? Kau luarbiasa.” Jawabnya, “saya tidak melakukan apapun. Segala sesuatu diselesaikan melalui kasih karunia Allah Bapa.”

Saya terus bertanya. “Ayub orang kudus, hidupmu begitu dramatis. Tubuhmu dipenuhi dengan berenga dan abu (Ayub 7:5-6). Kau kesakitan dari bawah kaki sampai ke ujung kepala. Bahkan kau mengambil sekeping beling untuk menggaruknya (Ayub 2:7-8). Saya ingin dengar bagaimana perasaanmu. Saya ingin menghibur orang-orang kudus di dumi yang menderita berbagai pencobaan dengan kata-kata yang menguatkan.” Tetapi Ayub terus mengatakan bahwa segala sesuatu selesai karena kasih karunia Tuhan.

Sekali lagi, saya menanyakan Ayub tentang kejadian di akhir pasal. “Anak-anakmu semua mati karena tangan setan tetapi engkau diberkati dengan lebih banyak anak. Apakah anak-anakmu berikutnya dari istri yang sudah mengutukimu atau dari isteri yang lain?” Ayub menjawab seakan-akan dia terganggu dan bertanya mengapa begitu penting bagi saya untuk menanyakannya. Karenanya, saya mengakhiri pembicaraan dengan dia dengan pernyataan terakhir. “Ketia Dia mengujiku, Aku akan keluar seperti emas murni.” Saya menjelaskan kepada dia bahwa banyak pelayan yang mengharapkan ayat ini.

Setelah Ayub, saya berbincang-bincang dengan Samuel/ “Samuel orang kudus, saya senang dengan ayat, ‘As for me, far be it from me that I should sin against the Lord by failing to pray for you. And I will teach you the way that is good and right” (1 Samuel 1:13). Saya mencoba mengangkat ayat itu.” Samuel menjawab dengan penuh sukacita. “Ah! Benarkah? Terima kasih. Berdoalah tanpa henti. Ketika kamu berdoa, sebuah jawaban akan datang.

Saya bertemu dan berbincang-bincang dengan banyak jiwa dari Alkitab. Sayangnya, saya tidak dapat merasakan kenyataan sorga karena mata roh saya belum terbuka dan pembicaraan itu melalui Yoseph. Ada perayaan besar di sorga selama anggota gereja kami ada. Yesus mendorong kami. “Ayo, cepatlah, selesaikan pembicaraanmu dengan orang-orang kudus sorgawi. Marilah kita pergi dan mengunjungi berbagai tempat yang berberbeda di sorga. Aku punya banyak tempat untuk ditunjukkan.” Hasilnya, saya tidak bisa menanyakan semua ayat yang ada di pikiran saya. Masih ada ayat-ayat yang saya ingin tanyakan karena saya tidak mengerti. Ada banyak ayat-ayat yang sulit dan ada lebih dari satu interpretasi di bumi. Saya ingin mendapatkan penjelasan tentang ketidaksetujuan ini. Saya hanya mampu menjawab tangan orang-orang beriman dengan harus mengucapkan salam perpisahan kepada mereka. Saat berpisah, kami membuat janji bahwa kami akan bertemu lagi satu sama lain.

Selama perpisahan kami, saya terus bertanya kepada Paulus, Henokh, Samuel, Musa dan Samson. Dengan Samson, saya bertanya tentang hubungannya dengan Delila. Saya bertanya bagaimana cantiknya Delila sehingga kau membuka rahasiamu. Samson mengatakan bahwa dia tidak ingin membicarakan hal itu karena sangat memalukan. Saya harus sadar bahwa saya menyentuh masalah yang sensitive dan tidak tahu perasaannya. Ketika menyadari hal ini, saya menyesali perbuatan saya. Kata Yoseph. “Pastor, tolong hentikan sekarang! Samson malu dan bingung.” Saya harus menyelesaikan pembicaraan yang membingungkan ini.

 

*Pintu Masuk Menuju Api

Kata Yesus, “Ikutlah Aku. Mari kita menuju pintu masuk ke terowongan api. Terowongan itu dipenuhi dengan Api Kudus Membara.” Kami mengikuti Tuhan seperti yang Dia perintahkan. Sebelumnya saya meminta perkenan Tuhan untuk perjalanan ke terowongan ini. Permintaan saya sekarang dipenuhi. Kata Tuhan, “Pastor Kim, karena kau kurang berdoa, kau harus berdoa lebih lagi untuk dapat dapat menuju terowongan itu. Hari ini, melalui anak-anakmu dan jemaat gereja yang terbuka mata rohnya, kau akan mampu menanyakan hal-hal tentang Terowongan Api. Kita hanya akan berdiri di pintu masuk terowongan dan kemudian kembali.

Tuhan bediri didepan pintu masuk dimana Api Kudus membara dipenuhi. Saya berdiri dibelakang Tuhan. Kami semua merasakan panas yang menyengat keluar dari terowongan. Panas itu meradiasi dalam tubuh kami sampai kami harus berpaling. Saya bertanya kepada Tuhan, “Sekalipun kita hanya berdiri didepan pintu masuk, panas itu luarbiasa. Bagaimana saya mampu bertahan dari api itu? Saya tidak melihat bagaimana saya mampu menahannya.” Jawab Tuhan, “Jangan menyulitkan dirimu dengan hal itu. Aku akan membuatnya mungkin bagimu sehingga mampu menahan panas itu, supaya kamu dapat menjadi Bola api, kau harus masuk kedalam terowongan api. Hanya kemudian, kau akan mampu memperoleh pelayanan Api. Ada banyak area yang dipenuhi dengan Api Kudus Membara. Kau harus melalui setiap tahap setiap kalinya. Karenanya, pastikan kau mempersiapkan diri melalui banyak berdoa. Jagalah kesehatan fisikmu dan kekuatanmu. Jangan lupa perintah-perintahKu.

 

Kim, Joo-Eun: * Rumah-rumah para orang kudus di sorga berada di lingkungan yang sama

Saat Yesus menunjukkan rumah-rumah kami di sorga, Dia menjelaskan setiap detilnya. Rumah Pastor begitu tinggi sehingga saya tidak mampu melihat puncaknya. Rumah Ny. Kang, Hyun-Ja sedikit lebih pendek. Tetapi rumah itu tinggi dan lebar.

Saya jug amelihat rumah dari Brother Haak-Sung; Sister Yoo-Kyung; Brother Joseph; Deaconess Shin; Jung Min; Mina; Saint Lee, Kyung-Eun dan rumah saya sendiri. Karena Orang kudus Lee, Kyung-Eun baru saja bertobat dan kembali kepada Tuhan, rumahnya baru saja diletakkan pondasi yang terbuat dari emas. Tampaknya Yesus merubah pikiran untuk menunjukkan kami banyak tempat di sorga. Tuhan sudah memindahkan rumah-rumah jemaat Gereja Tuhan ke wilayah yang paling bagus di sorga. Sekarang kami dapat hidup dekat bersama-sama dan bersekutu lebih sering lagi. Tampaknya seakan-akan rumah-rumah menjadi lebar saat dibangun lebih tinggi. Bentuk itu mengingatkan saya pada bunga “Morning Glory”. Namun, beberapa rumah itu bentuknya berbeda.

Tuhan memberikan kami waktu bebas untuk bergerak. Waktu bebas juga diberikan kepada orang-orang kudus di sorga. Saya duduk di atas rumput dan istirahat. Kemudian kami bermain dan berlarian sebanyak yang kami inginkan. Kami semua mulai berpencaran dan mengunjungi tempat-tempat yang berbeda di sorga. Waktu di bumi lewat tengah malam, tetapi di sorga, sepertinya waktu berhenti. Tidak ada konsep waktu.

 “But do not forget this one thing, dear friends: With the Lord, a day is like a thousand years, and a thousand years are like a day.” (2 Peter 3:8)

 

Sister Baek, Bong-Nyu: *Berkhotbah di Gereja Sorga

Yesus memanggil dan mengumpulkan kami semua. Dia membariskan kami dan memimpin kami menuju gereja di sorga. Setelah berjalan beberapa lama, Tuhan berkata, “Baiklah, inilah gereja di sorga! Gereja sudah dipenuhi dengan banyak jiwa. Para malaikat perkasa juga datang. Cepat, masuklah!” Dengan cepat kami masuk ke gereja.

Gereja Sorga sangat besar dan luarbiasa. Mempesona dan tidak bisa digambarkan. Yoseph dan Joo-Eun sangat terkesan. Mereka terkesima melihat ukuran gereja yang begitu luarbiasa. Pastor dan isterinya yang belum terbuka mata rohnya tidak dapa tmelihat apa yang sedang terjadi. Saya bertanya kepada Tuhan, “Tuhan, jika kau benar-benar membuka mata roh Pastor dan isterinya dan memberikan mereka kesempatan untuk berkhotbah, akan sangat luarbiasa. Sangat disesalkan mereka tidak bisa melihat.”

Kata Tuhan, “Pastor Kim dan Ny. Kang, Hyun-Ja akan mendapatkan kebangkitan roh yang mendalam dan terbesar. Sekalipun mereka tidak mampu melihat dengan mata mereka, mereka akan berkhotbah dengan antusias dan penuh inspirasi seperti biasanya.”

Sepertinya gereja di sorga lebih besar dari seluruh bumi. Gereja itu tidak saja dipenuhi dengan para orang kudus sorgawi tetapi juga para malaikat. Dengan kedua kelompok itu, kerumunan besar terbentuk. Yesus berjalan ke altar dimana tahta Bapa berada dan Dia menyuruh kami semua membungkuk kepada Bapa. Dengan sopan kami membungkuk dan menyembah. Kemudian muka kami menyentuh tanah.

Saat Yesus berdiri didepan salib di altar, Dia memperkenalkan kami satu demi satu ke para orang kudus sorgawi. Yesus berdiri ditengah-tengah altar. Barisan pertama, di sebelah kiri, ada Musa. Malaikat Gabriel dan Michael berdiri bersisian, satu di sebelah kiri dan satu di sebelah kanan.

Mata mereka tertuju kepada kami. Pastor beranjak ke altar dan memberikan salam kepada kerumunan orang. Saat puji-pujian dilantunkan, penyembahan dimulai. Sama seperti gereja kami, orang-orang menari dalam Roh Kudus dan bergerak ke depan. Saat penyembahan, mereka menari. Lagu yang dinyanyikan adalah, “Terimalah Roh Kudus,” “Bangkit dan lawanlah Iblis” dan lainnya. Lagu-lagu itu terus dinyanyikan tentang Roh Kudus dan kemudian tentang darah Yesus.

Tampaknya seakan-akan tarian Roh Kudus Ny. Kang, Hyun-Ja’s Holy Spirit sudah mencapai kedewasaannya. Dia menari seperti aliran air tenang. Dia mulai menari dengan kekuatan yang membuatnya bergerak membentuk dari ketenangan menuju kekuatan saat Roh Kudus mencurahkan Api atasnya. Saat dia menjadi panas karena Api Kudus, wajahnya berubah menjadi merah. Jiwa-jiwa di sorga menujukan pandangannya kepada tarian Kudus Ny. Kang, Hyun-Ja. Yesus tertawa kegirangan, Dia sangat puas. “Kang, Hyun-Ja orang kudus benar-benar jatuh cinta kepadaKu. Ketika kami melayani di bumi, Tuhan membawa Nabi Elia beberapa kali kepada ibadah kami. Setelah ibadah, Nabi Elia akan mendekati Ny. Kang, Hyun-Ja dan berkata, “Bagaimana kau bisa begitu indah menari dalam Roh Kudus? Saya senang melihat tangan-tanganmu.” Kemudian Nabi Elia akan menyentuh tangan-tangannya.

Ny. Kang, Hyun-Ja menari dalam Roh Kudus selama beberapa waktu. Di tengah-tengah tarian itu, para jiwa di sorga dan malaikat dengan antusias bersorak dan bercampur bersama-sama. Mereka juga menari dan menyembah Tuhan bersama-sama. Kemudian Pastor menuju ke altar dan mulai berkhotbah sedangkan Yesus melihat dari sebelah. Ketika Pastor berkhotbah, para jiwa-jiwa sorgawi tertawa atau mendengarkan dengans serius tergantung ekspresi wajah Pastor. Dia berkhotbah sama seperti dia berkhotbah di bumi. Seperti biasanya dia humoris. Bahkan dia menggunakan gerak tubuhnya saat berkhotbah. Setiap kali dia menggerakkan tubuhnya, aka nada ledakan tawa.

 

===== April 20, 2005 (Wednesday)  =====

Sermon scripture: “Sebab penglihatan itu masih menanti saatnya, tetapi ia bersegera menuju kesudahannya dengan tidak menipu; apabila berlambat-lambat, nantikanlah itu, sebab itu sungguh-sungguh akan datang dan tidak akan bertangguh. Sesungguhnya, orang yang membusungkan dada, tidak lurus hatinya, tetapi orang yang benar itu akan hidup oleh percayanya..” (Habakuk 2:3-4)

 

Pastor Kim, Yong-Doo:

Rumah kami dijual dari pelelangan. Karena sudah dijual, kami menerima lusinan telepon hampir setiap hari. Mereka ingin kami keluar. Mereka berbicara tanpa perasaan dan mengancam kami dengan bahasa yang kasar. Kami menyewa sebuah rumah dan mempunyai deposit. Sekarang, kami dalam bahaya terusir keluar dan kehilangan deposit. Hanya ada satu pilihan tersisa – kami harus pergi. Hanya masalah waktu saja. Harini adalah hari yang paling buruk; kami menerima pemberitahuan terakhir dari telepon. Mereka mengatakan satu kalimat, “Keluar dalam minggu ini,” dan kemudian mereka menutup teleponnya. Hati saya sedih dan tertekan. Saya berpakaian pakaian olahraga dan keluar ke taman untuk menghirup udara segar. Namun, hati saya masih berat.

Di meja makan, kami memohon kepada Tuhan.

Tuhan berkata melalui Joo-Eun. “Pastor Kim! Dalam situasi ini, jika imanmu lemah, Aku akan menghajarmu. Pencobaan-pencobaan sulit yang kau alami tidak dapat dibandingkan dengan berkat-berkat yang kau terima di masa akan datang. KArenanya, bersabarnya dan bertahanlah.” Setelah mendengar perkataan Tuhan, saya kembali dikuatkan dan dihibur. Kata-kata Tuhan selalu memberikan saya sukacita, pengharapan dan penghiburan yang tidak bisa dikatakan.

 “Dan Ia, Tuhan kita Yesus Kristus, dan Allah, Bapa kita, yang dalam kasih karuniaNya telah mengasihi kita dan yang telah menganugerahkan penghiburan abadi dan pengharapan baik kepada kita, kiranya menghibur dan menguatkan hatimu dalam pekerjaan dan perkataan yang baik.” (2 Tesalonika 2:16-17)

 

Kim, Joseph: *Iblis memangsa dan menguyah manusia utuh

Brother Haak-Sung dan saya berpegangan tangan dan mengikuti Yesus ke neraka. Kata Ye”Yosph dan Haak Sung, kalian harus berpegangan erat! Hari ini, Aku akan menunjukkan tempat lain di neraka.” Dengan Yesus di tengah, kami masing-masing memegang tangan Yesus. Saat kami melewati jalan yang sempit, kami melihat kedua sisi jalan yang sempit. Belatung-belatung itu dengan cepat naik meninggi seperti gunung-gunung.

Sekalipun, kami memegang tangan Yesus, belatung-belatung itu mulai menyerang dan melekat. Dengan memegang erat tangan Tuhan, kami berteriak, “Api Kudus” dan kemudian belatung-belatung itu mulai berjatuhan. Tetapi kita kami tidak memegang erat tangan Tuhan, belatung-belatung itu mulai melekat kembali. Kami melewati tempat-tempat dan berjalan selama beberapa waktu ketika Tuhan berkata, “Lihat arah itu!” Ketika kami melihat arah yang ditunjuk Yesus, saya hampir pingsan.

Ada beberapa roh jahat dengan badan luarbiasa besar. Ukuran mereka sepertinya 10 ribu lebih besar dari manusia. Ada lima atau 6 yang sangat mengganggu sedang berpesta. Suara-suara mereka dapat jelas kami dengar. Sekujur tubuh saya dipenuhi dengan keringat-keringat besar. Ada juga pot hitam tempat darah manusia. Mereka memeras dari dari manusia ke tempat-tempat itu. Tempat itu dipenuhi dengan darah mendidih. Warna darah itu merah kegelapan dan menggelegak kepanasan.

Ada banyak orang yang terhitung, semuanya telanjang dan terikat. Mereka berbaris menuju raksasa-raksasas yang dengan brutal menyiksa mereka . Saat mereka menunggu giliran mereka, mereka berteriak dan bergoncang dalam ketakutan. Roh-roh jahat itu mengukuri manusia dengan tangan mereka yang sangat besar dan kemudian dengan tangan yang lain, mereka akan menggoreskan tubuh mereka merobek dari dagingnya. Darah lebih tercurah saat luka-luka itu semakin keras. Awalnya, darahnya itu ditampung kedalam pot dan kemudian roh-roh jahat itu mulai memakani manusia., dari kepala hidup-hidup. Jeritan orang-orang menggema sampai kelangit neraka. “Ah! Tolong saya! Tinggalkan saya sendiri! Iblis. Roh jahat. Ah!!” Iblis itu tidak tertarik dengan jeritan atau ratapan orang-orang. Setiap kali roh-roh jahat itu akan memakan manusia hidup-hidup, saya dapat mendengar suara yang mengingatkan saya ketika kami menguyah tulang muda ayam. “Wow! Enak! Aku tidak percaya bagaimana enaknya ini!” Mereka makan seperti mahkluk-makluk tak sopan, membuat suara mengerikan selagi mereka makan manusia hidup-hidup.

Setelah dari pot mendidih, mereka mencurahkan darah ke cangkir-cangkir. Mereka melakukan toast dan minum. “Hei! Benar-benar hari yang membahagiakan. Marilah kita minum sebanyak yang kita mau!” Mereka mabuk dengan darah korban mereka. Melakukan toast dan mereka tertawa-tawa. Selama beberapa waktu, mereka menikmati dan tertawa.

Dengan takut, brother Haak-Sung dan saya mengatakan kepada Tuhan, “Yesus! Roh-roh jahat ini begitu menakutkan. Kami tidak bisa menahan ketakutan ini. Kami tidak mampu melihat lebih lama lagi. Bagaimana jika mereka juga menarik kami?” Tuhan menghibur kami. “Semuanya akan baik-baik saja selama Aku bersama denganmu.” Roh-roh jahat beberapa kali melihat kearah kami. Setiap kali mereka melihat kami, kami menjadi gugup, tetapi dengan Tuhan disamping kami, kami merasa aman dan kami mampu bertahan dalam situasi yang mengerikan ini.

Wujud roh-roh jahat ini tampak seperti yang ada dalam buku-buku cerita. Mereka bertanduk dengan satu mata di tengah, di dahinya. Mereka seperti monster goblin yang bermata satu. Setelah mereka makan, mereka tampak puas dan kenyang. Mereka memegang tongkat pemukul dan meletakkannya di lantai. Tampaknya mereka tidak akan bangun dalam waktu sekejap. Saat brother Haak-Sung dan saya ketakutan, kami tidak tahu apa yang harus dilakukan. Jadi, ditengah-tengah ketakutan kami, kami menenggelamkan wajah kami kepada Yesus.

Untuk sesaat, dari tahta Allah Bapa turun sebuah gulungan. Ketika Yesus melihatnya, Dia seketika membawa kami ke sorga.

 

Lee, Kyung-Eun orang Kudus:

Selama beberapa lama kami tidak berbahasa bahasa roh. Tetapi sekarang, saat berdoa dalam bahasa roh, lidah saya tiba-tiba tergulung kebelakang dan mulai mencekik saya. Kemudian saya dipenuhi dengan tempat yang dingin basah seakan-akan hujan tercurah atas saya. Saya berpikir, ‘Ah! Beginilah orang-orang yang mati tercekik.’ Saat saya berjuang dan menggeliat-geliat, saya hampir tidak bisa bernafas. Kemudian saya mulai bertobat. Saya tidak tahu, tetapi pastor sudah tahu bahwa saya sedang sulit bernafas. Dia mendatangi saya dan meletakkan tangannya atas saya dan berdoa. Ketika Pastor berdoa, lidah saya menjadi normal dan saya terhindar dari cekikan. Ny. Kang, Hyun-Ja and Sister Baek, Bong-Nyu duduk dibelakang saya dan berdoa untuk saya. Saya tidak pergi ke gereja untuk waktu yang lama. Saya meninggalkan Tuhan selama beberapa lama dan sekarang saya kembali. Saya pernah menerima semua jenis karunia Roh yang biasa yang gunakan. Sekarang, saya kembali dan semua karunia itu dihentikan. Selama waktu yang lama, kehilangan karunia-karunia itu itu adalah akibat dari tipuan roh-roh jahat. Pikiran dan kehendak saya terhubung dengan iblis di begitu banyak area dan sekarang saya mengakuinya. Hari ini, saya dipastikan untuk hidup dalam iman saya dan didepan Tuhan. Karenanya, roh-roh jahat itu bersikeras melekat pada saya dengan segala kekuatan mereka. Tetapi kejadian ini membuat iman saya tidak goyah dan kuat siap berjalan bersama Tuhan.

Peristiwa-peristiwa yang disingkatkan di Gereja Tuhan ini sulit untuk ditemukan di gereja lain. Pengalaman-pengalaman ini membuat saya terkejut. Dengan mata roh para jemaat Gereja Tuhan satu demi satu yang terbuka, saya dapat melihat bahwa focus mereka murni kepada Tuhan. Saat melihat mereka, saya merasa malu dengan iman saya. Saya pikir iman saya kuat dan saya berjalan dengan sabar. Hal pertama bagi saya adalah memulihkan cinta mula-mula. Jadi saya menyesal bertobat dengan bercucuran air mata.

 “Aku berkata kepadamu: Demikian juga aka nada sukacita di sorga karena satu orang berdosa yang bertobat, lebih dari pada sukacita karena Sembilan puluh Sembilan orang benar yang tidak memerlukan pertobatan.” (Luk 15:7)


End of Book Three (translate by arik)





Website Builder